Wisata Halal Jawa Timur (4)

Kampung Inggris: Destinasi Unggulan di Kediri untuk Berwisata Sambil Belajar Bahasa

gomuslim.co.id- Jika kamu punya waktu liburan yang agak panjang, destinasi wisata di Jawa Timur yang satu ini tak boleh dilewatkan. Biasanya, para wisatawan yang datang ke tempat ini untuk mengisi waktu liburan sekolah, liburan akhir tahun, atau mereka memang mengambil cuti dari pekerjaan. Selain bisa menyegarkan pikiran, destinasi yang satu ini bisa menjadi alternatif untuk belajar bahasa Inggris.

Yap, apa lagai kalau bukan Kampung Inggris. Salah satu daerah terkenal di Kediri, Jawa Timur ini sudah menjadi destinasi favorit para wisatawan lokal bahkan luar negeri untuk berwisata sambil belajar bahasa.

Dua tahun lalu, saya pernah menetap di Kampung Inggris untuk mengambil dua program belajar bahasa, yaitu Test of English as a Foreign Language (TOEFL) dan English Speaking. Banyak pengalaman dan pelajaran baru yang saya dapat selama di kampung tersebut. Selain suasana belajar yang menyenangkan, Kampung Inggris yang berada di Pare, Kediri ini juga mempertemukan saya dengan banyak teman dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan kebanyakan dari mereka adalah para pelajar dari Indonesia Timur. Tak jarang, kawan sekelas pun ada yang datang dari negera tetangga, seperti Malaysia dan Thailand.

 

Tak seperti namanya, Kampung Inggris juga menawarkan program belajar bahasa selain bahasa Igggris, yaitu bahasa Arab, Jepang. Perancis, dan lainnya. Untuk siswa muslim, Kampung Inggris juga di keliling oleh banyak pesantren dan masjid, sehingga menghadirkan suasana religius yang kental. Apalagi, yang menarik adalah pendiri awal terbentuknya Kampung Inggris ini adalah  seorang Kiyai yang merupakan alumni dari Pondok Pesantren Gontor, Ponogoro, Jawa Timur.

Berikut ulasan gomuslim tentang Kampung Inggris yang bisa menjadi destinasi pilihan kamu yang mempunyai waktu liburan cukup lama.

Sejarah Kampung Inggris

Nama “Kampung Inggris” sebenarnya bukan nama formal dari sebuah desa. Ini hanyalah sebutan atau julukan bagi suatu perkampungan yang terletak di sepanjang Jalan Anyelir, Jalan Brawijaya, Jalan Kemuning di Desa Tulungrejo dan Desa SInggahan , Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Perkampungan kecil yang damai, sejuk, nan jauh dari keramaian kota. Masyarakat aslinya pun orang Jawa Timur, bukan orang bule.

Namun julukan yang diberikan pada kampung ini juga bukan tanpa alasan. Karena memang konon ceritanya di kampung ini semua orang berbicara bahasa Inggris. Tapi bukan karena bahasa Inggris adalah native language (bahasa asli) mereka. Melainkan lebih karena banyak orang yang bisa berbicara bahasa Inggris di kampung ini.

Kampung ini memang terdapat banyak sekali kursusan bahasa Inggris. Sampai pertengahan tahun 2011, tercatat terdapat sekitar 100 Lembaga Kursus beroperasi di Kampung Inggris. Bahkan kampung ini seperti sudah menjadi pusat pembelajaran bahasa Inggris terbesar di Indonesia. Dengan banyaknya lembaga kursus tersebut maka tak heran kalau banyak orang bicara bahasa Inggris dimana-mana, yang tak lain dan tak bukan adalah murid atau guru dari lembaga-lembaga kursus yang ada.

Sejarah Kampung Inggris Pare berawal dari usaha keras yang dilakukan oleh Kalend Osen, pendiri lembaga kursus pertama di kampung inggris pare bernama BEC (Basic English Course). Mr. Kalend Osen (akrab dipanggil Mr. Kalend) adalah Pria kelahiran 4 Februari 1945 yang tampak sederhana namun begitu bersahaja.

Bermula pada tahun 1976 silam, Mr. Kalend merupakan santri asal Kutai Kartanegara yang tengah menimba ilmu di Pondok Pesantren Modern Gontor di Ponorogo, Jawa Timur. Menginjak kelas lima, dia terpaksa meninggalkan bangku sekolah karena tidak bisa menanggung biaya pendidikan. Bahkan, keinginannya untuk pulang kembali ke kampung halamannya gagal karena kekurangan biaya.

