Ini Keutamaan Do’a Kafaratul Majelis

gomuslim.co.id – Sahabat gomuslim, dalam sebuah majelis atau pertemuan kita terkadang bisa lupa waktu atau rentan dengan pembicaraan yang tidak bermanfaat. Karena itu, setelah majelis atau pertemuan, kita dianjurkan untuk membaca doa.

Sebagaimana Hadist dari Abu Barzah berkata, pada akhir acara jika ingin berdiri dalam sebuah majelis Rasulullah selalu berkata, subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa allaha awtaghfiruka wa atuubu ilaika.

(Maha Suci Engkau duhai Allah, aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah, aku memohon ampun pada-Mu dan bertaubat kepada-Mu). (HR. Abu Daud)

Do’a Kafaratul Majelis

Kaffaratul Majlis; artinya penghapus dosa apa yang terjadi di dalam majelis. Doa ini dapat dibaca setelah selesai dari majelis ilmu, selesai mengajar, dapat juga ditulis pada akhir menulis buku, menulis skripsi, menulis thesis, artikel, tugas laporan kuliah, tugas sekolah dan semisalnya. Lafadzh do’a Kafaratul Majelis diambil dari hadits Rasulullah ﷺ.

 

 

Ringkasnya, doa kafaratus Majelis adalah salah satu anugerah Allah untuk menghapuskan kesalahan dan dosa kecil yang diperbuat di majelis yang kita hadiri. Sementara dosa besar haruslah dengan taubat yang benar. Dibacanya secara sendiri-sendiri, boleh dengan suara sir (lirih) atau keras saat akan bangkit untuk meninggalkan majelis. Membaca dengan suarat keras harus diikuti niatan untuk menghidupkan sunnah dan supaya diikuti oleh orang lain; untuk mengingatkan orang yang lupa atau mengajari yang belum  tahu.

 

Baca juga:

Ini Amalan Ibadah untuk Muslimah yang Sedang Haidh

 

Agar seseorang itu dapat dengan cepat menghapalkan doa kafaratul majelis, maka dia sepatutnya mendatangi majelis kajian sunnah secara rutin. Sebab Asatid (para Ustadz) selalu membaca doa kafaratul majelis sebagai tanda ditutupnya kajian, yang hal tersebut juga dilafazhkan juga oleh para hadhirin. Dengan terbiasa mendengar dan melafazhkan do’a kafaratul majelis, niscaya seseorang itu akan hapal dengan sendirinya.

 

Wallahu A’lam Bishowab


Baca juga:

Suka Ikut Arisan? Begini Hukumnya dalam Islam


Back to Top