Wisata Halal Pontianak (2)

Telusuri Jejak Sejarah Suku Melayu dan Dayak di Museum Kalimantan Barat

gomuslim.co.id- Kalimantan Barat memiliki pesona keindahan alam yang eksotis, sungai yang membentang dan memutus daratan. Tiap-tiap daratan mewakili berbagai desa. Meski satu suku, satu dan lainnya berbeda bahasa. Hal ini yang menjadikan Kalimantan Barat kaya akan budaya.

Keragaman budaya, suku dan bahasa tersimpan dalam satu wadah yakni museum. Sehingga siapa saja yang berkunjung bisa menikmati dan mendapat informasi tentang budaya di tanah khatulistiwa ini.

Letaknya tidak jauh dari Masjid Raya Mujahidin Kalbar, Museum Kalimantan Barat berada di Jln. Jend. Achmad Yani Pontianak. Dari depan terlihat bangunan bergaya rumah panggung, dan ornamen ciri khas Kalimantan.

Tempat ini menyimpan  informasi yang berkaitan dengan sejarah peradaban Suku Melayu dan Dayak, dua suku terbesar di Kalimantan Barat.

Harga tiket masuk Rp 6.000 per orang, buka setiap hari Selasa sampai Kamis mulai pukul 08.00-15.00 wib. Sementara pada Jumat hingga Minggu, 08.00-11.00 wib dan 13.00-15.00 wib. Sedangkan hari Sabtu, Minggu dan Libur Nasional, 08.00-14.00 wib, dan tutup pada hari Senin.

Museum Kalbar memilik dua spot informasi seputar museum, Gedung Pameran Tetap dan Plaza Museum. Gedung Pameran Tetap terdiri dari ruangan terbuka dan ruangan tertutup. Ruangan terbuka (selasar) ditata 7 Istana Raja, Rumah Betang, dan Rumah Lima. Ruang tertutup terdiri dari;

1. Ruang Pengenalan Sejarah Dan Alam Lingkungan, terdiri dari:

-Koleksi Geologi/Geografika

-Koleksi Biologika (Flora Dan Fauna)

-Koleksi Arkeologika

-Koleksi Historia

-Koleksi Numismatika Dan Heraldika

 

2. Ruang Budaya Kalimantan Barat, terdiri dari;

-Koleksi Etnografi

-Koleksi Filologi

-Koleksi Seni Rupa

-Koleksi Teknologi

3. Ruang Keramik, terdiri dari:

-Keramik Cina

-Keramik Asia Tenggara

-Keramik Eropa

-Keramik Lokal

Sedangkan, Plaza Museum menampilkan koleksi yang ada di Gedung Pameran Tetap, yang terdiri dari:

  1. Koleksi Replika (Replika Prasasti Batu Pait)
  2. Koleksi Miniatur, antara lain; Miniatur Rumah Lanting, Dangau, Perahu Lancang Kuning, Perahu Tambe, dbs.

Gedung Pameran Tetap dan Plaza Museum

Gedung Pameran Tetap menyimpan benda-benda bersejarah dan diorama. Sementara di belakang ada taman yang cukup luas berkonsep miniatur bangunan tempat tinggal dan berbagai replika kapal. Sehingga, setiap pengunjung yang datang dapat mengamati dan belajar akan budaya.

Memasuki pintu utama, pengunjung akan disambut dengan peta Kalimantan dan diorama perkembangan manusia purba dari lahir hingga mati. Di sisi sebelah kiri terdapat diorama saat masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana (paleolitik) hingga perkembangan masa bercocok tanam.

Benda-benda bersejarah ratusan tahun masih tersimpan dengan baik. Mulai dari alat mencari makan, senjata pertahanan suku, dan hasil kerajinan tangan. Setiap benda yang dipamerakan memiliki nilai informasi dan edukasi mengenai sejarah dan makna.

Menariknya, pengunjung juga dapat melihat ruangan-ruangan ciri khas rumah Melayu kuno. Mulai dari ruang tamu, hingga dapur klasik yang di sebagian rumah penduduk Pontianak masih mempertahankan seperti bentuk aslinya. Uniknya, gaya Melayu di Kalimantan tidak jauh berbeda dengan suku Melayu Betawi di Jakarta. Terlihat dari ornamen pelaminan pengantin yang didominasi warna kuning dan hijau dengan pakaian pengantin seperti Betawi.

Kemudian, ada pula diorama mengenai seni musik dari suku Melayu dan Dayak. Alat musik pada suku Melayu lekat dengan musik-musik gambus bernafaskan Islam. Gendang, Gambus, Tar, Dan Rebana. Sedangkan alat musik Dayak terdiri dari Keledi, Sape, Ketipung, Seruling, Gendang, Dawu, Gambang, Dan Gong yang dimainkan untuk upacara adat atau memanggil roh nenek moyang.

Selain ruang pameran alat musik, ada pula ruang pameran alat tenun dan ragam hias kain tenun suku Melayu dan Dayak yang sering kali menjadi buah tangan dari pulau Kalimantan.

Dan di bagian ruangan akhir museum, terdapat ruang pameran berbagai benda-benda kuno peninggalan kerajaan. Seperti piring, porselin, dan keramik dari berbagai negara yang pernah singgah dan melakukan jalur perdagangan di Kalimantan.

Tips Berkunjung Ke Museum

Bagi kamu penggemar benda-benda bersejarah, dan berniat ke Museum Kalimantan Barat ini, agar terlebih dahulu membaca brosur panduan museum yang bisa didapatkan di depan pintu masuk. Sehingga pengunjung dapat mengetahui ada berapa ruangan-ruangan pameran di museum dan berkunjung secara beruntun. Berpakaian nyaman, membawa tas yang tidak berat, dan tentunya membawa kamera untuk mengabadikan momen seru sambil belajar dengan sejarah di setiap ruangannya. (nat)

 


Back to Top