Ibarat Jari Telunjuk dan Jari Tengah, Ini Keutamaan Menyantuni Anak Yatim sesuai Akhlak Nabi Muhammad

gomuslim.co.id - Dari Sahl bin Sa’ad Radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.[HR al-Bukhari no. 4998 dan 5659]

Hadits ini menunjukkan besarnya keutamaan dan pahala orang yang meyantuni anak yatim, sehingga imam al-Bukhari rahimahullah mencantumkannya dalam bab: Keutamaan Orang Yang Mengasuh Anak Yatim.

Yatim menurut bahasa Arab yang berasal dari kata fi’il. Dalam istilah para ahli fikih bersependapat dengan ulama bahasa Arab yakni yatim berarti seseorang yang wafat ayahnya dan belum baligh. Dalam ilmu fukih, anak yatim yang sudah baliqh maka wajib untuk walinya menyerahkan harta padanya sesudah diuji.

Betapa besarnya keutamaan dan pahala orang yang menanggung anak yatim. Orang yang menanggung anak yatim akan menempati kedudukan yang tinggi di surga, dekat dengan kedudukan Rasulullah. Anak yatim sudah tidak punya bapak yang bisa menanggungnya, maka kita sebagai saudara seiman berkewajiban menanggungnya

Artinya ‘menanggung anak yatim’ adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya, seperti nafkah (makan dan minum), pakaian, pengasuhan, dan pendidikannya. Rasulullah sangat menyayangi anak yatim. Rasulullah tahu bagaimana susahnya menjadi yatim, karena beliau sejak lahir dalam keadaan yatim.

Inti dari mengasuh anak yatim adalah menghadirkan atau menjadi figur orangtua bagi si anak. Kedudukan orang yang mengasuh anak yatim sangat mulia di sisi Allah, karena ia rela memberi makan, memberi pakaian, merawat, membesarkan, dan memberi pendidikan kepada anak orang lain. Kewajiban itu bukan hanya berlaku untuk anak yatim yang miskin, juga berlaku untuk anak yatim yang kaya.

Menanggungnya dengan cara mengelola hartanya. Karena harta anak yatim yang kaya ini tidak boleh dibiarkan saja. Jika mengetahui anak yatim punya harta, maka kita wajib mengembangkannya, jangan sampai harta anak yatim habis terkena zakat.

Berada di Samping Rasulullah di Surga

Seperti hadist yang telah disampaikan di awal kalimat, Seorang muslim yang ingin dekat dengan Rasulullah saw. di surga hendaklah menyantuni anak yatim. Kedekatan antara orang yang menyantuni anak yatim dan Rasulullah di surga diibaratkan seperti jari telunjuk dengan jari tengah.

Jika penanggung orang yang berkecukupan, hendaknya menahan diri dari memakan harta anak yatim. Ketika anak yatim sudah dirasa mampu mengelola hartanya sendiri, maka si penanggung wajib mengembalikan kepada anak yatim.

Dan ujilah anak-anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk menikah. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka hartanya. Dan janganlah kamu memakannya (harta anak yatim) melebihi batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (menyerahkannya) sebelum mereka dewasa. Barangsiapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah dia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa miskin, maka bolehlah dia makan harta itu menurut cara yang patut. Kemudian, apabila kamu menyerahkan harta itu kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksisaksi. Dan cukuplah Allah sebagai pengawas.” (QS. An-Nisa: 6)

Sebagaimana ayat tersebut, batas menanggung anak yatim tidak berhenti ketika anak yatim sudah mencapai usia baligh, tetapi sampai anak yatim ini cerdas (pandai memelihara harta). Jadi menanggung anak yatim tidak berhenti saat baligh.

Seorang muslim wajib peduli terhadap saudaranya. Peduli artinya tidak hanya menerima aduan, tetapi juga aktif mencari, memperhatikan dan tidak menunggu orang lain mengabarkan kepadanya. Menyantuni anak yatim adalah bagian dari menanggung anak yatim.

Jika kita tidak mampu menanggung anak yatim kita bisa memperoleh kebaikan dengan cara menyantuninya. Misalnya kita hanya mampu menanggung sebulan maka kita bantu mencarikan pengganti siapa yang akan menanggung di bulan berikutnya dan seterusnya.

Dapat Melunakkan Kerasnya Hati Manusia

Menyantuni dan mengasihi anak yatim juga dapat melembutkan hati seorang muslim. Kasih sayang yang ia berikan kepada anak yatim akan melunturkan sifat-sifat buruk seperti kikir, dusta, iri, dan dengki.

Tidak hanya itu, Allah juga menjamin segala kebutuhan hidup seorang muslim yang mengasihi anak yatim, sebab secara tidak langsung ia telah menjadi figur orang tua anak-anak tersebut. Oleh sebab itu, orang yang mengasihi anak yatim tidak akan kekurangan materi karena melalui dirinya Allah limpahkan pula rezeki untuk orang-orang yang membutuhkan.

Memperoleh Perlindungan dari Allah di Hari Kiamat

Allah mencintai hamba-Nya yang bermurah hati kepada anak yatim. Rasulullah saw. pernah berkata bahwa Allah tidak akan mengazab orang yang mengasihi, berlaku ramah, serta bertutur kata manis kepada anak yatim. Seorang muslim yang menyantuni anak yatim akan memperoleh jaminan perlindungan di hari kiamat kelak. Perbuatan baiknya selama di dunia akan menjauhkannya dari siksa dan api neraka.

Menyucikan Jiwa

Selama hidup di dunia, tidak bisa dmungkiri jiwa manusia sering kali terkotori dengan sifat tercela, misalnya terlalu berlebihan dalam mencintai dunia sehingga menimbulkan sifat kikir dan enggan berbagi dengan sesama.

Allah sangat membenci manusia yang menimbun harta dan membiarkan sesamanya dalam kemelaratan. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya berbagi dengan anak yatim agar jiwanya bersih dari keserakahan. Menyantuni anak yatim akan membuat orang menjadi rendah hati dan mulia, baik di mata manusia maupun Allah.

Sahabat, itulah beberapa keutamaan seseorang yang menyantuni anak yatim. Menyantuni dan mengasihi anak yatim adalah salah satu perbuatan yang sangat dicintai Allah Swt. Barang siapa yang berbuat baik dan menyisihkan hartanya untuk anak yatim, Allah akan memuliakan dirinya selama hidup di dunia, serta memberikan tempat terbaik untuknya di akhirat nanti. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dari siksa api neraka. Aamiin yaa Robbal’alamiin. (hmz/foto: ilustrasi)

 

Wallahu a'lam Bissawab.

 

Sumber:

Abdullah bin Taslim al-Buthoni. 2012. Keajaiban Menyantuni Anak Yatim. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah.

Kitab Bulughul Maram, Al Bukhari No.3778. Juga Tafsir al-Qurthubi (14/19).

 


Back to Top