Ini Hukum Pasang Kawat Gigi dalam Islam

gomuslim.co.id - Banyak cara mengubah tampilan jadi tampak indah dan sedap dipandang oleh orang lain. Salah satunya adalah memakai behel gigi atau juga disebut kawat gigi. Apa hukumnya dalam Islam?

Biaya memakai behel gigi sangat mahal, itu belum termasuk biaya untuk kontrol setiap bulan. Namun, meski demikian, demi untuk keindahan penampilan, banyak orang berani merogoh kocek dalam-dalam.

 

Baca juga:

Ini Tips Mudah Lunasi Utang dalam Islam

 

Sebenarnya, bagaimanakah hukum memakai kawat gigi atau behel gigi dalam Islam?

Allah SWT berfiman:

"Dan aku (setan) sungguh akan menyuruh mereka (mengubah ciptaan Allah), maka sungguh mereka benar-benar mengubahnya". (QS. An-Nisa: 119)

Sementara dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Masud, beliau mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam "melaknat perempuan yang mencabut alisnya, dan merapikan gigi agar terlihat indah. Mereka merubah ciptaaan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Syekh Ibnu Utsaimin ketika ditanya tentang masalah hukum memperbaiki gigi, beliau menjawab bahwa: "Jika tujuannya untuk mempercantik dan memperindah, maka hukumnya haram. Namun, jika bertujuan karena menghilangkan cacat di gigi, maka diperbolehkan".

Syekh Shalih Al-Fauzan berkata: "Adapun kalau bertujuan untuk pengobatan, atau untuk menghilangkan gigi yang jelek, atau adanya kebutuhan untuk melakukan pengobatan, seperti gigi tidak dapat untuk mengunyah makanan kecuali memperbaikinya dan menatanya, maka diperbolehkan memperbaikinya." (Fatawa Al-Marah Al-Muslimah)

 

Baca juga:

Hukum Akad Nikah Lewat Video Call atau Telepon, Sahkah?

 

Dari dalil-dalil dan pendapat para ulama di atas, dapat dipahami bahawa hukum memperbaiki gigi, apabila bertujuan untuk mempercantik atau memperindah, maka haram. Sementara jika bertujuan karena pengobatan, atau giginya jelek (cacat), maka diperbolehkan.

Jadi, hukum memakai behel gigi, sama dengan hukum memperbaiki gigi, karena behel gigi termasuk salah satu alat untuk memperbaiki gigi. Sedangkan hukum dari memperbaiki gigi dilihat dari dalil-dalil di atas adalah jika bertujuan untuk mempercantik dan memperindah gigi, apalagi hanya mengikuti trend, maka hukumnya haram.

Dan jika bertujuan untuk pengobatan, seperti gigi tidak rata, sehingga tidak bisa dibuat mengunyah makanan, maka hukumnya diperbolehkan. Wallahua'lam Bishawab.


Back to Top