Wisata Halal Kota Palembang (3)

Satu-Satunya di Indonesia, Begini Pesona Hutan Pinus ‘Punti Kayu' di Tengah Kota Palembang

gomuslim.co.id- Berlibur ke Kota Palembang tidak lengkap jika belum mengeksplore keindahan alamnya yang mempesona. Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu adalah sebuah taman atau hutan wisata dan rekreasi keluarga di Palembang, Sumatera Selatan.

Terletak di tengah kota Palembang tepatnya di Kota Palembang, Jalan Raya Palembang - Jambi tepatnya di Jalan Kol H Burlian Km 7 Palembang.

Hutan Pinus Terbesar

Uniknya, Punti Kayu merupakan hutan pinus dalam kota terbesar di Indonesia. Luasnya mencapai 12 hektar, menjadi paru-paru kota yang di dalamnya tumbuh tanaman yang didominasi oleh tanaman jenis pinus. Sehingga menjadi tempat liburan favorit yang ramai dikunjungi warga kota Palembang khususnya pada akhir pekan dan hari-hari libur

Kawasan ini dilengkapi dengan fasilitas flying fox, taman bermain, miniatur 7 keajaiban dunia, danau, waterpark, dan berbagai hiburan lainnya.

Menjadi Penyeimbang Alam

Selain menjadi tempat favorit wisata tengah kota, Punti Kayu berkontribusi dalam penyerapan karbon dioksida dan mengimbangi pembangunan kota Palembang yang cukup pesat. Punti Kayu telah mendapat beberapa penghargaan Adipura dalam usahanya mempertahankan hutan konservasinya. Lebih dari 80% lahan Punti Kayu adalah lahan konservasi yang hingga saat ini masih sangat terjaga.

Ditetapkan menjadi Hutan Wisata Punti Kayu seluas 50 ha berdasarkan SK Menteri Kehutanan. Kawasan TWA Punti Kayu saat ini telah diusahakan oleh pihak ketiga (PT Indosuma Putra Citra) untuk kegiatan pariwisata alam dengan Izin Pengusahaan Pariwisata Alam (IPPA) pada areal TWA Punti Kayu seluas 39,9 ha untuk jangka waktu 30 tahun terhitung mulai tahun 1999.

Sejak lama Taman Wisata Alam Punti Kayu diketahui telah berkembang menjadi hutan pinus. Tak banyak mengetahui, jika kawasan tersebut sengaja ditanam pemerintah Kolonial Belanda sejak tahun 1937 lalu. Awalnya, luas lahan dikembangkan mencapai 98 hektar, kini tersisa 50 hektar. Sebelum Punti Kayu, taman wisata alam tersebut pernah dinamakan Taman Sari serta Syailendra. 

Di awal pencanangannya sebagai hutan wisata, Hutan Wisata Punti Kayu memegang teguh fungsinya sebagai tempat konservasi, tempat wisata dan rekreasi, tempat penelitian dan pendidikan, hingga tempat penunjang kegiatan budaya. Tidak mengherankan jika memasuki masa liburan, banyak siswa yang datang dari berbagai sekolah dan mahasiswa yang datang untuk meneliti, belajar sambil mengenal kekayaan flora dan fauna Indonesia.

Melestarikan Keanekaragaman Hayati Jenis Kayu

Berdasarkan survey dan inventarisasi tahun 2008, kawasan TWA Punti Kayu memiliki berbagai jenis flora dan fauna. Jenis flora yang mendominasi yaitu pinus dan meranti. Keragaman flora antara lain mahoni, meranti, pulai, albasia, sengon, ampupu, akasia, kayu putih, bambu, ketapang, beringin, plangas, phillicium, akasia, bungur, jarak, kayu talok, angsana, walikukun, seru, kapuk, lamtoro, asam jawa, keruing, sungkai, laban, kiteja, waru.

Jenis fauna yang berada di TWA Punti Kayu antara lain kera ekor panjang, beruk, bajing tanah, ular phiton, biawak, burung raja udang, burung murai, burung kutilang, burung but-but, burung cici, burung sesap madu, burung perkutut, burung prenjak, burung pipit.

Wahana Berpetualang

Selain itu, untuk menunjang kegiatan wisata di area hutan, pengelola juga membangun berbagai wahana wisata seperti jembatan gantung, perahu bebek, perahu naga, kebun binatang, outbond training yang dilengkapi dengan kanopi bridge dan flying fox. Dengan perahu naga, pengunjung bisa menjamahi rawa hutan dan bermuara di Danau Punti Kayu yang disekitarnya ditumbuhi pohon pinus. Jika beruntung, pengunjung akan menemukan sekawanan kera ekor panjang dan burung-burung langka yang hinggap di pepohonan.

Tidak jauh dari areal tempat bermain anak, ada kebun binatang yang tiket masuknya Rp 5.000, di dalam areal kebun binatang banyak beragam binatang yang disangkar, seperti buaya, orang utan, owa, beruang madu, elang dan 25 jenis satwa liar lainnya. Anda juga bisa berkeliling dengan menunggang kuda/gajah yang tersedia dengan track yang telah ditentukan hanya dengan membayar Rp 5.000 sampai Rp 15.000.

Pengelola Hutan Wisata Punti Kayu juga kerap melaksanakan fungsinya sebagai sarana edukasi, dengan mengadakan berbagai kegiatan seperti program penanaman pohon, pengamatan satwa, hingga paket wisata anak cerdas. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memperkenalkan anak-anak dengan kekayaan flora dan fauna yang ada Indonesia. Dari kegiatan tersebut diharapkan tumbuh kepedulian dalam diri anak-anak, sehingga muncul keinginan untuk terus menjaga dan melestarikan alam Indonesia.

Lokasi ke TWA Punti Kayu

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke taman wisata alam ini, jika berangkat dari pusat kota di Masjid Agung Palembang, rute yang di lalui itu lurus ke Jl. Jend.Sudirman sampai ke KM 7. Dan jika naik angkutan umum, dari Masjid Agung kalian bisa naik angkutan umum jurusan KM 5 setalah itu turun dan naik lagi angkutan umum jurusan Talang Betutu. Namun, sebelumnya minta supir angkutan umum agar berhenti di depan Punti Kayu.

Harga Angkutan Umum sekali naik Rp. 4.000, ada pula alternatif angkutan umum yaitu Trans Musi, naik dari halte Masjid Agung dan berhenti di halte Punti Kayu sesuai tarif transmusi terbaru. (nat/wisatapalembang/dbs/foto: puntikayu)


Jam Operasional

Hari Kerja : (Senin-Jumat) jam 09.00 s/d 16.00 wib

Hari Libur : (Sabtu-Minggu) jam 09.00 s/d 17.00 wib

Harga tiket masuk : Dewasa Rp 10.000, Anak-anak Rp 5.000, Mobil Rp 12.000, Motor Rp 7.000, Masuk wahana Rp 10.000.

 

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top