Benarkah Binatang Akan Diadili Pada Hari Pembalasan? Begini Penjelasannya

gomuslim.co.id – Tidak ada satu makhluk pun yang akan luput dari rentetan kejadian setelah hari kiamat, termasuk di dalamnya para binatang. Ternyata, mereka juga akan diadili ketika hari pembalasan.

Sama halnya seperti manusia, para binatang ini juga akan diadili oleh Allah SWT atas segala perbuatan yang telah mereka perbuat di dunia. Lantas, bagaimanakah cara Allah mengadili para binatang di akhirat kelak ?

Dalil mengenai akan dikumpulkannya seluruh binatang di hari kiamat kelak terdapat dalam QS. Al-An’am ayat 38. Allah Ta’ala berfirman: “Dan tidaklah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak Kami alpakan sesuatu apapun di dalam Al-Kitab. Kemudian kepada Tuhan mereka, mereka dihimpunkan.

Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam Surat At-Takwir ayat 5 yang artinya: “Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan.

Binatang yang dibangkitkan oleh Allah SWT setelah hari kiamat itu bukan untuk dihisab amalnya karena mereka bukan mukallaf (makhluk yang mendapatkan beban syariat). Melainkan mereka akan dikumpulkan untuk diadili dengan dilakukan qishash, yakni pembalasan untuk kedzaliman yang telah mereka dapatkan ketika berada di dunia.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Semua hak akan disampaikan kepada yang berhak menerimanya pada Hari Kiamat, sehingga kambing tak bertanduk membalas kambing yang bertanduk dengan menanduknya.

Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rahimahullah juga mengatakan, “Pada hari Kiamat kelak, seluruh binatang akan dikumpulkan, sedangkan manusia menyaksikannya. Kemudian binatang-binatang itu diadili, sehingga binatang yang tidak bertanduk akan menuntut balas terhadap binatang bertanduk yang telah menanduknya di dunia. Setelah binatang tersebut diqishash, Allah akan mengubahnya menjadi tanah. Allah melakukannya untuk menegakkan keadilan di antara makhluk-Nya.” (Tafsiir Juz ‘Amma, hal. 70).

Selain itu, masih ada sejumlah pernyataan yang menyebutkan bahwa hewan akan diadili pada hari pembalasan kelak. Yakni, An-Nawawi menjelaskan hadits bahwa binatang akan dikumpulkan pada hari kiamat, dan dibangkitkan pada hari kiamat. Sebagaimana para mukallaf di kalangan manusia dibangkitkan. Sebagaimana pula anak kecil yang mati, orang gila, dan orang yang belum mendapatkan dakwah, mereka juga dibangkitkan. (Syarh Shahih Muslim, 16/136).

Hewan-hewan ini diqishas meski bukan mukallaf pun ternyata ada penyebabnya. An-Nawawi menjelaskan, qishash untuk hewan yang tidak bertanduk kepada hewan yang bertanduk, bukan qishash karena mereka mendapat beban syariat. Karena binatang tidak diberi beban syariat.

Selanjutnya, para malaikat akan menyaksikan qishas binatang, tidak hanya itu, proses tersebut juga akan disaksikan oleh orang-orang yang beriman dan kafir. Setelah diqishashnya para binatang, Allah SWT berfirman: “Jadilah tanah!” Maka binatang-binatang itu berubah menjadi tanah. Tatkala melihat hewan itu diubah menjadi tanah, orang-orang kafir itu mengatakan, “Alangkah baiknya jika aku menjadi tanah.”

Inilah salah satu makna firman Allah SWT: “Dan orang kafir itu berkata, “Alangkah baiknya sekiranya aku menjadi tanah saja.” (QS. An-Naba: 40). Wallahu'alam Bishawab. (mga)

Sumber : Instagram @syeikh.khalil


Back to Top