#NgetripHalal

Berwisata Alam di Ibukota, Yuk Berkunjung ke Ekowisata Mangrove!

gomuslim.co.id - Mangrove, pernah mendengar istilah ini? orang awam mengenalnya dengan sebutan Bakau. Padahal ‘Mangrove’ dan ‘Bakau’ adalah dua istilah yang berbeda. Mangrove merupakan nama ekosistem tumbuhan yang dipengaruhi pasang surut air laut. Sedangkan Bakau adalah salah satu jenis dari mangrove atau bahasa latinnya dikenal dengan sebutan Rhizopora mucronata.

Indonesia sendiri memiliki luasan hutan mangrove 3,4 juta hektar, namun saat ini keberadaannya kian terancam akibat aktifitas deforestasi (penyusutan hutan mangrove akibat ditebang dan alihfungsi lahan) setiap tahunnya.

Dengan adanaya jumlah mangrove yang terus berkurang berdampak pada pengurangan kualitas air pesisir, keanekaragaman hayati, menghilangnya ikan dan habitat biota laut seperti ikan, udang, lobster, dan sebagainya. Hilangnya hutan mangrove juga memengaruhi habitat pesisir yang berdekatan, dan menghilangkan utama sumber daya untuk komunitas manusia yang bergantung pada hutan bakau untuk berbagai produk dan jasa.

Lalu, di mana kita bisa menemukan mangrove selain di pesisir? apakah mungkin di tengah kota ada pariwisata yang mengusung konsep mangrove? jawabannya ya, ada.

Terletak di Jalan Pantai Indah Kapuk Boulevard, Jakarta Utara. Kawasan ini mengusung konservasi mangrove, atau yang dikenal dengan Ekowisata Mangrove.

Secara istilah, Ekowisata terbagi atas dua konsep. Ekologi dan Wisata. Yakni salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

Selain itu, fungsi ekologi lainnya mangrove dapat menjadi tempat mencari makan berbagai biota laut (feeding ground), tempat pemijahan (spawning ground), dan tempat pertukaran nutrisi (export nutrient).  Secara umum, mangrove dapat mencegah terjadinya tsunami, abrasi, banjir rob dan intrusi air laut. Sedangkan, dari segi ekonomis, beberapa jenis mangrove juga dapat diolah menjadi berbagai panganan makanan seperti dodol, sirup, jus, kopi, teh, dan tepung.

Keanekaragaman Hayati

Ekowisata mangrove memilki fokus utama di pelestarian dan konservasi mangrove, sehingga hampir 90 persen tumbuhan yang terdapat di ekowisata adalah famili mangrove dan asosiasinya.

Sedikitnya terdapat 16 mangrove dari zonasi mayor, minor, dan asosiasi. Kebanyakan dari koleksi yang ada, Bakau atau Rhizopora mucronata menjadi mendominasi sebagian kawasan, hal ini dikarenakan jenis Rhizopora mudah beradaptasi dan tumbuh pada tingkat toleransi salinitas yang ekstream. Beberapa di antara jenis mangrove yang dapat ditemui di Ekowisata di antaranya; Rhizopora mucronata, Aviccenia marina, Sonneratia casseolaris, Bruguiera gymnorhiza, dan lain sebagainya.

Keanekaragaman Fauna

Bicara soal fauna, Ekowisata menjadi habitat berbagai fauna endemik hutan mangrove seperti monyet ekor panjang, reptil, ikan, dan burung. Kelompok monyet ekor panjang menjadi predator buah mangrove jenis Sonneratia casseolaris sehingga rantai makanan di Ekowisata berjalan dengan baik dan saling berkesinambungan.

Fasilitas

Salah satu yang menjadi daya tarik ekowisata dengan adanya jembatan atau trekking  mangrove yang selalu memikat pengunjung untuk singgah ke ekowisata. Pengunjung dapat menikmati pemandangan nuansa asri dengan berkeliling melintasi trekking mangrove sambil mengenal jenis-jenis mangrove yang ada.

Selain trekking mangrove, pengunjung yang menyukai hobi memancing juga dapat merasakan sensasi memancing ikan air tawar di danau yang terdapat di dalam ekowisata mangrove.

Ketersediaan toilet, kantin, ruang ganti dan mushola juga tersedia di ekowisata. Selain berkunjung untuk berwisata. Pengunjung juga dapat melakukan penelitian mangrove, bird watching, dan melakukan session foto yang berlatar belakang hutan mangrove yang asri.

Harga tiket ekowisata mangrove cukup terjangkau, pengunjung cukup membayar tiket parkir Rp 2.000 untuk motor, dan pengunjung dapat menikmati suasana asri dan oksigen terbaik dari mangrove. (nat)

 


Back to Top