#KulRam (21)

Kuliah Ramadhan: Orang-orang Yang Tidak Wajib Dibayarkan Zakat Fitrahnya (Bagian 1)

gomuslim.co.id - Kewajiban membayar zakat fitrah tidak terbatas untuk diri sendiri tapi juga bagi orang-orang yang wajib dinafkahi.

Maka seorang suami atau kepala keluarga selain wajib membayar zakat fitrah untuk diri sendiri, dia juga wajib membayar zakat fitrah untuk keluarga atau orang-orang yang ditanggung nafkahnya.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ berikut:

 

عن ابنِ عمر رضي الله عنهما قال: «أَمَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصَدَقَةِ الْفِطْرِ عَنِ الصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ وَالْحُرِّ وَالْعَبْدِ مِمَّنْ تَمُونُونَ. (أخرجه الدارقطنيُّ والبيهقيُّ)[1]

 

Dari Ibnu Umar r.a. ia berkata: “Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk membayarkan zakat fitrah atas anak kecil, orang dewasa, orang merdeka dan hamba sahaya dari orang-orang yang kalian nafkahi.”

Karena itu, zakat fitrah erat kaitannya dengan kewajiban nafkah. Jika ada orang yang wajib kita nafkahi, wajib pula kita membayar zakat fitrahnya. Sebaliknya, orang yang tidak wajib kita nafkahi, meskipun keluarga kita sendiri, maka tidak wajib membayarkan zakatnya.

Maka anak yang sudah dewasa dan punya harta sendiri, begitu juga istri yang sudah ditalak bain (habis masa ‘iddah atau talak tiga) tidak dibayarkan zakat fitrahnya oleh bapak atau mantan suami, sebab kewajiban nafkah mereka sudah putus. Sehingga zakat fitrahnya sudah menjadi kewajiban masing-masing.

Selain itu, ada beberapa orang baik anggota keluarga atau pun bukan, yang tidak wajib dibayarkan zakat fitrahnya. Berikut di antaranya:

·Janin Dalam Kandungan

Janin yang masih dalam perut ibunya jika belum lahir pada saat terbenam matahari di hari terakhir bulan Ramadhan sampai terbit fajar tanggal satu Syawal, tidak wajib dibayarkan zakat fitrahnya. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Imam nawawi berikut:[2]

 

لَا تَجِبُ فطرة الجنين لا على أَبِيهِ وَلَا فِى مَالِهِ بِلَا خِلَافٍ عِنْدَنَا،... وَأَشَارَ ابْنُ الْمُنْذِرِ إلى نَقْلِ الْإِجْمَاعِ عَلَى مَا ذَكَرْتُهُ فَقَالَ: كُلُّ منْ يُحْفَظُ عَنْهُ الْعِلْمُ مِنْ عُلَمَاءِ الْأَمْصَارِ لَا يُوجِبُ فِطْرَةً عَنْ الْجَنِينِ.

 

“Tidak wajib membayarkan zakat fitrah bagi janin baik dari harta bapaknya atau dari harta janin itu sendiri. Tidak ada perbedaan pendapat dalam mazhab kami... Ibnu Mundzir mengisyaratkan telah adanya ijma’ terhadap apa yang aku sebutkan, dia berkata: Semua ulama al-amshar tidak ada yang mewajibkan zakat fitrah atas janin.”

Hanya saja meskipun tidak wajib, Imam Ahmad menganjurkan bagi bapaknya untuk membayarkan zakat fitrah bagi janin. Sebab ada riwayat di mana sahabat Utsman bin Affan pernah menzakati anaknya yang masih dalam perut ibunya. Imam asy-Syaukani menuturkan:

 

وقد ذكر الشوكاني: أن ابن المنذر نقل الإجماع على أنها لا تجب عن الجنين، وكان أحمد يستحبه ولا يوجبه (نيل الأوطار: 181/4).

 

Ibnu Mundzir menukilkan ijma’ bahwa tidak wajib membayarkan zakat fitrah atas janin. Imam Ahmad hanya menganjurkannya tidak mewajibkan.

