Ini Raisa Aribatul Hamidah, Atlet Bola Basket Berhijab

gomuslim.co.id“Ibarat bola basket dengan ringnya. Perempuan ini tidak bisa lepas dari cabang olahraga bola basket dengan hijab yang dikenakannya”.

Kecintaannya dengan basket tak menyurutkan semangat perempuan asal Jawa Timur ini tetap berprestasi di lapangan meski mengenakan hijab. Ya, dialah Raisa Aribatul Hamidah. 

Dia adalah atlet bola basket profesional tanah air yang banyak menyabet prestasi di dalam dan luar negeri. Meski berhijab, Raisa selalu tampil percaya diri di setiap pertandingan.

Memulai Main Basket

Raisa memulai karir menjadi atlet bola basket sejak usia 14 tahun di Club Sahabat Ponorogo. Kecintaannya pada bola basket, membuahkan prestasi di ajang olahraga tertinggi Indonesia Pekan Olahraga Nasional (PON) sebanyak 2 kali. Kemudian mendapat kesempatan untuk tampil di Liga Profesional Bola Basket putri Indonesia, dan mendapatkan beasiswa sekolah S2 di Universitas Airlangga Surabaya membawa tim basket UNAIR juara LIMANAS 2014, dan mendapatkan award pemain terbaik dan top assist.

“Aku pakai hijab sejak kecil, termasuk dalam menekuni hobi, jersey basket harus dibuat sedemikian rupa, sehingga menutupi semua aurat dan memakai hijab,” tutur Raisa perempuan kelahiran 17 Februari 1990.

Namun, memang tidak mudah mempertahankan hijab. Meski Indonesia mayoritas Muslim. Raisa menjadi satu-satunya atlet basket yang mengenakan hijab di pertandingan.

Hal ini juga terasa ketika ia mengikuti kejuaraan basket di Jawa Timur untuk pertama kalinya (2005) di Surabaya.

Pertama kali ia bertanding basket ketika masih SMP. Saat itu, pakaian Raisa yang sudah berhijab sempat menghebohkan pertandingan.

"Waktu itu aku masih SMP, ikut Kejurda Bola Basket Jawa Timur. Tampil dengan hijab masih aneh, aku pun menyadari bahwa ada yang tidak wajar dengan penampilanku,” tutur perempuan dari latar belakang keluarga religius.

Sampai kemudian, timnya selalu mendapatkan technical foul karena dinilainya kostum yang ia pakai berbeda dengan pakaian satu tim, tidak seragam dan dinilai tidak sesuai dengan peraturan,” kenang Raisa.

Meski Banyak Ujian Aku Tetap Mempertahankan Hijab

Kemudian, di tahun 2008 setelah dipanggil untuk memperkuat TimNas Indonesia Muda, nama Raisa ditarik kembali dari daftar pemain dikarenakan dirinya tidak ingin melepas hijab.

Kasus serupa juga kembali terulang di 2015. Bahkan ia harus mengalami rintangan yang luar biasa untuk mengejar impian bermain basket di tingkat Internasional. Namanya dicoret dari seleksi TimNas sampai 18 pemain karena berhijab pada SEA Games 2015 di Singapura.

Bahkan, ia merasa terkesima sekaligus bangga dengan tim Qatar yang memilih untuk mundur. Hebatnya, mereka tidak memilih terus bermain dengan melepas hijab. Karena aturan hijab tidak bisa tawar-menawar.

“Saat itu aku membuat permohonan ini kepada Fédération Internationale de Basketball atau Federasi Basket Internasional  (FIBA) agar menghapus larangan tutup kepala (hijab) selama pertandingan,” katanya.

Dalam hal ini FIBA membuat Peraturan Tiga – Pasal 4 tentang Tim, Poin 4.4 tentang Perlengkapan Lainnya, tertulis:

“4.4.2.   Pemain tidak boleh memakai perlengkapan (benda-benda) yang dapat menyebabkan pemain lain cedera. Antara lain; tutup kepala, asesoris rambut dan perhiasan”.

Aturan ini dibuat untuk alasan keamanan pemain, tapi dimana bukti klaim ini? Di cabang olahraga sepakbola, pada tahun 2012 Fédération Internationale de Football Association atau Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memberikan tenggat waktu sebagai masa uji coba dan mereview kembali aturan tersebut.

“Dari masa uji coba tersebut, tidak didapatkan bukti yang kuat bahwa penutup kepala dapat membuat cedera pemain, sehingga FIFA benar-benar menghapus larangan tutup kepala selama pertandingan,” jelas Raisa.

Temukan Passion, Hijab Bukan Penghalang

Raisa juga menyangkal kalau dengan berhijab dapat mengganggu aktivitas bermain basket. "Hijab sama sekali tidak menganggu. Menurutku itu sangat membantu menjaga tubuh Muslimah. Kalau pakai kaos dan celana pendek kemudian jatuh, tangan dan kakinya bisa lecet," pungkas Raisa. (nat)

 

 


Back to Top