#gomuslimGoestoHalalTripTaiwan

Bekas Konsulat Inggris di Takao, Begini Pesona Wisata di Atas Bukit Formosa Taiwan

gomuslim.co.id – Berwisata ke Taiwan tidak lengkap jika tidak mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Di kota Kaohsiung, selatan Taiwan, ada situs bersejarah menarik yang bisa dikunjungi para pelancong. Namanya Former British Consulate at Takao. gomuslim sempat mengunjungi tempat ini atas undangan Taiwan Tourism Bureau beberapa waktu lalu

Tempat yang dijadikan sebagai Situs Bersejarah Kelas 2 oleh Kementerian Dalam Negeri, Taiwan ini berlokasi di puncak Shaochuantou, sebelah barat daya kota Kaohsiung. Bangunan itu menghadap ke Teluk Xiziwan dan Pelabuhan Kaohsiung. Di sana, pengunjung dapat menikmati pemandangan laut yang indah di selatan Formosa.

Sejarah

Konsulat dirancang oleh arsitek Inggris dan dibangun oleh McPhail & Co. pada 1865 menggunakan arsitek Cina. Bahan-bahan dikirim dari kota Amoy (sekarang Xiamen) melintasi Selat Taiwan. Arsitekturnya adalah dari Renaissance akhir, menyediakan dasar teknis dan gaya untuk bangunan Barat di Taiwan, dan memanfaatkan banyak lengkungan.

Dibangun pada tahun 1879, bangunan ini dibagi menjadi kantor konsulat di bawah bukit dan kediaman konsulat di atas bukit. Keduanya terhubung lewat sebuah jalur pendakian. Ketika itu, Inggris masih menduduki Taiwan.

Gedung pertama bergaya barat di Formosa kini menjadi salah satu destinasi yang menarik bagi masyarakat setempat dan turis. British Consulate menjalankan fungsinya sampai tahun 1910. Ketika Taiwan dijajah Jepang, semua gedung yang dibangun oleh pihak asing dikelola oleh Jepang, termasuk bangunan ini. Konsulat Inggris ditutup pada tahun berikutnya.

Pada tahun 1931 bangunan itu diubah menjadi "Observatorium Laut" oleh raja muda Jepang. Dinding konsulat sempat dicat dengan semen putih pada tahun 1944 untuk menghindari serangan bom AS ketika Perang Dunia Kedua berlangsung.

Kemudian bangunan tersebut kembali dikonversi ke Observatorium Biro Cuaca pada tahun 1945, tak lama sebelum Taiwan diserahkan ke Republik Cina. Bangunan itu tetap dalam kondisi ini selama empat puluh satu tahun.

Pada 1986 pemerintah kota Kaohsiung menugaskan Li Chien Lang untuk mengembalikan bekas konsulat itu sebagai museum tempat menyimpan dokumen bersejarah. Produk budaya itu pun dinyatakan sebagai Situs Bersejarah Kelas Kedua.

Pada tahun 2003 bangunan ini ditempatkan di bawah tanggung jawab Biro Kebudayaan Kaohsiung yang baru dibentuk, yang menunjuk Grup Hotel Kingship Continental untuk menyelesaikan pemulihan dan mengelola bangunan. Upacara pembukaan diadakan pada bulan September.

Pada 2005, mantan konsulat itu adalah penerima pertama Penghargaan Yuan-Yeh yang bergengsi dan mencatat lebih dari 400.000 pengunjung. Pada tahun 2006 itu adalah situs lebih dari seratus kegiatan seni dan budaya, termasuk Kompetisi Lukisan Minyak Nasional dan Kompetisi Fotografi Nasional.

Pada tahun 2007 dikunjungi oleh Kelompok Pengamat Perserikatan Bangsa-Bangsa serta para pemimpin dan perwakilan anggota Uni Pasifik Demokratik dan pemulihan 312 lukisan minyak di bekas konsulat dan daerah sekitarnya selesai.

Wisata di atas Bukit

British Consulate di Takao berada di distrik Gushan yang wilayahnya perbukitan. Batu bata berwarna merah yang menjadi ciri khas gedung ini. Bangunan-bangunan di dalam taman ini bergaya barok dan pada tahun 2013 bangunan ini direnovasi dan dibuka untuk umum.

 

Baca juga:

Dream Mall, Pusat Perbelanjaan Modern Terbesar di Taiwan

 

Terletak di atas daerah perbukitan, pengunjung harus berjalan melewati ratusan tangga zig zag untuk dapat sampai ke atas. Sesampainya di atas, kamu  akan menyaksikan pemandangan kota Kaohsiung yang menakjubkan.

Sore hari adalah waktu yang tepat untuk berkunjung ke tempat ini karena kamu bisa menyaksikan matahari terbenam dari atas bukit. Di sini, kamu dapat melihat pemandangan air laut dan puluhan kapal yang berlayar.

Gedung ini mengalami dua kali perbaikan besar. Pertama karena terkena bom pada masa Perang Dunia ke 2 dan karena terkena imbas angin topan pada tahun 1977. Sekarang ini, gedung tersebut difungsikan sebagai museum.

Ruangannya dibagi menjadi empat bagian yaitu ruang makan, ruang tidur, ruang studio dan ruang bawah tanah sebagai tempat penyimpanan. Pada ruangan-ruangan tersebut banyak dipamerkan peninggalan-peninggalan sejarah berupa dokumen, foto-foto, dan barang-barang dari masa lalu.

Selain itu, gedung ini juga mempunyai ruangan yang digunakan untuk penjara. Penjara tersebut didesain membentuk labirin dan hanya setinggi 100 meter. Di lantai atas, terdapat sebuah kafe dan toko yang menjual aneka teh dan kopi khas Taiwan. Di sini, kamu dapat duduk santai menikmati suasana sore yang sejuk.

Pengunjung cukup membeli tiket seharga NTD 99 atau sekitar Rp 45.000 untuk memasuki kawasan bangunan ini. British Consulate di Takao buka setiap hari pukul 9 pagi sampai 9 malam. Gedung ditutup sebulan sekali pada hari Senin minggu ketiga untuk pemeliharaan.

Akses Transportasi

Untuk menuju ke tempat ini juga sangat mudah. Alamat lengkapnya di No. 20, Lianhai Rd., Gushan Dist., Kaohsiung City. Kamu cukup naik Kaohsiung MRT dan turun di stasiun "Sizihwan", kemudian naik bis Kaohsiung no 99 atau Bus Orange 1A. Di tempat pemberhentian bus, kamu tinggal berjalan lalu naik ke atas melewati anak tangga yang lumayan banyak. (njs/dbs)

 

Baca juga:

Sensasi Terbang di Kota Kaohsiung dengan i-Ride Experience Center

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top