Akan tetapi ada satu pendapat yang berbeda dari umumnya para ulama, yaitu pendapatnya Ibnu Hazm yang memandang wajibnya membayarkan zakat fitrah bagi janin yang sudah berusia 4 bulan dalam kandungan. Berikut penuturannya:[3]

وأما الحمل فإن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - أوجبها على كل صغير أو كبير، والجنين يقع عليه اسم: صغير، فإذا أكمل مائة وعشرين يوما في بطن أمه قبل انصداع الفجر من ليلة الفطر وجب أن تؤدى عنه صدقة الفطر.

Adapun (terkait zakat fitrah untuk) janin, Rasulullah ﷺ telah mewajibkan zakat fitrah baik terhadap anak kecil maupun orang dewasa. Sedangkan janin termasuk kriteria anak kecil yang dimaksud. Sehingga jika janin sudah berusia 120 hari dalam perut ibunya sebelum terbit fajar di hari raya, maka wajib untuk dibayarkan zakat fitrahnya.

·Keluarga Non Muslim

Jika seorang kepala keluarga memiliki anggota keluarga yang tidak beragama Islam, maka tidak wajib baginya untuk membayarkan zakat fitrahnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:

 

فَرَضَ رسول الله صلى الله عليه وسلم زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى كُلِّ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى مِنْ الْمُسْلِمِينَ. (رواه البخاري ومسلم)[4]

 

Rasulullah ﷺ  mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadhan kepada setiap orang satu sha’ kurma atau satu sha’ jewawut baik orang merdeka atau budak, laki-laki atau perempuan dari kaum muslimin. (H.R. Bukhari, Muslim).

Asy-Syribini menuturkan dalam kitab Mughni al-Muhtaj sebagai berikut:[5]

ولا فطرة على كافر أصلي ؛ لقوله صلى الله عليه وسلم : (من المسلمين) ، وهو إجماع ، قاله الماوردي ; لأنها طهرة , وليس من أهلها أي : أنها تطهير من الذنوب ، والكافر لا يطهره من ذنوبه إلا الإسلام.

“Tidak ada kewajiban zakat fitrah bagi seorang kafir asli, berdasarkan sabda Nabi: “...dari kaum muslimin”. Hal tersebut adalah ijma’ sebagaimana dikatakan oleh al-Mawardi. Sebab zakat fitrah adalah bentuk pensucian, sedangkan orang kafir tidak berhak atas pensucian itu yakni pensucian dari dosa, sedangkan orang kafir dosanya tidak bisa disucikan kecuali dengan masuk Islam.”

Begitupun Imam an-Nawawi dalam kitab al-Majmu’ mengatakan:[6]

قال الشافعي والأصحاب : ولا يلزمه إلا فطرة مسلم ، فإذا كان له قريب أو زوجة أو مملوك كافر يلزمه نفقتهم ، ولا يلزمه فطرتهم بلا خلاف عندنا ، وبه قال مالك وأحمد وأبو ثور

“Imam asy-Syafi’i dan beberapa ulama mazhab Syafi’i mengatakan, “Kepala keluarga hanya wajib membayar zakat fitrah bagi keluarganya yang muslim saja. Jika dia punya kerabat, istri atau budak yang kafir, dia wajib menafkahi mereka tapi tidak wajib membayarkan zakat fitrahnya. Tidak ada perbedaan pendapat dalam mazhab kami. Hal itu juga menjadi pendapat Imam Malik, Imam Ahmad dan Abu Tsaur.”

 

 

Oleh:

Ustadz Muhammad Abdul Wahab, Lc.

Dosen Rumah Fiqih Indonesia

 

 



[1] Sunan ad-Daruquthni, No. 2078; Sunan al-Baihaqi, No. 7685

[2] An-Nawawi, al-Majmu’ Syar hal-Muhadzdzab, jilid 6, hal. 139.

[3] Ibnu Hazm, al-Muhalla bi al-Atsar, jilid 4, hal. 253.

[4] Shahih al-Bukhari, No. 1504; Shahih Muslim, No. 984

[5] Asy-Syirbini, Mughni al-Muhtaj, jilid 2, hal. 112.

[6] An-Nawawi, al-Majmu’ Syar hal-Muhadzdzab, jilid 6, hal.74.

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top