Berkunjung ke Surabaya, Yuk Singgah di Masjid Agung Sunan Ampel!

gomuslim.co.id - Keberagaman masjid yang ada di Indonesia memiliki sejarah yang berbeda-beda. Salah satunya dipengaruhi oleh tokoh agama yang menjadi pelopor dibangunnya masjid. Seperti yang ada di Kota Surabaya yakni Masjid Agung Sunan Ampel sebuah masjid kuno yang terletak di kelurahan Ampel, kecamatan Semampir, kota Surabaya, Jawa Timur, sekitar 2 kilometer ke arah Timur Jembatan Merah.

Didirikan pada tahun 1421 oleh Raden Mohammad Ali Rahmatullah alias Sunan Ampel yang diperkirakan lahir tahun 1401 di Champa, Kamboja. Pembangunan masjid juga dibantu oleh kedua sahabat karibnya, Mbah Sholeh, Mbah Sonhaji, dan para santrinya.

Bangunan masjid memiliki luas 120 x 180 meter persegi ini juga terdapat kompleks pemakaman Sunan Ampel dan sahabat-sahabatnya.

Masjid yang saat ini menjadi salah satu objek wisata religi di kota Surabaya ini, dikelilingi oleh bangunan berarsitektur Jawa Kuno dan nuansa Tiongkok dan Arab. Pengaruh akulturasi dari budaya lokal dan Hindu-Budha masih nampak lewat arsitektur bangunannya.

Disamping kiri halaman masjid, terdapat sebuah sumur yang diyakini merupakan sumur yang bertuah, biasanya digunakan oleh mereka yang meyakininnya untuk penguat janji atau sumpah.

Masjid ini tempat berkumpulnya para ulama dan wali dari berbagai daerah di Jawa untuk membicarakan ajaran Islam sekaligus membahas metode penyebarannya di Pulau Jawa.

Filosofi Bangunan Masjid

Masjid Agung Sunan Ampel berbahan kayu jati yang didatangkan dari beberapa wilayah di Jawa Timur dan diyakini memiiki 'karomah'. Seperti disebut dalam cerita masyarakat, saat pasukan asing menyerang Surabaya dengan senjata berat dari berbagai arah dan menghancurkan kota Surabaya namun tidak menimbulkan kerusakan sedikitpun pada Masjid Agung Sunan Ampel bahkan seolah tidak terusik.

Gapuro (pintu gerbang), konon berasal dari kata Arab ghafura yang berarti ampunan, dibangun di area masjid untuk mengingatkan setiap Muslim agar memohon ampunan sebelum memasuki kawasan suci dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Lima gapura yang ada di sekelilingnya merefleksikan inti ajaran agama Islam. Bilangan lima menyimbolkan jumlah rukun Islam. Di sebelah selatan adalah gapura pertama yang bernama Gapuro Munggah. Munggah berarti naik. Dinamakan demikian karena gapura ini menyimbolkan rukun Islam yang kelima, yaitu haji. Dalam tradisi Jawa, orang yang naik haji dikatakan munggah haji.

Masih di sebelah selatan masjid, terdapat gapura kedua yang bernama Gapuro Poso (puasa). Gapura ini secara implisit mengajarkan umat Muslim menunaikan puasa, baik yang wajib maupun sunnah. Ada juga, Gapura Ngamal (beramal) yang menyimbolkan pentingnya beramal bagi umat Islam untuk membantu sesama Muslim yang membutuhkan. Di sebelah barat masjid terdapat Gapuro Madep.

Madep berarti menghadap, yaitu menghadap ke arah kiblat ketika mendirikan sholat. Gapura yang terakhir adalah Gapuro Paneksan (kesaksian), yang berarti kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad SAW adalah utusan Allah. Cukup menarik apabila melihat posisi masjid di tengah lima gapura, sebagai pusat ibadah serta simbol kesucian, tempat umat Muslim menyembah, memuji, menyucikan, dan mendekatkan diri kepada Allah. Kelima gapura yang mengelilingi masjid menegaskan bahwa umat Muslim haruslah melaksanakan rukun Islam secara sempurna untuk dapat mendekatkan diri kepada Yang Mahakuasa.

Kampung Arab di Sekitar Masjid

Menariknya, kawasan masjid ini berada dekat dengan Kampung Arab yang sebagian besar ditempati keturunan Arab Yaman dan Cina yang sudah menetap ratusan tahun untuk berdagang. Suasana kehidupan para pedagang ini nyaris seperti suasana di Makkah karena mayoritas pedagangnya adalah orang Arab.

Saat memasuki bulan Ramadhan, Masjid Agung Sunan Ampel menjadi salah satu kawasan yang paling dicari. Selama Ramadhan, jumlah pengunjung meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa yang rata-rata mencapai 2.000 orang. Pengunjung akan semakin banyak pada saat ‘maleman’ (malam tanggal 21, 23, 25, 27, 29 Ramadhan) dengan jumlah di atas 10 ribu orang, bahkan dapat mencapai 20 ribu orang.

Jemaah masjid selain datang dengan niat menjalankan sholat dan dzikir di tempat yang tenang, banyak yang datang untuk ziarah ke makam Sunan Ampel. Bahkan wisman yang datang juga banyak yang berasal dari China, Prancis, Belanda, Italia, Malaysia, Saudi Arabia, Jepang, Brunei Darussalam, Filipina, Jerman, Yunani, Selandia Baru, Korea, dan Jepang. (nat/foto:gomuslim)

 

 

 


Back to Top