#FiqihShopping

Muslimah Perlu Catat, Ini Trik Psikologis Hadapi Promosi di Pusat Perbelanjaan

gomuslim.co.id - Saat belanja di mana pun, kita dituntut menjadi konsumen yang cerdas. Dengan kata lain, jangan mudah tergoda oleh segala macam promosi, baik melalui media mainstream maupun di pusat perbelanjaan.

Sebagai seorang muslim, kita dianjurkan untuk menghindari perilaku konsumtif yang dapat membuat kebiasaaan buruk yakni boros ataupun mubazir. Allah SWT menegaskan jika perilaku mubazir ini identik dengan setan seperti dalam Alquran Surat Al Isra Ayat 26-27 :

"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat dengan haknya, kepda orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janglah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkat kepada Tuhannya" (Q.S Al Isra ayat 26-27)

Dalam dunia pemasaran, trik psikologis menjadi senjata andalan yang bisa melumpuhkan logika konsumen dan perlu rasionalitas dalam meredamnya. Dunia ini memang penuh intrik, bahkan di dunia belanja pun triknya tak kalah seru. Apakah kamu pernah menyadari, mengapa ada produk yang disimpan dekat pintu masuk? atau produk yang disimpan di rak-rak utama banyak sekali.

Buku Head for Business memaparkan ada 6 trik psikologis yang sering membuat konsumen terperangkap. Trik-trik yang bersifat menipulatif itu amat berbahaya, karena konsumen secara tidak sadar telah menjebak dirinya dalam kerugian.

Pertama, kebanyakan supermarket menaruh barang-barang keluaran terbaru, buah-buahan dan sayuran segar berdekatan dengan pintu masuk. Nah, cara ini ternyata bertujuan untuk menimbulkan daya pikat dan membuat konsumen tertarik berkeliling melihat barang bagus lainnya.

Kedua, pernahkah kamu merasa heran, mengapa barang-barang kebutuhan harian yang paling sering dicari pembeli malah ditaruh pada rak-rak yang berjauhan? mengapa tidak ditaruh saja disatu tempat berdekatan hingga dengan cepat diperoleh konsumen? jawabannya sederhana, pihak penjual ingin kamu berkeliling toko atau supermarket, yang semula bertujuan mencari barang yang dibutuhkan, tapi akhirnya malah tertarik membeli barang lain yang semula tidak terpikirkan.

Ketiga, salah satu pelajaran pertama bagi manajer supermarket ialah eye level is buy level. Maka dari itu, kita mudah memahami mengapa sampo yang harganya lebih mahal ditaruh di rak bagian bawah. Karena semakin murah harga barang, maka posisinya akan kian ke atas, di rak yang paling mudah dijangkau mata. Bila kamu memasuki pusat perrbelanjaan, maka pandangan mata akan tertuju pada harga-harga murah. Pada pandangan pertama itu, konsumen sudah tertawan seolah semua barang di sana murah.

 

Baca juga:

Muslimah, Yuk Mulai Terapkan Belanja Ramah Lingkungan!

 

Keempat, jangan terpesona dengan ungkapan penawaran spesial. Tidak ada yang istimewa dari permainan bahasa itu. Sebab walaupun namanya penawaran spesial, pembeli tetap saja tidak berhak melakukan tawar menawar.

Kelima, pintu keluar atau tempat pembayaran kasir adalah kawasan yang sangat berbahaya. Di sana sering terjadi membeli tanpa sadar terutama pemen atau coklat. Kita begitu gampang menaruhnya di troli belanja atau memberikannya agar anak tidak rewel.

Keenam, tahukah kamu? mengapa dekat kasir sengaja ditaruh sereal sarapan pagi atau biskuit dalam posisi yang mudah dijangkau pandangan mata anak-anak? secara riang, anak-anak akan mengambil dan menaruhnya di troli, saat orang tua sibuk dengan antrean. Orang tua yang teliti akan heran mengapa barang yang tidak dia ambil ikut menghuni troli. Namun banyak orang tua yang tidak sadar dengan barang apa saja yang ditaruh sang anak.

Dalam menghadapi trik psikologis, sebaiknya konsumen memahami yang berikut ini, diantaranya:

1. Bukan daya tarik tempat yang menjadi patokan, melainkan harga yang kompetitif serta kualitas terbaik

2. Jangan terlalu lama di pusat perbelanjaan, karena bisa terhipnotis membeli barang yang tak berguna. Belanjalah seperlunya yang sesuai kebutuhan lalu pulang.

3. Kendalikan perasaan agar tak tergoda hal-hal yang bersifat promosi, karena itu hanya senjata sekaligus jebakan psikologis

4. Waspadai kawasan kasir atau pintu keluar yang sangat potensial menjebak konsumen membeli sesuaatu tanpa kesadaran.

Trik psikologis ini bagi sisi penjual mereka menganggap itu wajar dalam bisnis. Tapi dari sisi konsumen. trik-trik itu bukan saja merugikan secara materi namun juga mengelabui dimensi psikologis. Bila penjual mempunyai banyak trik memuluskan bisnis dalam rangka memacu nafsu belanja, maka konsumen cerdas memahami segala trik itu dan mengendalikan dirinya secara matang.

Ingatlah selalu bahwa segala yang berlebihan itu dilarang dalam Islam, termasuk dalam hal belanja. Semoga kita semua senantiasa dapat mengontrol diri untuk tidak bersikap berlebihan dalam hal apa pun.  

Sumber : Jiha, Abi . 2015. Fiqih Shoping Kiat Belanja Hemat, Cerdas dan Islami (Mengantisipasi Trik). Jakarta: Zikrul.

Sumber gambar : shbarcelona                                        

 

Baca juga :

Hati-Hati Terjebak Harga Murah Saat Belanja!

 

Back to Top