Bahaya Lalai Ibadah Dapat Timbulkan Penyakit Hati

gomuslim.co.id – Dalam ilmu kedokteran penyakit hati atau (psychoses) adalah kelainan kepribadian yang ditandai oleh mental dalam (profound-mental), dan gangguan emosional yang mengubah individu normal menjadi tidak mampu mengatur dirinya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Dua istilah yang dapat diidentifikasikan dengan psychoses ini adalah insanity dan dementia. Di mana Insanity adalah istilah resmi yang menunjukkan bahwa seseorang itu kacau akibat dari tindakannya. Sedangkan dementia digunakan untuk kebanyakan kelainan mental, tetapi secara umum kini diinterpretasikan sebagai sinonim dengan kekacauan mental (mental disorder) yang menyolok.

Akan tetapi dalam perspektif Islam, penyakit hati sering diidentikkan dengan beberapa sifat buruk atau tingkah laku tercela (al-akhlaq al-mazmumah), seperti dengki, iri hati, arogan, emosional dan seterusnya.

Berbicara tentang hati,  Hati (Qalbu) ialah bagian yang sangat terpenting daripada manusia. Hati itu ibarat raja, Otak sebagai ratu dan tubuh sebagai anggota. Apabila rajanya baik maka semua prajuritnya akan ikut baik. Jadi  apabila hati kita baik, maka baik pula seluruh amalan kita.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka seluruh tubuh juga baik. Jika segumpal daging itu rusak, maka seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati”. (HR Muslim, no. 1599)

Hadits ini juga diriwayatkan oleh al-Bukhari, at-Tirmidzi, an-Nasâ`i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, dan ad-Darimi, dengan lafazh yang berbeda-beda namun maknanya sama. Hadits ini dimuat oleh Imam an-Nawawi dalam Arba’in an-Nawawiyah, hadits no. 6, dan Riyadhush-Shalihin, no. 588)

Oleh karena itu penyakit hati jauh lebih berbahaya daripada penyakit fisik karena bisa mengakibatkan kesengsaraan di neraka yang abadi. Penyakit ini mudah sekali menular dan mudah tertanam dalam tubuh, dan berkemungkinan kita mengidap penyakit yang sangat berbahaya itu.

Untuk itulah, salah satu fungsi agama adalah menjaga hati agar tetap baik. Karena hakikatnya tujuan penciptaan manusia adalah hidup dalam pedoman Al Quran dan As Sunnah. Dan munculnya penyakit hati ini menurut Islam dalam merusak Aqidah.

Berikut adalah beberapa penyebab timbulnya penyakit hati pada manusia dalam pandangan Islam:

Berbuat Syirik Kepada Allah SWT

Syirik adalah jika seorang menyekutukan Allah Swt dalam ibadah kepada-Nya. Di samping dia beribadah kepada Allah Swt dia juga beribadah kepada selain Allah. Perbuatan syirik adalah perbuatan yang sangat tercela dan terlaknat.

Orang yang terkena penyakit ini ia akan menjalani hidupnya di dunia ini dengan iman dan aqidah yang cacat, hatinya akan selalu sakit, semua yang dilakukannya hanya berkisar nafsu belaka, dia tidak akan mengenal agama Islam ini dengan baik, sebaliknya dia akan mendapatkan kesedihan, perasaan takut, dan kehancuran, bahkan Allah swt menyifati orang-orang yang berbuat syirik kedudukannya lebih rendah dari binatang-binatang ternak. Allah swt berfirman,

“Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).” (QS. Al-Furqan: 44)

 

Durhaka Kepada Allah SWT

Jika maksiat telah berkumpul dalam hatinya, maka dia akan menutupnya sehingga hatinya tidak menyenangi kebaikan dan tidak mahu berdzikir kepada Allah swt, lalu yang paling menyedihkan ia akan dikuasai oleh hawa nafsurnya yang jahat, sebagaimana Allah Swt berfirman.

“Dan kalau kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajatnya) dengan ayat-ayat itu, tetapi ia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah., maka perumpamaannya seperti anjing, jika kami menghalaunya, dijelirkannya lidahnya dan kamu membiarkannya dia menjilirkan lidahnya juga. Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Alah. Maka kabarkanlah kepada mereka kisah itu, agar mereka berfikir” (QS. Al A’raf : 176)

 

Lalai Berzikir Kepada Allah SWT

Manusia yang lalai akan terkejut tatkala mendengar dzikir atau nasehat dari seseorang, meskipun di seorang penuntut ilmu, apalagi orang awam. Hal ini disebabkan kelalaian dari merenungi ayat-ayat-Nya sehingga syaitan masuk melalui peredaran darah dan menuju hatinya. Oleh karena itu, Allah SWT senantiasa mengingatkan hal ini sebagaimana dalam Firman-Nya,

“Dan telah dekat kedatangan janji yang benar (hari berbangkit). Maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (mereka berkata): “Aduhai, celakalah Kami, Sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya: 97).

