#MuhasabahHariRaya

Tradisi Nabi Merayakan Idul Fitri

gomuslim.co.id- Hari raya Idul Fitri adalah salah satu dari dua hari besar bagi umat Islam selain hari raya idul adha. Idul Fitri adalah hari di mana kita merayakan kemenangan setelah sebulan lamanya kita diuji dengan menahan lapar, dahaga dan hawa nafsu.

Nabi Muhammad ﷺ sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, pada saat hari raya idul fitri masuk ke rumah Aisyah r.a. di mana di sana ada dua orang hamba sahaya yang sedang menyanyikan lagu gembira. Nabi pun berbaring sambil mendengarkan keduanya bernyanyi.

Kemudian Abu Bakar r.a masuk dan melihat dua orang itu bernyanyi di hadapan Nabi. Abu Bakar pun memarahi Aisyah yang membiarkan dua orang budak itu bernyanyi di hadapan Nabi, yang dalam pandangannya itu adalah hal yang tidak sopan. Akan tetapi Nabi kemudian meminta kepada Abu Bakar agar membiarkan keduanya bernyanyi dan bersukacita di hari raya.

Nabi Muhammad ﷺ menunjukkan kepada kita bahwa hari raya adalah hari di mana kita harusnya bergembira dan bersukacita. Tidak boleh ada yang bersedih. Oleh karenanya kita diwajibkan membayar zakat fitrah, tujuannya adalah agar jangan sampai di hari raya masih ada orang yang minta-minta, masih ada orang yang bersedih karena tidak tahu harus makan apa di saat orang lain bergembira.

Di hari raya ini juga, kita khususnya umat Islam di Indonesia mengenal tradisi-tradisi yang khas dilakukan pada saat hari raya idul fitri. Di antaranya adalah saling berkunjung ke rumah tetangga atau sanak famili.

Ini mungkin didasari oleh apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ﷺ yaitu beliau selalu membedakan rute jalan pergi dan pulang ketika berjalan menuju tempat shalat ‘id. menurut Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, hikmahnya adalah agar Rasulullah ﷺ bisa mengunjungi lebih banyak orang, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat (ziarah kubur).

Tak ketinggalan juga di hari raya kita saling mengucapkan selamat lebaran dan saling mendoakan. Kata-katanya pun beragam dari mulai yang formal sampai yang dibumbui dengan kata-kata lucu dan unik. Yang umum, biasanya kita mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum.

Pertanyaannya adakah tuntunan dari Nabi Muhammad ﷺ tentang ucapan apa yang harusnya kita ucapkan di hari raya? Sebetulnya Rasulullah tidak mengajarkan secara khusus apa yang harus diucapkan. Selama itu ucapan dan doa yang baik maka sah-sah saja. Termasuk mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum.

Taqabbalallahu minna wa minkum ini adalah kata-kata yang biasa diucapkan oleh para sahabat Nabi ketika saling bertemu di hari raya.  Sebagaimana riwayat yang dinukil oleh Ibnu Hajar al-Asqolani dalam kitab Fathul Bari berikut:

عن جبير بن نفير قال كان أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا التقوا يوم العيد يقول بعضهم لبعض تقبل الله منا ومنك

Dari Jubair bin Nufair ia berkata: Para sahabat Nabi Muhammad ﷺ jika mereka bertemu satu sama lain di hari raya idul fitri mereka saling mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minka.

Selain itu, masih banyak tradisi lain yang biasa dilakukan di hari raya dari mulai takbir keliling, bagi-bagi parcel, bermaaf-maafan, halal bi halal dan lain sebagainya. Tentu tidak bisa dijabarkan satu persatu di sini.

Yang jelas, selama tradisi itu baik dan tidak melanggar syariah maka tidak ada masalah untuk dilakukan. Sebab para ulama mengatakan kaidah dalam adat atau tradisi adalah: “Semuanya boleh, sampai ada dalil yang secara tegas melarangnya.”

 

 

Oleh:

Ustadz Muhammad Abdul Wahab, Lc.

Dosen Rumah Fiqih Indonesia

 

 


Back to Top