Dalam situasinya yang saat itu sedang sulit, seorang temannya memberitahu adanya seorang ustaz bernama KH Ahmad Yazid di Kecamatan Pare yang menguasai delapan bahasa asing. Mr Kalend kemudian berniat berguru dengan harapan setidaknya dapat menguasai satu atau dua bahasa asing darinya. Ia kemudian mulai tinggal dan belajar di Pesantren Darul Falah, Desa Singgahan, milik Ustaz Yazid.

Suatu hari, datang dua orang tamu mahasiswa dari IAIN Sunan Ampel Surabaya, (Sekarang menjadi UIN Sunan Ampel Surabaya). Maksud kedatangan dua mahasiswa ini adalah untuk belajar bahasa inggris dibawah bimbingan Ustaz Yazid sebagai persiapan mereka dalam menghadapi ujian negara yang akan diadakaan sekitar dua pekan lagi di kampus mereka.

Namun, saat itu Ustaz Yazid sedang pergi ke Majalengka karena suatu urusan sehingga kedua mahasiswa itu hanya bisa bertemu dengan ibu Nyai Ustaz Yazid. Entah dengan alasan apa, oleh Nyai Ustaz Yazid, kedua mahasiswa itu diarahkan untuk belajar di bawah bimbingan Mr Kalend yang belum lama menjadi santri di Pesantren Darul Falah.

Dua mahasiswa itu kemudian memberi beberapa lembar kertas yang berisi 350 soal dalam bahasa Inggris. Setelah itu, Mr Kalend kemudian memeriksa soal-soal itu dan meyakini dapat mengerjakannya lebih dari 60 persen. Kalend menyanggupi permintaan dua mahasiswa itu dan akhirnya mereka mulai melakukan proses belajar mengajar yang dilakukan di serambi masjid area pesantren. Pembelajarannya cukup singkat, dilakukan secara intensif selama lima hari saja.

Tak disangka, sebulan kemudian mereka (dua mahasiswa) kembali dan mengabarkan telah lulus ujian. Keberhasilan dua mahasiswa itu tersebar di kalangan mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya dan banyak dari mereka akhirnya mengikuti jejak seniornya dengan belajar kepada Mr Kalend. Promosi dari mulut ke mulut pun akhirnya menjadi awal terbentuknya kelas pertama dalam sejarah kampung Inggris Pare.

Sejak saat itu, pada 15 Juni 1977 di desa Tulungrejo, Mr Kalend mendirikan lembaga kursus bernama BEC (Basic English Course) dengan enam siswa pada kelas perdana. Para siswa itu tidak hanya dibina dari segi kemampuan bahasa inggris, tapi juga dari segi ilmu agama.

Setelah hampir sepuluh tahun berjuang sendiri dalam menjalankan lembaga kursus BEC, akhirnya pada tahun 1990-an banyak alumni BEC kemudian termotivasi untuk mendirikan lembaga kursus sendiri untuk menampung para pelajar yang tidak dapat belajar di lembaga kursus BEC karena banyaknya pelajar, sehingga tidak bisa lagi ditampung oleh lembaga kursus BEC seorang diri.

Pada tahun 2014, Mr. Kalend Osen mendapatkan penghargaan Liputan 6 AWARDS dalam kategori Pendidikan dari Stasiun TV SCTV karena diakui telah berhasil merintis kampung inggris di kecamatan pare kabupaten kediri, menjadi tempat pembelajaran bahasa inggris terbesar di indonesia dan juga dengan adanya ratusan lembaga kursus di kanpung inggris pare, membuat perekonomian penduduk setempat mengalami peningkatan yang pesat.

Beragam Program Kursus Bahasa

Pare terutama Desa Pelem dan Tulungrejo juga dikenal mempunyai potensi pengembangan kursus Bahasa Inggris. Saat ini lebih banyak bermunculan berbagai jenis bimbingan belajar terutama kursus-kursus Bahasa Inggris. Lebih dari 150 buah lembaga bimbingan belajar menawarkan kursus Bahasa Inggris.

Waktu dan jenis programnya pun beragam, di antaranya program D2, D1 atau short course berdurasi 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu, 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 5 bulan, dan 6 bulan, Kampung Inggris sangat ramai terutama pada waktu liburan semester.