 

Berpaling Dari Agama dan Enggan Belajar Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW

Pada zaman sekarang ini, kita sering mendapati orang lebih faham ilmu dunia daripada ilmu agama, bahkan masalah-masalah yang ringan dalam agama mereka tidak mengetahuinya, tata-cara berwudhu atau mandi pun mereka tidak memahaminya, mereka lebih mendahulukan urusan dunia yang fana ini.

Kemudian ada sebagian kaum muslimin yang berpaling dari membaca dan memahami Alquran dan al-Hadits, sehingga hati mereka terjangkit suatu penyakit berbahaya. Mereka enggan belajar ilmu agama Islam yang benar, yang digali dari Alquran dan sunah berdasarkan pemahaman para pendahulu mereka yang soleh seperti para sahabat Rasulullah saw. Mereka lebih menyukai mempelajari buku-buku cerita rekaan, kisah orang-orang yang lalai dan hasil karya musuh-musuh Islam, padahal Allah Swt telah berfirman,

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah dia, ‘Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?’ Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan.” (QS. Toha: 124-126)

 

Memikirkan Dunia dan Melupakan Akhirat

Apabila seorang telah terjangkit penyakit ini, maka waktu-waktunya, mau siang atau malam selalu dihabiskan untuk mengejar dunianya, pikirannya terfokus agar tercapai semua keinginannya. Adapun akhirat mereka kesampingkan sehingga tidak heran kalau ramai yang lebih suka ke tempat hiburan dari ke masjid, ramai yang lebih suka bersukan dari mendengar kuliyah agama, ramai yang lebih suka menonton tv dan film bersama anak isteri dari menghadiri majelis ilmu.

Dalam Alquran Allah Swt berfirman, “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24)

Sahabat, dari penyebab timbulnya penyakit hati yang telah dijelaskan di atas, maka akan adanya beberapa penyakit hati yang menetap dalam diri manusia seperti:

Riya’ (pamer)

Penyakit riya’ merasuk dalam jiwa seseorang dengan halus dan tidak terasa sehingga hampir tidak ada orang yang selamat dari serangan penyakit ini kecuali orang arif yang ikhlas dan taat.

Dalam riya terdapat unsur kepura-puraan, munafik, seluruh tingkah-lakunya cenderung mengharap pujian orang lain, senang kepada kebesaran dan kekuasaan. Over actingmenutup-nutupi kejelekannya dan seterusnya. Sifat yang demikian ini digambarkan dalam al-Qur’an surat an-Nisa’: 142 dan at-Taubah:67 dan juga hadits Nabi: “Yang paling aku kuatirkan terhadap umatku adalah riya’ dan syahwat yang tersembunyi’.

 

Rasa Bangga Diri (‘Ujub)

Perasaan membanggakan diri (ujub) sedikit berbeda dengan perasaan sombong (kibr). kibr merupakan perasaan yang muncul pad diri seseorang, di mana ia menganggap dirinya lebih baik dan lebih utama dari orang lain. Sedangkan ujub adalah perasaan bangga diri yang dalam penampilannya tidak memerlukan atau melibatkan orang lain.

sebagaimana firman Allah Swt.: Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia ia berpaling dan menjauhkan diri, tetapi apabila ia ditimpa malapetaka maka ia banyak berdoa.” (Q.S. Fusilat: 51).

 

Iri Hati dan Dengki

Iri hati atau juga disebut dengki merupakan gejala-gejala luar yang kadang-kadang menunukkan perasaan dalam hati. Secara umum dapat dikatakan, bahwa rasa iri muncul akibat kegagalan seseorang dalam mencapai sesuatu tujuan. Oleh sebab itu emosi ini sangat kompleks, dan pada dasarnya terdiri atas rasa ingin memiliki.

Sementara itu, iri juga bisa didasari oleh rasa benci terhdap apa-apa yang dimiliki oleh orang lain, baik yang berkaitan dengan materi maupun yang berhubungan dengan jabatan/kedudukan.

Demikianlah artikel tentang penyebab penyakit hati. Dalam penjelasan diatas meminta kita untuk berhati- hati agar terhindar dari penyakit hati karena penyakit hati dapat menyebabkan kekafiran. 

Sebagaimana firman Allah SWT: “Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.” ( Q. S. At Taubah: 125). (hmz)

 

Wallahualam Bissawab

 

Sumber:

Ibnu Qoyyim Al Jauziah, 2015, Obat Penyakit Hati, Penerbit Jabal.

Kitab Bhulughul Maram, Muslim, no. 1599. Dimuat oleh Imam an-Nawawi dalam Arba’in an-Nawawiyah, hadits no. 6, dan Riyadhush-Shalihin, no. 588

Diringkas dari Syaikh Shalih Al-Fauzan, dalam buku Al-Khuthab Al-Minbariyyah 2/190.


Back to Top