#KulRam (3)

Kuliah Ramadhan: Pengampunan Dosa, Momen Berharga di Bulan Ramadhan

gomuslim.co.id - Bulan Ramadhan merupakan momen tahunan di mana setiap muslim berkesempatan untuk mendapatkan segudang keistimewaan dan keutamaan yang Allah dan Rasul-Nya janjikan khusus di Bulan Ramadhan, di antara sekian banyak keutamaan berpuasa di Bulan Ramadhan antara lain adalah diampuninya dosa-dosa.

 

Dalam sebuah Hadis, Rasulullah SAW. bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Siapa yang puasa Ramadhan dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang bangun malam Qadar dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari Muslim)

 

Dalam hadis lain Nabi pun bersabda:

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda: “Shalatlimawaktu dan juma’t ke Jum’at berikutnya, Ramadlan ke Ramadlan berikutnya menghapus dosa (seseorang) di antara waktu tersebut selama ia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

 

Bukan hanya dosa kepada Allah berupa pelanggaran terhadap perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya, pengampunan yang dijanjikan itu juga bahkan berlaku untuk dosa yang kita lakukan kepada sesama manusia. Dalam hadis lain Nabi bersabda:

فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِى أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَنَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَجَارِهِ يُكَفِّرُهَا الصِّيَامُ وَالصَّلاَةُ وَالصَّدَقَةُ وَالأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْىُ عَنِ الْمُنْكَرِ

“Dosa seseorang kepada istrinya, hartanya, dirinya, anaknya dan keluarganya dihapuskan oleh shalat, puasa, sedekah, amar ma’ruf dan nahi munkar.” (HR. Bukhari Muslim)

 

Janji diampuninya dosa-dosa bagi orang yang berpuasa di bulan Ramadhan sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis di atas bukanlah janji murahan. Janji itu justru yang barangkali paling dibutuhkan oleh kita sebagai manusia yang tidak pernah luput dari salah dan dosa.

Namun sering kali kita tidak sadar bahwa pengampunan dosa adalah hal yang sangat berharga. Kita sering kali hanya berangan-angan untuk mendapatkan pahala yang banyak dari setiap ibadah yang kita lakukan. Tapi tanpa sadar kita pun berbuat banyak salah dan dosa, sehingga pahala dari sedikit ibadah yang kita lakukan itu tergerus oleh banyaknya dosa yang tanpa sadar mengalir begitu saja tanpa kita rasakan.

Di situlah kita sadari betapa berharganya janji pengampunan dosa bagi orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang luput dari dosa. Jangankan manusia biasa, para nabi dan rasul di dalam Al-Quran pun diceritakan kisah-kisah mereka dengan kesalahan dan dosa yang pernah mereka lakukan.

Adanya pengampunan dosa yang menjadi keutamaan puasa ini tentu amat menguntungkan seorang hamba. Boleh jadi justru pengampunan dosa inilah yang membuat seorang hamba akan selamat dari api neraka dan masuk surga.

Rasulullah SAW telah mengingatkan kita dengan kisah seorang yang muflis atau bangkrut.

 

أَتَدْرُونَ مَنِ المُفْلِس؟  قَالُوا المُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ. فَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ : إِنَّ المـُفْلِسَ مِنْ أمَّتِي مَنْ يَأْتِى يَوْمَ القِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكاَةٍ وَيَأْتِي مَنْ قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ ماَلَ هَذَا وَسَفَكَ دَامَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا. فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ .فَأَنَّ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يَقْضِى مَاعَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطَرَحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فيِ النّاَرِ

Tahukah kalian semua, siapakah orang yang bangkrut itu ? Tanya Rasulullah kepada para sahabatnya – merekapun menjawab : orang yang bangkrut menurut kita adalah mereka yang tidak memiliki uang dan harta benda yang  tersisa.” Kemudian Rasulullah menyampaikan sabdanya : “Orang yang benar-benar pailit – diantara umatku – ialah orang yang di hari kiamat dengan membawa banyak pahala shalat, puasa dan zakat; tapi (sementara itu)  datanglah orang-orang yang menuntutnya, karena ketika    (di dunia) ia mencaci ini, menuduh itu, memakan harta si ini, melukai si itu, dan memukul  si ini. Maka di berikanlah pahala-pahala kebaikannya kepada si ini dan si itu. Jika ternyata pahala-pahala kebaikannya habis sebelum dipenuhi apa yang menjadi tanggungannya, maka diambillah dosa-dosa mereka (yang pernah di dzaliminya) dan ditimpakan kepadanya. Kemudian dicampakkanlah ia ke api neraka.” (HR. Muslim)

 

Maka dengan diampuninya dosa-dosa itu, otomatis seseorang yang barangkali nilai palaha amalnya tidak terlalu banyak, tetap bisa masuk surga. Karena dosa-dosanya telah banyak dikurangi, bahkan boleh jadi telah habis, karena keutamaan puasa yang telah dikerjakannya.

Karena itu, puasa termasuk ibadah yang amat berharga, salah satunya untuk mengurangi dosa-dosa yang boleh jadi amat banyak tak terhingga.

Sayang sekali bila momen pengampunan dosa ini terlewat begitu saja. Nabi SAW telah mengingatkan jangan sampai bulan puasa lewat tetapi dosa-dosa belum termpuni.

 

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَل عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْل أَنْ يُغْفَرَ لَهُ

Dari Abi Hurairah radhiyallahuanhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Alangkah sayangnya bagi seseorang yang telah dilewati Ramadhan kemudian berlalu tanpa sempat diampuni dosanya. (HR. Tirmizy).

 

 

Oleh:

Ustadz Muhammad Abdul Wahab, Lc.

Dosen Rumah Fiqih Indonesia


Back to Top