#gomuslimGoestoHalalTripTaiwan

Rainbow Village, Goresan Lukisan Unik Karya Sang Veteran

gomuslim.co.id – Jika kamu berkunjung ke Kota Taichung, Taiwan, sempatkanlah untuk mengunjungi destinasi yang unik ini. Namanya Rainbow Village atau Desa Pelangi. Seperti namanya, tempat ini penuh warna warni menarik, sangat pas bagi kamu yang mencari spot instagramable.

Meski tidak terlalu luas, kesan meriah dan penuh warna sangat terasa di tempat ini. Mural dengan memakai bermacam-macam warna menyemarakkan dinding-dinding rumah dan jalanan di sekitarnya. gomuslim berkesempatan mengunjung Rainbow Village atas undangan Taiwan Tourism Bureau (TTB) beberapa waktu lalu.

Sejarah

Berdasarkan informasi yang didapat, awalnya Desa Pelangi di Distrik Nantun ini merupakan komplek perumahan anggota militer dan keluarganya. Seiring berjalannya waktu, para penghuni di area ini mulai meninggalkan rumahnya. Hanya beberapa keluarga yang masih bertahan.

Pada saat bersamaan, pemerintah kota berencana menggusur kawasan ini. Namun, seorang pensiunan militer bernama Huang Yung-fu melakukan aksi yang unik. Dia melukis dan mengecat rumah-rumah dengan berbagai tema seperti hewan, alam dan tokoh terkenal. Hal tersebut ia lakukan untuk menyelamatkan mereka dari pembongkaran.

Aksi dari Huang ternyata mendapat dukungan dari masyarakat. Dalam dua hari, ada lebih dari 3 ribu orang mendukung perumahan militer tetap berdiri. Huang yang mulai melukis dinding rumah pada September 2008 ini membawa kehidupan baru. Dia dikenal sebagai Kakek Pelangi karena aksi melukisnya.

Huang Yung-fu sendiri merupakan seorang tentara dari Guangzhou, China. Pada 1937, saat dirinya berusia 15 tahun mulai ikut mengangkat senjata dalam Perang Sino-Jepang Kedua. Selanjutnya, usai Perang Dunia Kedua, Huang turut berperang melawan pemerintah Komunis Mao Zedong.

Ketika Partai Nasionalis atau Kuomintang kalah tahun 1949, Huang bersama 2 juta tentara lainnya melarikan diri ke Taiwan. Kemudian dibuatlah kompleks-kompleks perumahan di berbagai penjuru Taiwan untuk para tentara dan keluarganya yang mengungsi ini.

Perumahan tersebut awalnya dibuat untuk tempat tinggal sementara. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya menjadi tempat tinggal permanen. Di tahun 1978, Huang pensiun dan membeli bungalow di kompleks perumahan yang menjadi cikal bakal Rainbow Village.

Ketika hendak digusur, Mahasiswa universitas lokal melihat Huang berkampanye mempertahankan desa dengan melukis. Karena keunikan dari Rainbow Village yang telah dipercantik oleh Huang, mahasiswa-mahasiswa tersebut pun mulai melakukan kampanye membantu Huang.  

Mahasiswa ini juga melakukan penggalangan dana untuk membantu Huang membeli cat, serta membuat petisi, lengkap dengan kisah perjuangan Huang, untuk memprotes pembongkaran pemukiman.

 

Baca juga:

Sun Moon Lake, Danau Indah di Tengah Pulau Formosa

 

Petisi ini begitu menarik perhatian khalayak. Akhirnya rencana pembongkaran pemukiman pun dibatalkan. Sebelas rumah termasuk yang ditinggali Huang diminta untuk dilestarikan. Huang akhirnya bisa terus tinggal di sana dengan tenang.

Banyak Dikunjungi Turis

Berkat hiasan lukisan mural di dinding rumah dan jalanan, Huang tidak hanya berhasil menyelamatkan desanya. Tetapi menarik banyak wisatawan berkunjung menyambangi desa pelangi tempat tinggalnya.

Maski tinggal 11 rumah yang ada di lingkungan Rainbow Village ini menjadi daya tarik pengunjung lokal dan mancanegara. Tempat ini menjadi objek wisata yang popular. Tercatat dalam setahun bisa menarik lebih dari satu juta pengunjung yang sebagian besar dari Asia.

Pemerintah Taiwan mulai tahun 2011 telah membuat Rainbow Village ini sebagai salah satu destinasi wisata budaya di kota Taichung. Sejak saat itu, traveler dari berbagai penjuru kota dan negara-negara di Asia pun cukup banyak yang penasaran dan berkunjung ke desa pelangi milik Huang.

Selain tempat untuk hunting foto bagi para fotografer, Rainbow Village juga jadi tempat foto pre-wedding bagi pasangan yang hendak menikah. Masuk ke desa ini juga gratis alias tidak ada tiket masuknya. Pengunjung bisa berfoto sepuasnya di sini, namun tetap harus antri. Karena setiap harinya banyak pengunjung yang datang.  

Selain melihat rumah-rumah dari luar, pengunjung bisa juga untuk masuk ke dalamnya. Ada pula yang tertutup, namun traveler bisa sedikit melihat sisi dalam dari jendela yang dicat merah.

Selama di sini, traveler bisa berkeliling komplek, menikmati halaman yang rimbun dengan pepohonan, bertemu Huang, hunting foto, hingga belanja suvenir. Kalau mau duduk santai sambil menyesap kopi ataupun makan es krim juga bisa, tersedia kedai kedai yang menjualnya di sini.

Lokasi

Berkunjung ke Rainbow Village cukup gampang. Ada banyak transportasi umum seperti bus yang tersedia tak jauh dari stasiun bus Taichung. Bisa juga dengan naik taksi, atau taksi online di Taiwan. (njs/dbs)

 

Baca juga:

Formosan Aboriginal Culture Village, Perpaduan Wisata Alam dan Budaya Khas Taiwan

 

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top