Wisata Halal Wonosobo (5)

Jadi Destinasi Favorit Para Pendaki, Ini Pesona Tiga Gunung di Wonosobo

gomuslim..co.id-  Bagi para pendaki, tiga gunung ini sudah tak asing lagi. Apalagi, destinasi wisata alam di Wonosobo ini menjadi favorit para pendaki, bahkan bagian dari wishlist destinasi pendakian yang harus ditaklukan oleh mereka yang mencintai wisata adrenalin sambil menikmati puncak gunung yang mempesona.

Ketiga gunung tersebut adalah Gunung Sumbing, Gunung Prau, dan Gunung Sindoro. Destinasi tersebut memiliki pesona dan tantangan masing-masing untuk bisa ditaklukan oleh para pendaki. Berikut ulasan gomuslim tentang pesona tiga gunung di Wonosobo tersebut:

1.      Gunung Sumbing

Gunung Sumbing adalah gunung api yang terdapat di Jawa Tengah, Indonesia. Berdiri tegak setinggi 3.371 meter di atas permukaan laut, gunung Sumbing merupakan gunung tertinggi ketiga di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru dan Gunung Slamet. Gunung ini secara administratif terletak di tiga wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Magelang; Kabupaten Temanggung; dan Kabupaten Wonosobo. Bersama dengan Gunung Sindoro, Gunung Sumbing membentuk bentang alam gunung kembar, seperti Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, apabila dilihat dari arah Temanggung. Celah antara gunung ini dan Gunung Sindoro dilalui oleh jalan provinsi yang menghubungkan kota Temanggung dan kota Wonosobo. Jalan ini biasa dijuluki sebagai ""Kledung Pass".

Selain itu, Gunung Sumbing mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Sebagian besar wilayah kereng gunung ini telah digunakan untuk lahan pertanian.

Adapun, Letusan terakhir tercatat pada tahun 1730, yang membentuk kubah lava dengan aliran lava ke arah bibir kawah terendah.

Jalur Pendakian Gunung Sumbing

Jalur pendakian Gunung Sumbing paling populer adalah melalui pos Garung. Garung adalah sebuah desa di kaki bagian utara Gunung Sumbing, di kawasan Kledung Pass. Dekat dengan Desa Garung tersebut juga terdapat basecamp untuk pendakian ke Gunung Sindoro.

Letak Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro saling berhadapan. Banyak disebut oleh masyarakat bahwa gunung Sumbing-Sindoro adalah gunung kembar layaknya gunung Merapi-Merbabu. Tinggi yang tidak jauh berbeda, dan juga kondisi alam gunung yang juga hampir sama. Namun bagi para pendaki Gunung Sumbing memiliki trek yang lebih berat daripada Gunung Sindoro.

Bagi kamu yang ingin mendaki Gunung Sumbing untuk pertama kali, disarankan untuk melalui jalur Garung karena lokasinya yang mudah dijangkau dan cukup populer, jadi kamu akan menemukan banyak barengan. Gunung Sumbing sendiri memiliki 2 puncak, yaitu Puncak Buntu (3362 Mdpl), dan Puncak Sejati (3371 Mdpl), biasanya para pendaki hanya sampai di Puncak Buntu karena lebih mudah, namun jika kamu ingin sampai di Puncak Sejati juga tidak masalah.

Basecamp Gunung Sumbing via Garung cukup mudah ditemukan karena lokasinya yang berada di samping jalan. Jika kamu dari Semarang dan Sekitarnya bisa melalui jalur Sumowono-Temanggung-Wonosobo, tepat setelah perbatasan Temanggung dan Wonosobo terdapat jalur kekiri dengan papan petunjuk “Basecamp Garung Gunung Sumbing”.

2.      Gunung Sindoro

Gunung Sindoro, biasa disebut Sindara, atau juga Sundoro (Ketinggian puncak 3.150 mdpl) merupakan sebuah gunung volkano aktif yang terletak di Jawa Tengah, Indonesia, dengan Temanggung sebagai kota terdekat. Gunung Sindoro terletak berdampingan dengan Gunung Sumbing.Gunung sindara dapat terlihat jelas dari puncak sikunir dieng.

Kawah yang disertai jurang dapat ditemukan di sisi barat laut ke selatan gunung, dan yang terbesar disebut Kembang. Sebuah kubah lava kecil menempati puncak gunung berapi. Sejarah letusan Gunung Sindara yang telah terjadi sebagian besar berjenis ringan sampai sedang (letusan freatik).

