#KulRam (9)

Keutamaan Sedekah di Bulan Puasa

gomuslim.co.id - Sedekah adalah salah satu amal paling utama bagi seorang muslim. Sampai-sampai Umar bin Khattab radhiyyallahu ‘anhu pernah berkata:[1]

ذُكِرَ لِي قَالَ: يَقُولُ: إِنَّ الْأَعْمَالَ تَتَبَاهَى، فَتَقُولُ الصَّدَقَةُ أَنَا أَفْضَلُكُمْ

“Disebutkan kepadaku: Bahwa sesungguhnya amal-amal shalih itu saling membanggakan diri. Kemudian shadaqoh berkata, “Akulah yang paling utama di antara kalian.”

 

Selain itu, salah satu keutamaan sedekah di antaranya bisa menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ...الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّار... (رواه أحمد)

Dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasullah SAW. bersabda: “...Sedekah memadamkan keburukan sebagaimana air memadamkan api...” (H.R. Ahmad)

 

Masih banyak lagi hadis lain yang menjelaskan keutamaan bersedekah. Itu menunjukkan betapa mulianya orang yang bersedekah di sisi Allah dan Rasul-Nya. Terlebih lagi jika sedekah itu dilaksanakan di bulan Ramadhan.

Keutamaan sedekah yang dilaksanakan di bulan Ramadhan tentu lebih besar dengan sedekah yang dilakukan di bulan lainnya. Sehingga banyak orang berbondong-bondong mengeluarkan hartanya di bulan Ramadhan untuk disedekahkan kepada fakir miskin, yatim piatu dan  lain sebagainya.

Bahkan pengemis pun menggunakan kesempatan di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan hasil yang lebih besar. Sehingga di bulan Ramadhan yang mulia ini, Orang yang bersedekah panen pahala, pengemis pun panen hasil mengemis.

Lantas apa saja keutamaan sedekah di bulan Ramadhan? Berikut di antaranya:

1.      Mengikuti Sunnah Nabi

Nabi Muhammad ﷺ adalah teladan bagi setiap muslim. Kita diperintahkan untuk mengikuti sikap dan perilaku Nabi dalam kehidupannya. termasuk bagaimana sikap Nabi di bulan Ramadhan.

Nabi Muhammad ﷺ adalah orang yang paling murah hati. Terlebih lagi di bulan Ramadhan. Sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas r.a. berikut ini:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Dari Ibnu Abbas, ia berkata: "Rasulullah SAW adalah orang yang paling murah hati, lebih-lebih ketika bertemu Jibril di bulan Ramadhan. Beliau bertemu Jibril pada pada setiap malam bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur'an. Maka sifat murah hati Rasulullah melebihi hembusan angin." (H.R. Bukhari)

 

2. Pahala Dilipatgandakan

Di bulan Ramadhan, pahala amal ibadah kita dilipatgandakan lebih dari amal ibadah di bulan lainnya. Termasuk pahala sedekah. Meskipun tidak ada hadis yang secara khusus menyebutkan berapa kali lipat pahala amal ibadah di bulan Ramadhan dilipatgandakan, akan tetapi beberapa ulama salaf menyebutkan kelebihan amal ibadah yang dilakukan di bulan mulia ini. Di antaranya sebagai berikut:

 

ذكر أبو بكر بن أبي مريم عن أشياخه أنهم كانوا يقولون : إذا حضر شهر رمضان فانبسطوا فيه بالنفقة فإن النفقة فيه مضاعفة كالنفقة في سبيل الله ، وتسبيحة فيه أفضل من ألف تسبيحة في غيره

Abu Bakar bin Abi Maryam menyebutkan dari guru-gurunya bahwa mereka berkata, “Jika datang bulan Ramadhan maka perbanyaklah berinfaq, sebab infaq di bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya seperti pahala infaq di jalan Allah, dan satu kali tasbih di bulan Ramadhan, lebih utama dari seribu kali tasbih di bulan lainnya.”

 

3.      Mendapatkan Pahala Puasa Orang yang Diberi Sedekah

Rasulullah ﷺ menyebutkan orang yang memberi makanan berbuka untuk orang yang berpuasa, akan mendapatkan pahala orang berpuasa yang diberinya itu. Sebagaimana sabdanya:

 

عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِ رَضِي الله عَنهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Dari Zaid bin Khalid al-Juhani r.a.: Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa yang memberi makan berbuka untuk orang yang berpuasa, dia mendapatkan pahala orang berpuasa itu tanpa mengurangi sedikit pun pahalanya.” (H.R. Ahmad dan Tirmidzi)

 

4.      Menyucikan Diri Orang yang Berpuasa

Di bulan Ramadhan kita diperintahkan untuk membayar zakat fitrah. Zakat fitrah adalah salah satu sedekah wajib. Di mana Nabi Muhammad ﷺ menyebutkan salah satu hikmah dari zakat fitrah ini adalah menyucikan diri seorang muslim dari dosa.

 

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ... (رواه أبو داود)

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan yang haram, serta makanan bagi orang-orang miskin. (H.R. Abu Daud)

 

 

Oleh:

Ustadz Muhammad Abdul Wahab, Lc.

Dosen Rumah Fiqih Indonesia

 



[1] Al-Hakim, al-Mustadrak ‘ala ash-Shahihain, jilid 1, hal. 576.


Back to Top