#FiqihShopping

Muslimah, Perhatikan Aturan Belanja Barang Diskon

gomuslim.co.id - Sahabat gomuslim siapa disini yang suka belanja barang diskon? Pasti semuanya suka, apalagi bagi perempuan. Berbagai merek di pusat perbelanjaan seringkali menjual barang dengan setengah harga. Hal ini bisa saja dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk membeli barang dengan jumlah banyak kemudian dijual kembali.

Begini contohnya

Begitu mendapat informasi diskon melalui situs internet, Bu Siti langsung tancap gas ke supermarket. Bu Siti terpana melihat seorang ibu-ibu gemuk bersiul-siul kecil mendorong troli yang penuh sesak dengan barang diskon tersebut. Dia memborong semuanya. Hanya menyisakan keperihan di hati konsumen lain.

“ kok diborong semuanya, Bu? Emangnya habis?” tegur Bu Siti setengah meledek.

“lha, kan bisa saya jual lagi!” sahutnya ketus.

Biasanya pihak pusat perbelanjaan membatasi pembelian barang diskon. Terkadang untuk satu jenis produk hanya dibatasi 2 sampai 4 buah saja. Tampaknya aturan ini dibuat sebagai pemerataan kesempatan bagi banyak konsumen. Meski pun pembatasan itu masih bisa diakali, misalnya membeli banyak dengan struk berbeda. Namun cara akal-akalan itu pun tetap saja membatasi nafsu belanja, dia tidak bisa juga memborong barang.

Namun, ada kalanya pusat perbelanjaan sengaja tak membatasi pembelian. Mereka memang ingin produk itu secepatnyaa habis, bisa disebabkan ingin menghabiskan stok, membersihkan gudang, mempercepat tampilnya mdoel baru, atau berkejar-kejaran dengan ancaman kadaluarsa. Nah, diskon besar yang tanpa batasan pembelian inilah yang membuka kesempatan konsumen memborong dalam jumlah besar, dan akan ada konsumen lain yang terancam gigit  jari.

Sebetulnya memborong barang diskon tidak selalu menguntungkan konsumen. Terlalu terlena dengan harga miring membuat kita lupa, apakah barang tersebut memang sangat dibutuhkan atau hanya sebatas nafsu. Padahal barang-barang yang tidak kita perlukan akhirnya akan menjadi sampah.

Hal yang lebih mengerikan adalah kita telah melakukan tindakan mubazir. Bahkan di Al Qur’an sudah dijelaskan dalam Surat Al-Isra ayat 27 yang artinya “Sesungguhnya orang-orang yang mubazir itu merupakan temannya setan, sedangkan setan kepada Tuhan bersikap kafir”. Tentunya kita semua tidak ingin perilaku berbelanja yang berlebihan malah menambah kemudharatan dalam diri kita.

Ada hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan memborong barang diskon, di antaranya:

  1. Jangan bangga belanja dengan aksi memborong barang, tapi membeli harus sesuai dengan kebutuhan. Jika pun barang itu dibutuhkan dalam jangka waktu panjang, perhitungkan juga daya tahan produk dan kemungkinan kerusakan atau menurunnya kualitas.
  2. Pertimbangkan kebutuhan konsumen lain terhadap produk tersebut. Ini sebagai kepedulian atas kemanusiaan. Bukan hanya diri kita butuh harga murah, orang lain bisa jadilebih membutuhkannya
  3. Membeli banyak artinya memendam uang banyak pula, apakah itu tidak menggoyahkan keuangan keluarga atau mengganggu dana belanja rutin?
  4. Tetap teliti memeriksa kualitas produk, termasuk menyeleksi cacat dan lain sebagainya. (waf/dbs/foto ilustrasi: sellyoakshoppingpark.co.uk)


Wallahu A’lam Bishowwab.

 

Sumber:

Jiha, Abi. 2015. Fiqih Shoping Kiat Belanja Hemat, Cerdas dalam Islam (Memborong Barang Diskon). Jakarta: Zikrul.

 

Baca juga:

Dalam Berbelanja, Konsumen Perlu Jaga Akhlak dan Adab


Back to Top