Wisata Halal Jawa Timur (5)

Taman Nasional Baluran: Africa Van Java dengan Pesona Panorama Alam yang Sejukkan Mata

gomuslim.co.id- Satu lagi, destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, yaitu Taman Nasional Baluran. Taman konservasi banyak flora dan fauna ini digadang-gadang sebagai padang savana Afrika yang ada di Indonesia. dengan mengunjungi taman ini, wisatawan tak hanya bisa mendapatkan panorama alam yang indah, tapi juga pengalaman seru dengan lebih dekat bersama alam semesta.

Taman Nasional Baluran atau juga lebih di kenal dengan julukannya, Africa Van Java adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi.

Sejarah Africa Van Java

Taman Nasional Baluran adalah salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi (sebelah utara), Jawa Timur, Indonesia. Nama dari Taman Nasional ini diambil dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu Gunung Baluran.

Taman nasional ini terdiri dari tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Tipe vegetasi sabana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran yakni sekitar 40 persen dari total luas lahan.

Pembangunan taman ini berawal dari tahun 1928 AH. Loedeboer, seorang pemburu kebangsaan Belanda yang memiliki daerah Konsesi perkebunan di Labuhan Merak dan Gunung Mesigit, pernah singgah di Baluran. Dia telah menaruh perhatian dan meyakini bahwa Baluran mempunyai nilai penting untuk perlindungan satwa, khususnya jenis mamalia besar.

Pada tahun 1930 KW. Dammerman yang menjabat sebagai Direktur Kebun Raya Bogor mengusulkan perlunya Baluran ditunjuk sebagai hutan lindung.

Pada tahun 1937,  Gubernur Jenderal Hindia Belanda menetapkan Baluran sebagai Suaka Margasatwa dengan ketetapan GB. No. 9 tanggal 25 September 1937 Stbl. 1937 No. 544.

Pada masa pasca kemerdekaan, Baluran ditetapkan kembali sebagai Suaka Margasatwa oleh Menteri Pertanian dan Agraria Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor. SK/II/1962 tanggal 11 Mei 1962. Pada tanggal 6 Maret 1980, bertepatan dengan hari Strategi Pelestarian se-Dunia, Suaka Margasatwa Baluran oleh menteri Pertanian diumumkan sebagai Taman Nasional.

Luas Kawasan Taman Nasional Baluran

Berdasarkan SK. Menteri Kehutanan No. 279/Kpts.-VI/1997 tanggal 23 Mei 1997 kawasan TN Baluran ditetapkan memiliki luas sebesar 25.000 Ha.

Sesuai dengan peruntukkannya luas kawasan tersebut dibagi menjadi beberapa zona berdasarkan SK. Dirjen PKA No. 187/Kpts./DJ-V/1999 tanggal 13 Desember 1999 yang terdiri dari:

-Zona inti seluas 12.000 Ha.

-Zona rimba seluas 5.537 ha (perairan = 1.063 Ha dan daratan = 4.574 Ha).

-Zona pemanfaatan intensif dengan luas 800 Ha.

-Zona pemanfaatan khusus dengan luas 5.780 Ha, dan zona rehabilitasi seluas 783 Ha.

 

Vegetasi

Taman Nasional ini memiliki sekitar 444 jenis tumbuhan dan di antaranya merupakan tumbuhan asli yang khas dan mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering. Tumbuhan khas tersebut adalah:

-Widoro bukol (Ziziphus rotundifolia)

-Mimba (Azadirachta indica)

-Pilang (Acacia leucophloea)

 

-Tumbuhan lainnya antara lain:

Asam jawa (Tamarindus indica)

Gadung (Dioscorea hispida)

Kemiri (Aleurites moluccana)

Gebang (Corypha utan)

Api-api (Avicennia sp.)

Kendal (Cordia obliqua)

Salam (Syzygium polyanthum)

Kepuh (Sterculia foetida)

Satwa:

Sekelompok rusa di wilayah pos Bama, Baluran.  Di Taman Nasional ini terdapat 26 jenis mamalia, di antaranya adalah: Banteng (Bos javanicus javanicus), Kerbau liar (Bubalus bubalis), Ajag (Cuon alpinus javanicus), Kijang (Muntiacus muntjak muntjak), Rusa (Cervus timorensis russa), Macan tutul (Panthera pardus melas), Kancil (Tragulus javanicus pelandoc), Kucing bakau (Prionailurus viverrinus), Satwa banteng merupakan maskot atau ciri khas dari Taman Nasional Baluran.

Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung, di antaranya termasuk burung langka seperti:Layang-layang api (Hirundo rustica), Tuwuk asia (Eudynamys scolopacea), Burung merak (Pavo muticus), Ayam hutan merah (Gallus gallus), Kangkareng (Anthracoceros convecus), Burung rangkong (Buceros rhinoceros), dan lainnya.

Pos Pengamanan dan Destinasi Wajib di Taman Nasional Baluran

Taman nasional ini dibagi menjadi beberapa pos pengamatan. Pos di Taman Nasional ini antara lain:

Batangan: terdapat peninggalan sejarah berupa goa Jepang, makam putra Maulana Malik Ibrahim, atraksi tarian burung merak pada musim kawin (antara bulan Oktober/November) dan berkemah. Fasilitas yang ada di sini antara lain pusat informasi dan bumi perkemahan.

Bekol dan Semiang: terdapat fasilitas pengamatan satwa seperti ayam hutan, merak, rusa, kijang, banteng, kerbau liar, dan burung. Fasilitas yang adadi sini antara lain wisma peneliti, wisma tamu, dan menara pandang.

