#KulRam (6)

Kuliah Ramadhan: Inilah Kebahagiaan Orang yang Berpuasa

gomuslim.co.id - Puasa adalah ibadah yang sarat dengan ibroh dan pelajaran. Salah satunya, bisa kita dapatkan dari sabda Nabi Muhammad ﷺ tentang dua jenis kebahagiaan yang akan didapatkan oleh orang yang berpuasa.

 

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. (HR. Muslim)

 

Kebahagiaan pertama yang akan didapatkan orang yang berpuasa adalah jenis kebahagiaan duniawi. Yaitu kebahagiaan yang dirasakan ketika menyantap hidangan berbuka. Kebahagiaan yang satu ini sering kali tidak kita sadari sebagai sesuatu yang spesial. Padahal jika kita renungkan, kebahagiaan pada saat berbuka adalah sesuatu yang tidak ternilai.

Sepanjang hari kita menahan diri dari rasa lapar, dahaga dan nafsu syahwat. Tentu ini adalah sebuah ujian tersendiri. Namun karena beratnya ujian selama berpuasa itulah, di penghujung hari saat tiba waktu berbuka, kita akan merasakan nikmat luar biasa ketika membasahi tenggorokan dengan beragam menu berbuka.

Tidak perlu makanan yang mahal, tidak perlu di restoran mewah tidak perlu racikan dari chef ternama. Cukup dua buah bakwan ditambah segelas es teh manis, nikmat rasanya bukan main.

Malah bisa jadi orang yang makan di restoran mewah dengan menu istimewa, akan tetapi tidak merasakan kenikmatan. Sebab setiap suap dia makan, terbayang-bayang angka pada tagihan yang membuat dahi berkerut sepuluh lipatan.

Di sinilah letak pelajaran yang bisa kita ambil. Bahwa Allah ingin agar semua orang yang berpuasa bisa merasakan nikmatnya makan dan minum tanpa harus memasak makanan yang enak atau pergi ke restoran mewah. Bahagia itu sederhana. Cukup dengan berpuasa, kita bisa merasakan kebahagiaan tersendiri saat berbuka. Bukan karena makanannya, tetapi karena seharian kita menahan lapar dan dahaga. Maka benarlah kata orang, ‘Hunger is the best spice’, lapar adalah bumbu terenak. Dengan lapar, makanan apa pun akan terasa nikmat.

Menahan lapar adalah bentuk keletihan, berbuka adalah kenikmatan. Kenikmatan yang datang begitu saja, tidak terasa istimewa. Akan tetapi kenikmatan setelah keletihan adalah kenikmatan yang spesial. Sebagaimana pepatah Arab mengatakan:

 

وما اللذة إلا بعد التعب

Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan

 

Kebahagiaan kedua yang akan didapatkan oleh orang yang berpuasa adalah jenis kebahagiaan ukhrawi, kebahagiaan yang hakiki, yaitu kebahagiaan saat bertemu Allah   di akhirat. Kelak Allah akan menyambut orang-orang yang berpuasa dengan sambutan yang istimewa. Disebutkan dalam sebuah hadis, bahwa orang-orang yang berpuasa akan disediakan pintu khusus menuju surga yang disebut dengan pintu ar-Rayyan. Di mana pintu itu tidak bisa dimasuki kecuali oleh orang-orang yang berpuasa.

 

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَال لَهُ : الرَّيَّانُ يَدْخُل مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَدْخُل مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَال : أَيْنَ الصَّائِمُونَ ؟ فَيَقُومُونَ لاَ يَدْخُل مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُل مِنْهُ أَحَدٌ

 

Di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut pintu ar-Rayyan. Yang masuk melalui pintu itu di hari kiamat hanyalah orang-orang yang berpuasa, yang lainnya tidak masuk lewat pintu itu. Dan diserukan saat itu, ”Manakah orang-orang yang berpuasa?”. Maka mereka yang berpuasa bangun untuk memasukinya, sedangkan yang lain tidak. Bilamana mereka telah masuk, maka pintu itu ditutup dan tidak ada lagi yang bisa memasukinya. (H.R. Bukhari dan Muslim).

 

Oleh:

Ustadz Muhammad Abdul Wahab, Lc.

Dosen Rumah Fiqih Indonesia

 


Back to Top