#FiqihShopping

Hati-Hati Terjebak Harga Murah Saat Belanja!

 

gomuslim.co.id - Ketika berbelanja, harga murah sering dijadikan senjata promosi andalan oleh produsen. Bagi konsumen cerdas, mutu barang mestilah jadi pegangan utama. Kita akan sering menemukan promosi menggiurkan berikut ini disejumlah supermarket ternama. Dua buah troli sengaja diduetkan  di depan  pintu masuk. Isi kedua troli tak berbeda sama-sama kecap, sama-sama beras, dan keperluan lainnya.

Bedanya, satu buah troli berisi barang-barang aneka merek , sedangkan troli yang satunya lagi seluruh macam barangnya bermerek sama, bahkaan mereknya persis dengan nama supermarket tersebut. ya, selain berdagang, pemilik supermarket juga memprofduksi sendirri sejumlah produk. Apakah sahabat gomuslim sering menemukan hal seperti ini?

Dengan tulisan besar pihak supermarket memajang tulisan SILAKAN BANDINGKAN HARGANYA! Konsumen tak perlu repot-repot membandingkan harga, karena pihak supermarket telah merinci perbandingannya. Dengan amat mencolok mereka membuktikan produk made in supermarket tersebut jauh lebih murrah 30% sampai 50% dari prodduk sejenis tapi berbeda merek.

Jika konsumen belum tergoda, pihak supermarket punya trik lain yang tak kalah kejam. Seperti persis di samping produk dari merek terkenaal, mereka memajang produk serupa produksi supermarket itu sendiri. dengan amat mencolok sengaja dibuat perbanadingan harga, sekaligus kalimat provokatif PILIH YANG MURAH!

 

Baca juga ;

Muslimah, Ini Tips Belanja Tanpa Dosa Mubazir

 

Model bisnis macam  ini makin marak karena sangat menguntungkan pihak supermarket, yaitu:

  1. Dengan memasang merek yanag sama ddengan nama supermarketnya akan mendongkrak popularitas produk dimata konsumen
  2. Dengan langsung menjual di supermarket sendiri, mereka tidak perlu pusing masalah marketing
  3. Dengan mebujuk berupa embel-embel harga super murah disbanding merek lain, mereka telah menaklukan hati konsumen

 

Trik bisnis ini tergolong kejam, karena:

  1. Menjatuhkan citra produk merek lain dengan melabelinya mahal, sesuatu yang tentunya amat cepat dibenci konsumen
  2. Menggiring konsumen memilih harga murah, seolah-olah murah adalah segala-galanya
  3. Tidak ada jaminan produk yang diklaim termurah itu memiliki kualitas bagus

Contoh kejadiannya seperti ini:

ibu Roro (nama samaran), salah satu konsumen yang tergoda promosi itu, terpaksa menelan kecewa. saat beralih ke cairan pembersih yang murah produk dari supermarket itu, ternyata busanya kurang, tidak lekas membersihkan serta masih tersisa bekas lemak di piring. Kalau ingin benar-benar bersih dalam mencuci, Ibu Roro harus memakai cairan harga murah itu lebih banyak. Dulu, untuk merek lama sedikit mahal, ia hanya menghabiskan satu kantong cairan pembersih untuk sebulan. Sedangkan dengan produk murah tersebut,  dia menghabiskan tiga bungkus besar. Sakit hatinya kian berlipat lipat setelah menemukan masalah yang serupa saat memakai produk supermarket yang murah lainnya.

Dari kejadian di atas diharapkan bagi kamu yang ingin berbelanja diperhatikan terlebih dahulu produk dan kualitas dari produk tersebut. Jangan mudah tergiur dengan harga, dan tentunya membeli barang yang diperlukan saja.

 

Sumber: Jiha, Abi . 2015. Fiqih Shoping Kiat Belanja Hemat, Cerdas dan Islami (Menjebak Dengan Harga Murah).Jakarta : Zikrul.

Sumber : mindtalk.com

 


Back to Top