Tidak hanya kursus bahasa Inggris di Kampung Inggris juga tersedia lembaga kursus yang membuka program kursus bahasa Arab, Jepang, Mandarin, Korea, dan kursus bahasa Prancis. Dalam hal ini, kota Pare sebagai pusat belajar Bahasa Asing yang murah, efisien dan efektif sudah terkenal hingga keluar Pulau Jawa.

Sebagai efek ikutannya, di daerah Tulungrejo sekarang muncul berbagai jenis tempat penginapan dan kost yang menampung para pelajar dan maupun pekerja. Tarif kos per orang bervariasi dari 50 ribu hingga 200 rb per bulan.

Setiap tempat kursus bahasa Inggris di kampung Inggris pun memiliki berbagai macam program mulai dari speaking, grammar, vocabulary ataupun pronounciation dan setiap lembaga kursusan memiliki program andalannya tersendiri sehingga pelajar yang datang ke kampung Inggris dapat menyesuaikan dengan kebutuhannya sendiri. Beberapa kursusan juga menyediakan program paket-an yang dapat diambil dengan program satu hari penuh selama beberapa minggu.

Mempunyai Banyak Destinasi Wisata

Tak hanya belanajar bahasa, Kampung Inggris juga mempunyai banyak pilihan destinasi wisata yang biasa dikunjungi para siswa saat akhir pecan di waktu libur program belajar. Beberapa destinasi wisata di sekitar Kampung Inggris adalah Kecamatan Pare memiliki beberapa tempat wisata, yaitu: Masjid An-Nur Pare di Tulungrejo, Garuda Park di Pelem, Stadion Canda Birawa di Tulungrejo, Candi Surawana, , Taman Kilisuci di Tulungrejo, Candi Tego Wangi di Tegowangi, Pemandian CORAH, Alun-Alun Pare di Pusat Kota, Terowongan  Surowono, Grosir Ikan Hias, Taman Adipura, Monumen Garuda,, Taman Wisata Ubalan, Monument Kediri Simpang Lima Gumul (SLG),  Gunung Kelud,, Goa selomangleng, Air terjun Dolo dan Irenggolo.

 

Fasilitas Umum

Banyak Tempat Ibadah, terutama Masjid dan Mushola

Bank : BRI, BNI, MEGA, MANDIRI, DANAMON, JATIM, dll.

Rumah Sakit : RSUD (di desa Pelem), RS. AMELIA, RS. HVA.

Dokter Praktek : banyak di sekitar Kampoeng Inggris

Warnet, Wartel : banyak disekitar Kampung Inggris

Kantor Polisi, Kantor Pos : 2 km dari lokasi kursus

Kos atau Homestay : Rp. 80.000 sampai 200.000 per orang per bulan (Satu Kamar disis 2-4 orang) & Rp. 300.000 - 500.000/orang per bulan sekamar sendiri.

Kantin atau  Warung makan murah : mulai dari Rp. 2.500,-

Toko Buku : ada disekitar kursus

Laundry : Rp. 2.000 per kg.

Kantor Pos : Jasa pengiriman dan jemput barang dari tempat kos

Travel Agent

 

Rute Menuju Kampung Inggris

Untuk menuju Kampung Inggris Pare dari wilayah manapun, kamu bisa menuju Jombang dan Kediri yang mengunakan transportasi darat seperti Kereta Api dan Bus, sedangkan bagi kamu yang menuju pare mengunakan transportasi Udara yakni Pesawat Terbang. Berikut ini rute lengkapnya dari stasiun dan terminal Jombang dan Kediri serta dari bandara Juanda.

Rute dari Kediri, bisa kamu akses melalui;  Stasiun Kediri dan Terminal Kediri. Sedangkan jika dari Jombang, bisa melalui; Stasiun Jombang dan Terminal Jombang. Untuk yang menggunakkan pesawat terbang bisa melalui Bandara Juanda. Masing-masing stasiun, terminal, dan bandara ada angkutan khusus menuju Kampung Inggris. Tapi jika butuh pelayanan yang mudah, para calon pelajar Kampung Inggris bisa menggunakkan jasa antar jemput dari travel agent atau lembaga-lembaga kursus yang mereka pilih untuk program belajar di Kampung Inggris, Pare, Kediri, Jawa Timur. (fau/dbs/kampunginggris/visitpare)

 


Back to Top