#KulRam (15)

Kuliah Ramadhan: Ini Perbedaan Zakat Mal dan Zakat Fitrah

gomuslim.co.id - Bulan Ramadhan sering disebut dengan bulan zakat. Kalau yang dimaksud adalah zakat fitrah memang benar. Tapi kalau yang dimaksud adalah zakat secara umum agak kurang tepat. Sebab zakat fitrah hanya salah satu dari sekian banyak jenis zakat.

Ada banyak jenis zakat lain, seperti zakat emas perak, zakat hasil bumi, zakat hewan ternak, zakat barang dagangan, zakat rikaz, zakat barang tambang dan lain-lain yang disebut dengan zakat mal. Di mana zakat mal ini tidak selalu dibayarkan di bulan Ramadhan, setiap orang berbeda-beda tergantung kapan jatuh temponya. Bisa jadi setiap tahun ada orang yang harus bayar zakat.

Karena itu, agar lebih jelas memahami perbedaan antara zakat mal dan zakat fitrah, penulis merangkum setidaknya ada enam poin perbedaan antara keduanya.

1.    Kedudukan Sebagai Rukun Islam

Zakat adalah salah satu rukun Islam yang lima sebagaimana hadis Nabi:

 

عن عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الإِسْلامَ بُنِيَ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَحَجِّ الْبَيْتِ .(متفق عليه)

Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Islam dibangun di atas lima hal: Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, puasa Ramadhan dan haji ke baitul haram.” (H.R. Bukhari & Muslim)

 

Oleh sebab itu orang yang mengingkari kewajiban zakat dianggap keluar dari Islam. Dan orang yang menolak membayar zakat berhak diperangi. Sebagaimana apa yang dilakukan oleh Abu Bakar r.a. ketika memerangi orang-orang yang menolak untuk membayar zakat di masa pemerintahannya. Hal tersebut berdasarkan sabda Nabi berikut ini:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلا بِحَقِّ الإِسْلامِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ .(متفق عليه)

Dari Ibnu Umar: bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda, ”Aku diperintahkan untuk memerangi orang-orang sehingga mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat dan membayar zakat. Jika mereka mengerjakannya maka darah dan harta mereka haram bagiku kecuali dengan hak Islam dan perhitungannya kepada Allah.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Akan tetapi zakat yang dimaksud sebagai rukun Islam itu adalah zakat mal bukan zakat fitrah. Orang yang menolak untuk membayar zakat fitrah tidak berhak diperangi dan dipaksa untuk membayar sebagaimana orang yang menolak untuk membayar zakat mal.

 

2.    Objek Wajib Zakat

Zakat mal adalah zakat yang wajib karena sebab memiliki harta. Orang yang tidak punya harta tidak wajib membayar zakat mal. Sehingga zakat mal hanya wajib bagi orang kaya saja. Karena memang itulah tujuan diwajibkannya zakat mal yaitu untuk menyalurkan sebagian harta orang kaya kepada orang miskin.

Itu pun tidak semua jenis harta termasuk wajib zakat. Hanya jenis-jenis harta tertentu saja yang wajib dizakati. Yaitu emas dan perak, hewan ternak (unta, sapi dan kambing), hasil bumi, rikaz (barang temuan, barang tambang dan barang dagangan.

Sedangkan, zakat fitrah yang menjadi objek zakatnya bukan harta melainkan person atau individu. Sehingga zakat fitrah sering disebut dengan zakat badan. Setiap orang wajib membayar zakat fitrah baik kaya maupun miskin selama memenuhi syarat wajibnya.

3.    Ketentuan Nishab

Baik zakat mal maupun zakat fitrah keduanya diwajibkan kepada mereka yang mampu. Hanya saja batasan mampu keduanya berbeda.

Dalam zakat mal, ada ketentuan batas minimal harta yang wajib dizakati yang disebut dengan nishab. Besaran nishab ini berbeda-beda tergantung jenis harta zakat yang dimiliki. Contohnya jika harta yang dimiliki adalah emas, maka nishabnya adalah 85 gram. Kurang dari itu tidak wajib zakat.

Sedangkan, zakat fitrah menurut jumhur ulama tidak ada ketentuan nishab. Yang penting ketika seseorang punya kelebihan makanan selain untuk dirinya dan keluarganya pada saat hari raya idul fitri maka dia sudah masuk kategori wajib zakat.

4.    Besaran Zakat yang Dibayarkan

Dalam zakat mal, ketentuan besaran zakat yang dibayarkan tergantung dari jenis harta zakat yang dimiliki. Untuk zakat emas perak dan zakat barang dagangan jumlah yang dibayarkan adalah 2,5%. Zakat pertanian 5% atau 10%, zakat rikaz 20% dan lain sebagainya.

Sedangkan, zakat fitrah besaran yang dibayarkan adalah sebanyak satu sha’ atau sekitar 2,5 kg bahan makanan pokok.

5.    Waktu Pembayaran

Jatuh tempo pembayaran zakat mal yaitu setelah lewat satu tahun (haul) semenjak seseorang memiliki harta zakat sejumlah nishab. Sehingga setiap orang tentu berbeda-beda waktu pembayaran zakatnya tergantung dari semenjak kapan dia punya harta yang telah mencapai nishab.

Sedangkan, zakat fitrah waktunya hanya di bulan Ramadhan saja. Tidak ada pembayaran zakat fitrah selain di bulan Ramadhan.

6.    Pihak yang Wajib Dizakati

Seseorang wajib membayar zakat mal hanya dari harta yang dimilikinya sendiri. Dia tidak menanggung kewajiban zakat dari harta yang dimiliki orang lain.

Sedangkan, zakat fitrah, selain wajib membayarkan zakat untuk diri sendiri, seseorang juga wajib menanggung pembayaran zakat orang-orang yang wajib dinafkahinya (anak, istri dsb.)

 

 

Oleh:

Ustadz Muhammad Abdul Wahab, Lc.

Dosen Rumah Fiqih Indonesia

 

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top