#FiqihShopping

Muslimah, Ini Tips Belanja Tanpa Dosa Mubazir

gomuslim.co.id - Belanja pada hakikatnya adalah sebuah kegiatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti yang kita tahu saat ini sudah banyak fitur untuk memudahkan kita dalam berbelanja. Dengan beragam kemudahan ini sering kali kita lupa atau kalap ketika belanja.

Jika hal ini terjadi barang yang dibeli tidak sesuai kebutuhan, akibatnya barang tersebut tidak digunakan yang menyebabkan kita menjadi boros. Tidak hanya itu perilaku seperti ini juga dapat mengakibatkan mubazir.

Pangkal mula dari dosa-dosa kemubaziran itu adalah pola belanja yang keliru. Kita sanggup menahan diri, menabung berbulan-bulan atau berhutang yang tak lunas sampai waktu lama.

Tidak seharusnya kita mengelola anggaran belanja justru menuai masalah selesai berbelanja. Ada pengorbanan besar dibalik cara belanja yang keliru hingga berujung pada deretan dosa.

 

Baca juga :

Ini Tips Cermat Belanja Oleh-Oleh

 

Walau bagaimanapun juga berbelanja memiliki banyak kebaikan. Perekonomian menjadi tumbuh pesat, kesejahteraan menyebar, dan hal lainnya. Hendaknya kita sebagai seorang muslim menjadi konsumen yang cerdas. Berbelanja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan tetapi bisa juga membagikan rezeki bagi pihak-pihak lain.

Berikut tips-tips belanja tanpa dosa mubazir, diantaranya :

1. Belanja dengan perencanaan dan persiapan matang, kalau perlu sebaiknya dicatat kebutuhan yang akan dibeli sesuaikan dana yang tersedia. Catatan itu menjadi patokan penting guna menahan nafsu belanja mubazir.

 

2. Belanja itu sebaiknya langsung membeli semua kebutuhan. Semakin sering bolak-balik ke mall, supermarket atau pasar akan semakin banyak terbeli hal-hal yang tidak dibutuhkan hanya karena tergoda promosi saja.

 

3. Belanja dengan niat menghindari dosa kemubaziran. Niat yang bagus ini akan mengendalikan nafsu belanja. Sebab ada kesadaran ilahiah dalam mempertanggung jawabkan rezeki yang sudah dilimpahkan Tuhan.

 

4. Belanja untuk bersedekah setelah berusaha menekan nafsu belanja sampai di rumah adaan seleksi terhadap barang kebutuhan. Selebihnya, ada baiknya sengaja dilebihkan barang-barang itu dimanfaatkan untuk bersedekah. Tidak perlu jauh-jauh mencari orang yang berhak menerimanya di antara pembantu, supir, tukang kebun, karyawan kta adalah orang yang sering melihat kemubaziran kita dan kepada merekalah berbagi itu lebih diutamakan.

 

Sumber: Jiha, Abi . 2015. Fiqih Shoping Kiat Belanja Hemat, Cerdas dan Islami (Belanja Tanpa Dosa Mubazir).Jakarta : Zikrul.

Sumber gambar: suara.com


Back to Top