Selain itu, hutan di kawasan Gunung Sindoro mempunyai bertipe hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Jalur Pendakian Gunung Sindoro

jalur yang umum digunakan, terletak di desa Kledung. Untuk menuju basecamp pendakian gunung sindoro via kledung ini bisa dengan naik bus jurusan Magelang – Wonosobo, dan turun di desa Kledung.

Jalur pendakian gunung sindoro menuju ke pos 1 berupa jalan bebatuan melewati lahan pertanian penduduk. Sudah banyak jasa ojek yang tersedia untuk menuju pos 1, namun jika kamu memih berjalan kaki, maka kamu membutuhkan waktu sekitar 45 menit sampai 1 jam. Setelah melewati batas lahan pertanian penduduk dengan hutan akan sampai di Watu Gede pada di ketinggian 1.900 mdpl.

 

Perjalanan dilanjutkan dengan rute jalan landai berupa tanah padat yang lama kelamaan akan menanjak namun tergolong masih belum terlalu berat. Sekitar 2 jam akan sampai di pos 2 di ketinggian 2.120 mdpl.

Selanjutnya, perjalanan ke Pos 3 yang merupakan pos terakhir berupa trek menanjak berupa tanah padat bercampur bebatuan, mendekati pos 3, jalur semakin menanjak dengan trek bebatuan besar.Sekitar 3 jam akan tiba di pos 3 dengan ketinggian 2.530 mdpl. Di sini biasanya para mendaki membangun tenda untuk melanjutkan  summit esok hari. Setelah melewati hutan lamtoro yang cukup panjang akan tiba di pos 4 yaitu Batu Tatah.

3.      Gunung Prau

Berada di ketinggian 2.565 mdpl, Gunung Prau menjadi gunung tertinggi di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Secara administrasi lokasi Gunung Prau Dieng memanjang meliputi lima kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Batang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Kendal. Di setiap kabupaten ini terdapat jalur-jalur pendakian yang sudah biasa ditempuh.

Selain itu, puncak Gunung Prau merupakan padang rumput luas yang memanjang dari barat ke timur. Bukit-bukit kecil dan sabana dengan sedikit pepohonan dapat kita jumpai di puncak. Gunung ini merupakan puncak tertinggi di kawasan Dataran Tinggi Dieng, dengan beberapa puncak yang lebih rendah di sekitarnya, antara lain Gunung Sipandu, Gunung Pangamun-amun, dan Gunung Juranggrawah.

Akses Pendakian Gunung Prau

Adapun, akses menuju Gunung Prau cukup mudah. Kamu bisa memulainya dari desa-desa yang menjadi basecamp awal pendakian. Medan atau trek pendakian Gunung Prau juga tergolong cukup ringan dan cukup gampang ditempuh oleh pendaki pemula. Kawasan Gunung Prau yang sebagian besar ditutupi oleh rerumputan dan semak belukar menjadikan medannya cukup aman. Tidak banyak pepohonan tinggi yang akan menutupi pemandangan. Jalan setapak menuju puncak tidak terlalu menanjak sehingga menjadikannya tidak terlalu sulit dan tidak terlalu menguras tenaga.

 

Ada beberapa jalur yang bisa kamu gunakan untuk mencapai Gunung Prau. Jalur yang paling terkenal dan paling banyak digunakan adalah Jalur Dieng dan Jalur Patak Banteng. Kedua jalur ini banyak dipilih para pendaki karena medan di kedua jalur ini cukup ringan dan jarak tempuhnya lebih pendek, yaitu 3 sampai 4 jam saja. Di antara dua jalur terkenal ini, Jalur Patak Banteng adalah jalur yang favorit para pendaki. Seperti namanya, basecamp atau titik awal pendakian Jalur Patak Banteng ini adalah dari Desa Patak Banteng. Dengan jalur ini hanya dibutuhkan waktu 2-3 jam pendakian. Sebelum mencapai puncak ada tiga pos peristirahatan yang akan kamu temui.

Sayangnya, mulai Januari 2018 ini, Gunung Prau diistirahatkan sementara. Pendakian Gunung Prau akan ditutup 5 Januari sampai 4 April 2018. Perbaikan jalur pendakian dan penghijauan akan dilakukan seiring penutupan tersebut. Perum Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, menutup pendakian Gunung Prau, Jawa Tengah di awal 2018. Langkah tersebut sebagai tindakan rutin yang dilakukan setiap tahun. (fau/mytrip123/wisatadieng/dbs/foto: ist)


Back to Top