#FiqihShopping

Jangan Asal Beli, Ini Tips Bijak pada Iklan Produk

gomuslim.co.id - Iklan di media massa seperti Koran, televisi, media online dan lainnya tidak bisa dilepaskan dari bisnis sebuah produk. Iklan juga menjadi pasokan dalam kelancaran sebuah roda bisnis. Tentunya kamu pasti pernah melihat iklan dong? Dari tayangan iklan tersebutapakah kamu termasuk yang mudah sekali berpengaruh oleh iklan? Jika ya, kamu harus mengurangi kebiasaan seperti itu.

Pengaruh iklan bagi citra hidup konsumen sebetulnya bisa dipetik manfaat, konsumen bisa mendapatkan informasi mengenai barang atau jasa yang dibutuhkan. Selain itu adanya iklan juga bisa menjadi perbandingan untuk kita dalam memilih barang, baik dari kualitas produk yang dipasarkan hingga harga sesuai. Tapi iklan juga bisa membangkitkan semangat gila belanja, memanipulasi kebutuhan, meracuni gaya hidup. Imbas dari pola hidup yang konsumtif dapat menyebabkan kebiasaan boros ataupun mubazir. Sungguh Allah tidak menyukai hal-hal yang berlebihan, naudzubillah.

Jika hal tersebut terjadi, iklan yang semulanya bertujuan sebagai media promosi telah menimbulkan dampak negatif. Iklan bukanlah sesuatu yang bisa diterima begitu saja, perlu juga adanya daya kritis dalam menyaringnya. Iklan bukan saja akan menimbulkan masalah keuangan tapi juga bisa mempengaruhi budaya hidup dalam masyarakat dan dampak lain juga bisa ditimbulkan jika sudah terlalu berlebihan.

 

Baca juga :

Waspada Terjerat Riba! Ini Tips Bijak Pilih Barang Kredit

 

Sebaiknya kita bisa lebih bijak menyikapi masalah seperti ini, jangan asal percaya mengenai tayangan iklan dan tergiur untuk membelinya karna klaim dalam produk tersebut. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengantisipasi iklan manipulatif diantaranya dengan cara :

1. Berbagai kebohongan dan kepalsuan dalam iklan dapat disaring dengan akal sehat. Self image atau citra diri tidak ditentukan oleh produk tertentu yang ditawarkan iklan.

 

2. Konsumen bisa saling berbagi informasi produk atau layanan jasa yang bagus, lalu menyebarkan juga produk yang iklannya berlebihan atau tidak sesuai kenyataan.

 

3. Jangan membeli karena tergoda iklan atau bintang iklan, melainkan karena produk itu dibutuhkan dan teruji keampuhannya.

 

4. Konsumen membuat gerakan pembentukan lembaga seksor iklan, sehingga pembuat iklan bertanggung jawab atas kebenaran produk yang ditawarkannya.

 

Iklan memiliki berbagai macam cara untuk membius konsumen. Bijaklah dalam berbelanja dan tidak mudah terpengaruh oleh tayangan sebuah iklan. (waf)

 

 

Sumber :

Sumber : Jiha, Abi . 2015. Fiqih Shoping Kiat Belanja Hemat, Cerdas dalam Islam (Tentang Belanja Iklan). Jakarta : Zikrul.

Sumber gambar :economy.okezone.com


Back to Top