#FiqihShopping

Hindari Kebiasaan Boros, Yuk Buat Catatan Belanja!

gomuslim.co.id - Selintas membuat catatan belanja seolah-olah perbuatan yang sepele. Sebetulnya dengan memaksimalkan nota kecil tersebut, berbagai manfaat akan diraih. Jangan remehkan sosok konsumen yang begitu apik dengan catatan belanjanya. Kebiasaan mencatat sebelum ke pusat perbelanjaan sebetulnya bukan menggambarkan kepikunan atau lemahnya daya ingat. 

Sangat banyak keuntungan dibalik kesediaan menyelipkan nota kecil di saku. Dengan terlebih dulu membuat daftar belanjaan, artinya kita menuliskan barang-barang yang betul-betul dibutuhkan. Berikutnya kertas mungil itu yang menjadi rujukan kesetiaan kita memegang komitmen mebeli karena butuh, bukan membeli karena ingin apalagi tergoda.

Ketika membongkar tas belanjaan, kita sering terkejut melihat banyaknya barang-barang yang belum terlalau dibutuhkan namun sudah dibeli. Tak jarang benda-benda yang begitu banyak dibeli malah menjadi timbunan sampah. Padahal membawa pulang barang dari pasar tak mungkin gratis dong!

Begitulah risiko kalau tak punya patokan saat berhadapan dengan godaan pasar.

Perilaku mubazir itu bisa melanda konsumen meski belanja di pasar tradisonal ataupun di pusat perbelanjaan modern sekalipun. Bayangkan, betapa lebih banyaknya godaan ketika belanja di pasar-pasar modern. Pihak pengelola mall, supermarket, dan lainnya berani menggaji besar para ahli yang piawai menata barang sehingga menggelorakan nafsu belanja konsumen. Selain itu iklan produk dipasang dimana-mana agar pengunjung pusat perbelanjaan bisa dengan mudah tertarik untuk membeli.

 

Baca juga :

Jadilah Konsumen Cerdas, Ini Tips Belanja Produk Diskon

 

Sesungguhnya, saat berbelanja, bukan hanya sekadar menukar lembaran uang dengan produk, tetapi juga perang dahsyat antara komitmen kesederhanaan dengan nafsu belanja.Dalam rangka meredam nafsu dan meneguhkan kesetiaan, catatan belanja akan sangat membantu. Percayalah!meskipun ukurannya mungil, namun dari sanalah harapan besar bisa diukir.

Dengan bermodalkan catatan belanja, konsumen sudah membuat patokan hendak berbelanja apa dan seberapa banyak. Efeknya, konsumen juga membawa uang belanja secukupnya, sesuai dengan takaran catatan belanja. Kelebihan catatan mungil itu terletak kepada kemampuannya membuat kita fokus. Penyelewengan belanja dari catatan bisa saja terjadi. Tapi ingat, setiap penambahan daftar belanja dadakan merupakan pengeluaran baru, yang juga beerarti dana ekstra baru pula. Kalaupun ada penambahan belanja, pastikan jangan menjebol dana yang sudah disediakan.

Catatan belanja itu akan sia-sia jika tidak disertai dengan kedsiplinan. Sebetulnyakertas catatan itu hanya sarana membuat rencana belanja. Tanpa kontrol diri yang baik, tanpa kepatuhan terhadap catatan maka manfaat tidak akan diperoleh.

Hal yang terpenting adalah ketangguhan beromitmen dengan melaksanakan catatan tersebut. Jadi istiqomahlah dengan aturan catat apa saja yang dibutuhkan dan belanjalah sesuai dengan apa yang sudah dicatat. Semakin kita setia dengan catatan kecil yang dibawa dari rumah, kian besar uang yang bisa disimpan untuk kebutuhan bermanfaat lainnya.

 

Sumber: Jiha, Abi . 2015. Fiqih Shoping Kiat Belanja Hemat, Cerdas dan Islami (Manfaat Besar dari Catatan Kecil). Jakarta: Zikrul.

Sumber gambar: rumahkeluargaindonesia.com   


Back to Top