#GimanaNihUstadz

Hobi Selfie? Begini Hukumnya dalam Islam

gomuslim.co.id – Fenomena swafoto, foto narsisis atau selfie begitu populer dalam beberapa tahun terakhir. Memotret diri dengan tangan sendiri menggunakan kamera digital atau kamera hanphone lalu disebar di jejaring media sosial bahkan seperti menjadi hal wajib dilakukan.

Selfi seperti sudah menjadi demam di kalangan anak muda zaman sekarang. Tiada hari tanpa selfie. Bahkan kalau dikatakan kebutuhan pokok itu apa saja, jawabannya adalah sandang, pangan, papan, ditambah satu lagi yaitu selfie.

Kita bisa melihat orang melakukan selfie dimana-mana. Anak muda misalnya ada yang sebelum berangkat kuliah, selfie dulu. Lagi naik motor, selfie. Sedang naik ojek online, selfie. Sampai makan pun ada yang harus selfie dulu. Bisa jadi, foto-foto di kameranya hasil selfie semua.   

Lantas, bagaimana Islam memandang fenomena selfie ini ? Dosen Rumah Fiqih Indonesia, Ustadz Muhammad Abdul Wahab Lc. menjelaskan selfie ini terkait dengan fotografi. Para ulama keseluruhan sepakat bahwa fotografi hukumnya tidak sama dengan lukisan.

Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai lukisan, khususnya lukisan dalam bidang datar yang objeknya makhluk bernyawa. Sebagian mengatakan boleh, sebagian yang lain mengatakan tidak boleh.

“Yang disepakati adalah patung yang tiga dimensi. Kalau patungnya berbentuk makhluk bernyawa, komplit organnya, sempurna, maka ini diharamkan. Tapi kalau fotografi, ini berbeda dengan lukisan. Kalau lukisan, gambar yang dibentuk oleh manusia. Sedangkan fotografi, hanya menangkap bayangan suatu benda lewat alat fotografi seperti kamera dan sebagainya. Maka ini berbeda dengan lukisan yang tadi ulama berbeda pendapat,” jelasnya.

 

Baca juga:

Begini Hukum Penggunaan Emas dan Sutra bagi Muslim Laki-Laki

 

Lebih lanjut, Ustadz Abdul Wahab menjelaskan bahwa pada dasarnya, selfie hukumnya dibolehkan. Hanya saja tergantung pada niat seseorang ketika melakukan selfie. “Jika niatnya negatif dan tidak baik, misalnya ingin pamer make up baru, pamer kecantikan dan lainnya, maka niatnya itu yang kemudian membuat selfie menjadi tidak boleh,” ungkapnya.

Jika selfie untuk sekadar jadi kenang-kenangan saja atau untuk koleksi pribadi, maka itu dibolehkan. Misalnya saat bertemu dengan teman lama yang sudah lama tidak bertemu, kemudian diajak untuk selfie, hanya sekadar untuk kenang-kenangan saja tidak masalah.

“Tapi kalau niatnya yang tidak baik, untuk riya, ujub, pamer, mentang-mentang lagi di restoran mewah, dia selfie buat pamer ke temen-temennya, ini yang tidak diperbolehkan. Tapi kalau bebas dari niat yang tidak baik, maka selfie pada dasarnya adalah boleh,” tutupnya. (jms)

   

 

**Disarikan dari program #GimanaNihUstadz on Youtube Channel 'gomuslim Official' hasil wawancara dengan Ustadz Muhammad Abdul Wahab, Lc (Dosen Rumah Fiqih Indonesia).

 

 

 


Back to Top