#KulRam (27)

Kuliah Ramadhan: Doa Nabi di Malam Lailatul Qodar

gomuslim.co.id - Malam lailatul qodar adalah malam spesial yang hanya ada di bulan Ramadhan. Beribadah di malam itu, lebih baik daripada beribadah selama seribu bulan. Hanya saja Allah merahasiakan kapan malam itu tepatnya terjadi di bulan Ramadhan. Hikmahnya, adalah agar jangan sampai kita merasa cukup untuk beribadah di malam itu saja dan meninggalkan ibadah di malam-malam lainnya.

Dalam beberapa riwayat, malam lailatul qodar disebutkan bertepatan dengan malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Hanya tidak diketahui tanggal berapa tepatnya malam itu datang. Oleh karenanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu memaksimalkan ibadahnya di sepuluh malam tersebut.

Dalam beberapa riwayat disebutkan, di sepuluh malam terakhir bulan Ramdhan beliau bersungguh-sungguh melakukan ibadah, mengencangkan sarungnya, menghidupkan setiap malamnya dengan beri’tikaf. Bahkan tidak hanya sendirian, Nabi pun membangunkan istrinya untuk beribadah bersamanya.

Selain malam lailatul qodar adalah malam seribu bulan, orang yang menghidupkan malam lailatul qodar dengan ibadah dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

من قام ليلة القدر إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه

 

“Barang siapa yang menghidupkan malam lailatul qodar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.”

Lantas, andai kita tahu kapan malam lailatul qodar itu datang, do’a apa yang mestinya kita panjatkan? Itulah pertanyaan ummul mu’minin Aisyah radhiyallahu anha kepada baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:

 

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ الله عَنْهَا قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟، قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

 

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata: Aku berkata, “Ya Rasulallah, bagaimana menurutmu jika aku tahu kapan malam lailatul qodar itu datang, doa apa yang harus aku ucapkan?” Rasulullah bersabda, “Ucapkanlah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah sesungguhnya Engkau maha pemaaf, Engkau suka memaafkan, maka ampunilah aku)

Doa yang nabi ajarkan kepada istrinya Aisyah radhiyallahu ‘anha di malam lailatul qodar adalah doa untuk meminta ampunan kepada Allah subhanahu wa ta’ala:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni

(Ya Allah sesungguhnya Engkau maha pemaaf, Engkau suka memaafkan, maka ampunilah aku)

Doa itulah yang semestinya kita dawamkan di setiap malam di bulan Ramadhan terutama di sepuluh malam terakhir. Selain doa di atas Nabi juga pernah mengajarkan doa lainnya ketika Nabi bertemu hari Jumat terakhir di bulan Ramadhan. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis berikut:

عن جابر بن عبدالله الأنصاري رضي الله عنه أنه دخل علي رسول الله (ص) في آخر جمعة من رمضان فلما بصر بي قال لي: يا جابر هذه آخر جمعة من شهر رمضان فودعه وقل: اللهم لا تجعله آخر العهد من صيامنا إياه، فإن جعلته فأجعلني مرحوما ولا تجعلني محروما، فإنه من قال ذلك ظفر بإحدي الحسنيين إما بلوغ رمضان ،إما بغفرانه ورحمته

Dari Jabir bin Abdullah al-Anshori radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah ﷺ mendatangiku di hari Jumat terakhir di bulan Ramadhan. Ketika dia melihatku, dia berkata kepadaku: “Hai Jabir, ini adalah Jumat terakhir di bulan Ramadhan maka bersiaplah untuk berpisah dengannya dan ucapkanlah: “Ya Allah janganlah kau jadikan bulan Ramadhan ini sebagai Ramadhan terakhir untuk kami berpuasa. Jika pun engkau menjadikannya Ramadhan terakhir, jadikanlah aku orang yang mendapat rahmat-Mu, jangan kau jadikan aku orang yang malang.” Maka orang yang mengucapkan doa tersebut, dia akan mendapatkan salah satu dari dua keuntungan, sampai ke Ramadhan berikutnya, atau mendapat ampunan dan rahmat-Nya.”

 

 

Oleh:

Ustadz Muhammad Abdul Wahab, Lc.

Dosen Rumah Fiqih Indonesia

 


Back to Top