#gomuslimGoestoHalalTripTaiwan

Formosan Aboriginal Culture Village, Perpaduan Wisata Alam dan Budaya Khas Taiwan

gomuslim.co.id – Taiwan memiliki banyak destinasi menakjubkan. Jika kamu berwisata ke pulau Formosa ini, jangan lewatkan untuk mampir ke Formosan Aboriginal Culture Village. Di sini kamu dapat menikmati pemandangan indah lengkap dengan udara yang sejuk karena lokasinya di pegungungan.

Beroperasi sejak 1986, Formosan Aboriginal Culture Village (FACV) menjadi tempat wajib dikunjungi jika ingin mengenal budaya lokal dan penduduk asli Taiwan. Rindangnya pepohonan di kiri kanan jalan dapat kamu rasakan sejak memasuki kawasan di Yuchi, Nantou ini.

gomuslim berkesempatan mengunjungi Formosan Aboriginal Culture Village dalam program Familiarization Tour Taiwan beberapa waktu lalu.

Lima Tema Utama

FACV dengan luas sekitar 62 hektar ini terbagi menjadi lima tema, yaitu Aboriginal Village Park, European Garden, Ti Ka Ar Rainforest, Aladdin Plaza dan Amusement Isle. Fasilitas hiburan dalam lima tema ini taman-taman meliputi wahana kegembiraan, alun-alun budaya, air mancur artistik, museum, teater 3-D, pertunjukan tari asli, dan lainnya.

Pengunjung yang berlibur dengan anak-anak dan keluarga, Amusement Isle bisa jadi pilihan karena menghadirkan beragam wahana. Area yang cukup ramai mirip Dunia Fantasi di Jakarta,  hanya di sini lebih kecil.

Buat yang ingin santai di bawah pepohonan, ada Ti Ka Ar Rainforest atau di European Garden. Bagi yang ingin mengenal suku dan budaya di Taiwan, tentu pilihannya berlama-lama di Aborigin Village.

Sementara, di area European Garden, terdapat bangunan-bangunan yang menyerupai gedung-gedung di Eropa. Saya merasakan sensasi berada di sana tanpa harus benar-benar pergi. Di kawasan ini, kita bisa berfoto-foto di The Ritz Palace, The Roman Fountain, The Baroque Bell Tower dan banyak lainnya. Di sini, ada juga pertunjukan tari flamenco ala Spanyol. 

Suku Asli Taiwan

Penghuni pertama di pulau Formosa ini adalah ras Polinesia, yang diduga berasal dari Pasifik. Ada beberapa suku asli yang tinggal di sana di antaranya Paiwan, Thao, dan Amis. Ribuan tahun lalu mereka berlayar ke Pulau Formosa.

Setiap suku digambarkan dengan jelas, termasuk model rumah dan ukirannya. Ada juga tempat ritual di masa lalu. Dinding dengan rak penuh tengkorak menjadi latar dari ritual yang dilakukan seorang perempuan dengan balutan busana tradisionalnya.

Untuk memperkenalkan budaya yang lebih lengkap, ada juga panggung dengan pertunjukan penduduk lokal. Biasanya, pertunjukan budaya diadakan di siang hari yang meliputi kegiatan menari, memahat, menenun, membuat tembikar, memasak, merajut, berolahraga, dan membuat kerajinan tangan lainnya.

Cherry Blossoms yang Mekar

Jika berencana liburan ke tempat ini, bulan Februari-Maret adalah pilihan tepat. Karena pada bulan-bulan ini bunga sakura jenis Peony sedang mekar penuh dan lebih dari 3000 Multiple Petal Flowering Cherry. Tanaman ini melengkapi keindahan gunung-gunung yang menjadi merah.

Pada bulan ini, pemerintah Taiwan juga selalu menggelar Cherry Blossom Festival sejak tahun 2001. Kegiatan tahunan penting yang menjadi favorit wisatawan lokal dan mancanegara. Pada musim ini Formosan Aboriginal Culture Village buka hingga malam hari. Teknik light carving digunakan untuk menerangi jalan setapak secara dramatis.

Setiap sudut jalanan, bunga sakura yang sedang bermekaran dapat kita jumpai. Meskipun tidak serindang seperti di Jepang, bunga sakura Taiwan mempunyai ciri khas tersendiri. Warna merah keputihan dari bunga sakura disini tampak mempesona.

Restoran Halal dan Mushala

Muslim Traveler yang datang ke tempat ini tidak perlu khawatir. Karena begitu masuk kawasan FACV, ada restoran khas Jepang di dalam bangunan unik bergaya suku Maya. Namanya Maya Restaurant. Terdapat 5 menu khusus makanan halal di sini dengan pilihan paket nasi ayam atau sapi.  

Selain itu, di sini juga disediakan area tempat duduk muslim dan mushala. Ruangan mushalanya memang kecil, hanya memuat 2 sampai 3 orang saja. Tapi cukup bersih dan nyaman untuk beribadah shalat.

Nikmati Pemandangan dengan Naik Ropeway

Hal menarik lainnya dari taman hiburan ini adalah, pengunjung bisa berkeliling dari satu arena ke arena yang lain menggunakan cable car atau ropeway. Sembari di atas, pengunjung bisa sekalian menyaksikan pemandangan taman  bermain dan desa wisata secara menyeluruh.

Pemandangan pegunungan hijau berpadu dengan lembah-lembah sakura yang menawan begitu menyejukan mata selama 15 menit. Kereta gantung ini juga menghubungkan langsung ke tempat wisata Sun Moon Lake di seberang pegungungan.

Jam Buka

Formosan Aboriginal Culture Village buka setiap hari sepanjang tahun. Pada hari kerja buka pukul 08.00-17.00 sedangkan di akhir pekan buka sampai jam 17.30. Dengan membayar tiket masuk sebesar NTD 850 (Rp400 ribu) untuk dewasa, dan NTD650 (Rp300 ribu) untuk anak, sudah bisa menikmati semua atraksi di sini sepuasnya. Diskon berlaku bagi mahasiswa, anak-anak dan lansia. (njs)

 

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top