Ini 7 Faedah Puasa Sunnah Syawal

gomuslim.co.id – Sahabat gomuslim, Ramadhan sudah berakhir. Setelah itu, umat Muslim memasuki bulan Syawal dalam kalender Hijriyah yang menandai Hari Raya Idul Fitri. Untuk menyempurnakan ibadah di bulan Ramadhan, pada bulan Syawal ini,  tepatnya pada 2 Syawal setelah hari Idul Fitri, umat muslim dianjurkan untuk melakukan puasa enam hari, baik secara berturut maupun terpisah.

Sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW. bersabda:

Barang siapa berpuasa Ramadhan dan meneruskannya dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, berarti dia telah berpuasa satu tahun.

(HR. Imam Muslim dan Abu Dawud). Dan masih hadits yang sama dengan perawi lain. (HR. Ibn Majah)

Dalam hadits tersebut diterangkan, bahwa pahala orang yang berpuasa Ramadhan dan enam hari di bulan Syawal sama pahala dengan puasa setahun. Karena satu pahala kebaikan nilainya sama dengan sepuluh kali kebaikan (QS. Al-An’ am:160). Jika satu kebaikan dihitung sepuluh pahala, berarti puasa Ramadhan selama satu bulan dihitung sepuluh bulan. Dan puasa enam hari di bulan Syawwal dihitung dua bulan. Jadi total jumlahnya adalah satu tahun.

Sebagian ulama memperbolehkan tidak harus berturut-turut enam hari, namun pahalanya sama dengan yang melaksanakannya secara langsung setelah Hari Raya. Puasa Syawal juga boleh dilakukan di pertengahan atau di akhir bulan Syawwal.

Beikut adalah lima faedah berpuasa sunnah syawal:


1.Mendapat pahala puasa setahun penuh

Barang siapa berpuasa Ramadhan dan meneruskannya dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, berarti dia telah berpuasa satu tahun.

(HR. Imam Muslim dan Abu Dawud). Dan masih hadits yang sama dengan perawi lain. (HR. Ibn Majah)

Berdasarkan hadist tersebut, para ulama mengatakan bahwa berpuasa seperti setahun penuh asalnya karena setiap kebaikan semisal dengan sepuluh kebaikan yang semisal. Bulan Ramadhan (puasa sebulan penuh) sama dengan (berpuasa) selama sepuluh bulan (30 x 10 = 300 hari = 10 bulan) dan puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan (berpuasa) selama dua bulan (6 x 10 = 60 hari = 2 bulan). Jadi, seolah-olah jika seseorang melaksanakan puasa Syawal dan sebelumnya berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, maka dia seperti melaksanakan puasa setahun penuh


2.  Puasa Syawal menutup kekurangan dan menyempurnakan puasa wajib seperti halnya shalat sunnah Rawatib yang menutup dan menyempurnakan ibadah wajib.

Amalan sunnah seperti puasa Syawal nantinya akan menyempurnakan puasa Ramadhan yang seringkali ada kekurangan di sana-sini. Inilah yang dialami setiap orang dalam puasa Ramadhan, pasti ada kekurangan yang mesti disempurnakan dengan amalan sunnah.

3.  Tanda Diterimanya Puasa Ramadhan

Ibnu Rajab menjelaskan hal di atas dengan perkataan salaf lainnya, ”Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.” (Latho-if Al Ma’arif, hal. 394)

Karena itu, melanjutkan puasa Ramadhan dengan puasa sunnah Syawal menajdi sebuah kebaikan yang patut kita jalani dan teruskan demi menjadi ke-istiqomah-an beribadah setiap harinya.

 

Baca juga:

Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Puasa Syawal, Ini Ketentuannya


4. Sebagai sebuah bentuk syukur kepada Allah Azza Wa Jalla

Begitu pula di antara bentuk syukur karena banyaknya ampunan di bulan Ramadhan, di penghujung Ramadhan (di hari Idul fithri), kita dianjurkan untuk banyak berdzikir dengan mengangungkan Allah melalu bacaan takbir ”Allahu Akbar”. Ini juga di antara bentuk syukur sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu bertakwa pada Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al Baqarah: 185)

5. Menandakan bahwa ibadahnya berkelanjutan dan bukan hanya musiman semata.

Amalan yang seseorang lakukan di bulan Ramadhan tidak berhenti setelah Ramadhan itu berakhir. Amalan tersebut seharusnya berlangsung terus selama seorang hamba masih menarik nafas kehidupan. Karena itu, melanjutkan puasa Ramadhan dengan puasa sunnah Syawal menajdi sebuah kebaikan yang patut kita jalani dan teruskan demi menjadi ke-istiqomah-an beribadah setiap harinya.


6. Puasa syawal tanda ikhlas, gemar dengan  amal sunnah.

Puasa syawal ini memang hukumnya Sunnah. Karena itu, menjalankan ibadah sunnah menjadi sebuah  kerelaan seorang hamba mengabdi kepada Allah sebagai tanda ikhlas dan rajin beribadah.


7. Puasa Syawal merupakan salah satu cara   terbaik memupuk keimanan kepada Allah dan kecintaan kepada Nabi-Nya.

  Puasa Syawal ini sangat ringan, hanya enam hari. Jika sebulan Ramadhan saja kita sanggup, apalagi dorongan cinta Allah dan Rasul-Nya (untuk melaksanakan puasa Syawal).

Wallahu A’lam Bishowab

 

 

Dari berbagi sumber.

Foto: berasamadakwah

 

Baca juga:

Masya Allah, Ini 5 Hikmah Hari Raya Idul Fitri yang Harus Kamu Tahu


Back to Top