Bama, Balanan, dan Bilik: merupakan lokasi wisata bahari, lokasi memancing, menyelam atau snorkeling, dan atraksi perkelahian antar rusa jantan (pada bulan Juli atau Agustus) dan atraksi kawanan kera abu-abu yang memancing kepiting atau rajungan dengan ekornya pada saat air laut surut.

Manting, dan Air Kacip: terdapat sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun, dan merupakan habitat macan tutul.

Popongan, Sejile, Sirontoh, Kalitopo:  terdapat fasilitas untuk naik sampan di laut yang tenang, melihat berbagai jenis ikan hias, dan lokasi pengamatan burung migran.

Curah Tangis: terdapat fasilitas untuk kegiatan panjat tebing dengan tinggi 10-30 meter, dan kemiringan sampai 85%.

Musim kunjungan terbaik adalah bulan Maret sampai  Agustus setiap tahunnya.

Beberapa daerah di Taman Nasional Baluran yang sering dikunjungi wisatawan dan masyarakat untuk berbagai keperluan terutama yang dimanfaatkan sebagai daerah tujuan wisata antara lain: Gua Jepang, Curah Tangis, Sumur Tua, Evergreen Forest, Bekol, Bama, Manting, Dermaga, Kramat, Kajang, Balanan, Lempuyang, Talpat, Kacip, Bilik, Sejileh, Teluk Air Tawar, Batu Numpuk, Pandean, dan Candi Bang. Adapun wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Baluran meliputi wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Dari berbagai obyek wisata yang ada di Taman Nasional Baluran sebagian telah dikembangkan menjadi produk wisata, antara lain Gua Jepang, Curah Tangis, Visitor Centre, Candi Bang, Savana Semiang, Savana Bekol, Evergreen Forest Bekol, dan Pantai Bama.

 

Akomodasi dan Rute Perjalanan

Penginapan di Taman Nasional Baluran

Untuk pengunjung yang berencana ingin menghabiskan malam di lokasi dapat memanfaatkan beberapa homestay yang telah disediakan. Namun perlu diketahui bahwa memang ada 2 destinasi di Taman Nasional Baluran ini, yaitu Padang Savana (Savana Bekol) dan pantai Bama. Aktivitas yang dapat dilakukan di kedua tempat tersebut berbeda, Tentu untuk tempat menginapnya pun dibedakan.

Penginapan di Savana Bekol: jika pengunjung ingin menikmati pemandangan padang rumput, satwa liar, hiking, Trecking dapat menginap di wisnu Savana Bekol.

*Rumah tersedia: 3

*Kapasitas: 25 orang

*Harga permalam: Rp 35.000/orang

Penginapan di Pantai Bama

Jika pengunjung ingin menikmati keindahan pantai, Sailing, snorkeling, pengunjung dapat menginap di wisnu Pantai Bama.

*Rumah tersedia: 5

*Harga permalam: Rp. 75.000/orang

*Kapasitas: 14 orang

 

Harga Tiket Masuk Taman Nasional Baluran

Harga Tiket Masuk Pada Hari Senin-Sabtu:

Subjek Harga

Wisatawan domestic:  Rp. 5.000

Wisatawan asing:        Rp. 150.000

Kendaraan roda 2:      Rp. 5.000

Kendaraan roda 4:      Rp. 10.000

 

Harga tiket masuk Pada Hari Minggu:

Subjek Harga

Wisatawan domestic:  Rp. 7.500

Wisatawan asing:        Rp. 225.000

Kendaraan roda 2:      Rp. 7.500

Kendaraan roda 4:      Rp. 15.000

Note: Semua harga diatas dapat berubah sewaktu waktu

 

Rute Menuju Taman Nasional Baluran

Akses menuju Taman Nasional Baluran sangat mudah, baik bagi pengguna kendaraan bermotor maupun kendaraan roda empat. Taman Nasional Baluran dapat ditempuh melalui arah barat dan timur. Baik berangkat dari arah barat maupun dari arah timur akan melewati jalur Pantura (Jalur pesisir Pantai utara). Apabila berangkat dari arah Surabaya maka rute yang ditempuh adalah,

Surabaya => Pasuruan => Probolinggo => Situbondo => Baluran

Apabila berangkat dari Denpasar, Bali, maka rute yang harus ditempuh adalah,

Denpasar => Banyuwangi => Baluran

Jarak Taman Nasional Baluran ke Surabaya kurang lebih 255 km, dan jarak Baluran dari Pusat Kota Situbondo adalah 60 km. Dan jika berangkat dari Barat maka akan melintasi hutan yang cukup panjang. Namun pemandangan di sepanjang hutan ini sangat indah, sehingga terasa menyenangkan meskipun perjalanan yang ditempuh cukup panjang.

Lokasi dan Peta Taman Nasional Baluran Situbondo

Jarak Denpasar Ke Taman Nasional Baluran kurang lebih 159 km. Sedangkan jarak Banyuwangi ke Baluran adalah 60 km. Ketika sudah sampai di pintu masuk, pengunjung dapat membeli tiket dan melanjutkan perjalanan sejauh 12 km untuk menuju pusat lokasi wisata.

Taman Nasional Baluran terletak di Kabupaten Situbondo, tepatnya berada di desa Wongsorejo, Kecamatan Banyuputih. Lokasi Baluran memang agak terisolasi dari pusat keramaian, mengingat tempatnya memang sangat terpencil. Jarak Dari jalan raya ke lokasi adalah 12 km. Lokasi Taman Nasional Baluran di Google Map. (fau/dbs/tabloidwisata/tamanbaluran)

 


Back to Top