Wisata Halal Kota Balikpapan (2)

Jadi Destinasi Wisata Sejarah dan Religi, Ini Masjid Tertua di Kota Balikpapan

gomuslim.co.id- Kota Balikpapan mempunyai destinasi wisata religi yang patut dikunjungi. Destinasi ini bisa menjadi wisata sejarah dan wisata religi sekaligus, karena menyimpan tonggak sejarah kuno di kota ini.

Destinasi tersebut adalah masjid tertua di Balikpapan. Masjid yang terletak di daerah perkampungan tua Kampung Baru ini merupakan bangunan pertama yang menjadi tempat ibadah Umat Islam. Bahkan beberapa buku sejarah Balikpapan menyebutkan bahwa masjid bernama Jami’ Al Ula ini adalah tonggak sejarah penyebaran Islam di Balikpapan. Masjid yang konon sudah ada sejak zaman kolonial Belanda ini dikisahkan sempat mengalami beberapa kali renovasi, terutama saat Jepang menjatuhkan bom di daerah sekitarnya. Masjid ini bahkan disebut-sebut sering kali selamat dari kebakaran yang kerap terjadi di Balikpapan Barat.

Sejarah Masjid

Berdasarkan sejarahnya, masjid ini berdiri pada masa penjajahan pemerintah colonial Belanda sejak 350 tahun silam. Awalnya masjid ini adalah sebuah tempat ibadah syuro atau mushola yang bentuk fisik bangunannya hanya berupa dinding dan lantai papan kayu dengan beratapkan sirap.

Dulu, kawasan Kampung Baru adalah lokasi singgah para saudagar Islam asal Sulawesi Selatan, Banjarmasin, Penajam dan Jenebora. Mereka berdagang berbagai keperluan masyarakat kala itu disamping syiar agama Islam di bumi borneo. Untuk lokasi beribadah, kemudian dipilihlah suatu tempat di pinggir pantai untuk pendirian syuro yang kini lebih dikenal dengan nama Masjid Al – Ula.

Patut dimaklumi, Kampung Baru saat itu adalah pusat perdagangan di Kalimantan. Bahkan, Kampung Baru sendiri adalah kota tertua yang menjadi cikal bakal perkembangan Balikpapan hingga sekarang ini. Namun nama nama pendiri awal dari Masjid Jami’ Al-Ula ini tidak tercatat.

Masjid Al – Ula telah beberapa kali mengalami renovasi dari dulunya hanya bangunan syuro kontruksi kayu menjadi semegah seperti saat ini. Deretan nama nama tokoh Bugis saat itu bermunculan sebagai penggagas renovasi masjid seperti H Ambo Laupe (kepala kampung), H Mandarwasa, H Sakka hingga penggawa Lotong.

Kepala kampung saat ini mewakafkan tanahnya untuk tempat berdirinya syuro Al – Ula hingga secara lisan diberikan melalui imam masjid, KH Jamaluddin Daeng Malewa. Atas dasar hak wakaf sudah diberikan, keduanya merenovasi bangunan syuro serta menetapkan nama Masjid Al – Ula untuk penghormatannya. Penetapan nama Masjid Jami’ Al-Ula terjadi saat renovasi pertama dilakukan.

Pernah Dibakar dan Dijatuhi Bom

Sejak awal berdirinya, masjid ini menyimpan banyak keistimewaan dan keajaiban yang hingga kini terkadang di luar akal serta nalar manusia.

Balikpapan menjadi salah satu kota yang menjadi incaran pengeboman pesawat pesawat sekutu pada masa perang dunia kedua 1941 – 1945. Pasukan pimpinan Negara Inggris ini mengincar basis pertahanan Jepang yang membangun pos pertahanan di kawasan Kampung Baru saat itu.

Salah satu pesawat sekutu menjatuhkan bom aktif yang tepat mengenai pinggiran samping bangunan Masjid Al – Ula. Namun berkat kebesaran Allah SWT bom tersebut tidak meledak. Demikian pula saat kebakaran besar Kampung Baru pada tahun 1948 tidak mampu menjangkau bangunan masjid yang berdempetan dengan bangunan masyarakat.

Puncaknya kala pemberontakan era 65 yang merembet hingga Balikpapan hingga simpatisan faham komunis menyerang setiap masjid yang masih berdiri. Masjid Al – Ula menjadi sasaran pembakaran hingga si jago merah melalap seluruh bangunan masjid. Namun ajaibnya, bangunan dan barang barang masjid tidak hangus terbakar. Hanya barang barang ungsian milik masyarakat sekitar yang terbakar habis jadi abu. Bencana kebakaran tahun 1984 juga tetap tidak mampu meruntuhkan keagungan masjid tertua di Balikpapan ini.

Kabar Terkini Masjid

Renovasi terakhir Masjid Jami' Al Ula dilakukan pada 2014 dengan penambahan empat menara baru yang dibangun di setiap sudut. Pembuatan plafon, tempat wudhu, menambah ketinggian menara induk setinggi tujuh meter, dan pelapisan untuk dinding masjid dengan granit.

Sayangnya, serangkaian renovasi tersebut, tak ada lagi sejarah yang tertinggal dari bangunan lama, meskipun dokumentasi atau berupa fisik dari bangunan lama berkonstruksi kayu itu. (fau/newsbalikpapan/dbs/foto: tribunbalikpapan)

Lokasi:

 Masjid Jami’ Al – Ula: Jalan Jenderal Suprapto RT 15 No 1 Kelurahan Baru Ulu Balikpapan Barat. 


Back to Top