Film ‘Mengejar Halal’ 2017

Ryan Kurniawan 'Buka-Bukaan' Tentang Karya Layar Lebar Perdana Film Maker Muslim

gomuslim.co.id– Seorang D.O.P atau Director of Photography memiliki peran yang cukup krusial dalam pembuatan sebuah film, terutama pada saat pra produksi. Dia harus familiar dengan komposisi dan semua aspek teknik pengendalian kamera dan biasanya dipanggil untuk menyelesaikan permasalahan teknis yang muncul selama perekaman film. D.O.P sangat jarang mengoperasikan kamera. Kerja D.O.P sangat dekat dengan sutradara untuk mengarahkan teknik pencahayaan dan jangkauan kamera untuk setiap pengambilan gambar. Bisa dibilang,  ia adalah seorang seniman yang melukis dengan cahaya.

Beragam kesulitan juga pasti dirasakan oleh Ryan Kurniawan, seorang DOP untuk film Layar Lebar ‘Mengejar Halal’. Saat tim gomuslim berbincang dengan salah satu founder Film Maker Muslim (FMM) ini melalui pesan singkat, ia menuturkan kesulitan serta rahasia dibalik film Mengejar Halal yang merupakan film layar Lebar perdananya.

“Kesulitan pasti ada, karena ini film layar lebar pertama kami. Jadi kami harus benar-benar memaksimalkan masa pra produksi untuk brainstorming dengan semua tim produksi, agar tidak ada kendala pada saat syuting,” katanya.

Biasanya, Ia bersama dengan komunitas FMM sering membuat project film pendek, namun terasa spesial baginya tatkala mendapatkan kesempatan dalam membuat film layar lebar yang bernafaskan Islami. Ia juga menuturkan bahwa beberapa perbedaan antara membuat film pendek dan film layar lebar.

“Kalau di produksi film pendek, biasanya kami hanya menggunakan kamera DSLR biasa dengan lensa standard. Di film Mengejar Halal ini, kami harus menggunakan kamera yang memenuhi kualifikasi layar bioskop,” jelas suami dari Tika ini. 

Perbedaaan lain yang mencolok adalah dari segi perlengkapan syuting yang sangat banyak.  “Jadi dari segi peralatan (baik kamera maupun perlengkapan lainnya) lebih "wah" dan heboh dari syuting biasanya. Selain itu, dari segi kru juga lebih ramai yang biasanya kami hanya syuting berlima, jadi berdua-puluh.,” tuturnya.

Awal Bergabung dengan Film Maker Muslim

Pria kelahiran Bekasi 29 tahun silam ini juga merupakan salah satu anggota terlama dari komunitas FMM, Ia mulai bergabung di FMM sejak komunitas ini berdiri. “Alhamdulillah, saya sudah bersama dengan teman-teman di film maker muslim sejak awal. Jadi projek ini adalah salah satu impian besar kami bersama. Alhamdulillah lagi, saat ini saya fokus mengejar mimpi di film maker muslim bersama sahabat-sahabat saya ini, " jelas Ryan. 

Sebagai seorang DOP, sudah menjadi kewajibannya bersama dengan Sutradara dalam menentukan lokasi syuting yang telah dihasilkan oleh tim huning lokasi. Untuk film Mengejar Halal ini, Ryan bersama tim melakukan syuting di beberapa lokasi seperti Komplek perkantoran CBD Ciledug, Taman Meruya, Rumah di Kalibata & Klender, Pemakaman di Klender hingga Sekolah Daarul Qur’an Tangerang.

Selain menentukan lokasi syuting, selama tiga hari ia juga membuat breakdown shoot atau shoot list untuk kemudian didiskusikan bersama sutradara. Sementara untuk peralatan kamera yang digunakan, ia menggunakan kamera yang sesuai dengan kebutuhan bioskop. “Kami pakai Sony A7s saat syuting Mengejar Halal. Kamera itu yang kami pilih karena sudah sesuai kualifikasi layar bioskop, relatif kecil dan mudah dalam mobilisasi, dan mudah digunakan, " ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, sebelum membuat FMM, pada Tahun 2012, Ia diajak bergabung di WANT Production. “Motivasi saya waktu itu karna saya suka banget nonton film dan punya impian bikin film. Padahal latar belakang pendidikan saya jauh banget dari film. Singkat cerita, tahun 2013, WANT Production bangkrut. Kami hampir memutuskan untuk bubar. Sebelum bubar, kami bertekad membuat karya terakhir yang bermanfaat. Dibuat lah Cinta Subuh. Alhamdulillah Cinta Subuh mendapat perhatian yang luar biasa dan kami bisa bersama sampai saat ini, dengan nama baru, filmmakermuslim, " jelasnya. 

Ryan juga mengakui bahwa dirinya sangat menyukai film sejak kecil dan semakin sering menyaksikan layar bioskop pada saat SMA, hobi akan fotografi juga mengantarkannya untuk membuat sebuah karya film sendiri tentunya bersama dengan komunitas Fim Maker Muslim. 

“Alhamdulillah, saya punya tim yang luar biasa hebat, jadi tidak ada kendala dalam berbagi visi pengambilan gambar, " pungkasnya. (ari)

Baca juga:

‘Mengejar Halal’: Karya Terbaru Filmmaker Muslim Ini Segera Warnai Layar Lebar Tanah Air pada 2017

 

Komentar

  • Maulana Hamzah

    1 Juli 2017

    Mollhamz@gmail.com

    Sy sangat senang dgn dunia sineas, Alhamdulillah 2 ide cerita sy diterima produser dan sudah ditayangkan di program kisah nyata Trans7 Judulnya 1.Tangisan Tsunami Aceh 2. Petaka Petasan (ramadhan 2017)


    Reply






















Tulis Komentar

Kode Acak

*Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top