Haykal Kamil, Selebpreneur Muslim yang Rintis Usaha Sejak Muda

gomuslim.co.id- Sahabat pembaca gomuslim mungkin sudah tidak asing lagi dengan sosok Haykal Kamil. Aktor muda tampan yang juga berasal dari keluarga artis ini adalah adik kandung dari Zaskia Adya Mecca atau adik ipar dari sutradara ternama Indonesia, Hanung Bramantyo dan aktor Ferry Ardiansyah.

Pria kelahiran Jakarta, 6 Januari 1991 (27 tahun) ini memulai karier di dunia sinetron dengan bermain dalam sinetron Bidadari. Namanya semakin melejit ketika membintangi sejumlah sinentron dan film di Tanah Air. Selain sebagai aktor, kakak kandung dari Marsha Natika ini juga kini dikenal sebagai selebpreneur karena aktivitasnya di dunia bisnis.

Kepada gomuslim, artis bernama lengkap Muhammad Haykal Kamil ini bercerita awal dirinya memulai bisnis. Ia mengaku mulai berkenalan dengan dunia bisnis sejak dirinya duduk di bangku SMA. Ketika itu, Haykal diminta kakak kelasnya mengumpulkan uang untuk kegiatan Prom Night.

“Dulu saya dipalakin sama senior. Kita dimintain uang sama mereka. Saya bilang ini apa-apaan senior kayak gini. Dari situ saya kesal kan, ni orang enak banget. Eh, ternyata mereka ngasih saya modal baju. Akhirnya kita cetak, kita jual pas konser Java Jazz,” ujarnya saat ditemui dalam acara Halalbihalal DMI di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (06/07/2018).

Dari kejadian tersebut, suami dari Tantri Namirah ini pun mulai memahami dan mengambil hikmah. “Sekarang saya jadi ngerti, mungkin itu jalannya Allah untuk mengenalkan saya pada dunia perdagangan. Dulu saya ngertinya, cari uang itu tampil di tv, main sinetron. Itu yang saya ketahui waktu saya kecil, selama belasan tahun di dunia entertainment,” kata anak ke 4 dari 7 bersaudara dari pasangan Eka Dewanta dan Rafida ini.

Bisnis Fashion Muslim dan Kal’s Chicken

Berbekal pengalaman masa SMA, aktor dari film Perempuan Berkalung Sorban ini pun kemudian menggeluti bisnis baju untuk konser. Sempat mengalami jatuh bangun, sampai akhirnya dia berkutat di fashion muslim bersama kakak-kakak dan adik-adiknya.

“Alhamdulillah, sekarang pun masih berkutat dalam dunia fashion. Tapi kalau dulu gak terlalu ngerti jadi asal maen buat-buat baju konser. Banyak melanggar hak cipta. Tapi sekarang udah mulai ngerti, akhirnya kita punya kreasi sendiri, usaha keluarga saya bikin fashion muslim,” ungkap adik dari Tasya Nur Medina ini.

Selain di fashion, pemain sinetron Kiamat Sudah Dekat ini juga menjajal bisnis kuliner. Haykal meluncurkan bisnis terbarunya yang diberi nama Kal’s Chicken. Ini merupakan bisnis keempatnya setelah bisnis film, fashion muslim, dan kosmetik.

“Kal’s Chicken itu konsepnya fried chicken dengan saus bar. Jadi ayam dengan saus cocol yang beragam. Saya bikin diferensiasi karena saya liat ayam ini rata-rata disajikan dengan sambal doang. Padahal kalo diluar itu banyak banget cara penyajian ayam. Nah saya pengen bawa konsep itu ke Indonesia,” paparnya.

Pernah Diremehkan

Meski sudah berkembang, tidak berarti perjalanan bisnis Haykal berjalan mulus-mulus saja. Ia mengaku saat awal-awal merintis bisnis jualan baju sempat diremehkan dan ditertawakan orang.  

“Dulu waktu jualan baju, saya pernah diketawain. Dia bilang kayak gini ‘eh artis gak laku yah, udah gak dapat kerjaan lagi di tv?’ kata dia gitu. Saya gak kenal dia siapa. Dan saya gak maksa dia beli baju saya. Sampe hari ini, ucapan orang itu masih terngiang,” kata ayah dari Khawla Saila Kamil ini.

Namun Haykal tidak ambil hati, dia justru mengambil pelajaran penting, bahwa ketika berucap harus benar-benar hati-hati. Lisan harus dijaga. “Karena ucapan-ucapan itu sangat menyakiti hari orang. Dari situ saya belajar. Saya harus bisa mengalahkan rasa malu saya. Karena kalau saya pelihara itu, saya gak akan maju. Saya harus bisa ngalahin itu,” ungkapnya.

Pintu Rejeki ada di Perniagaan

Menurut peraih Nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik Piala Vidia 2012 ini, hadits nabi tentang pintu-pintu rejeki itu ada paling banyak dari perniagaan atau perdagangan adalah pertanda baginya dan umat Islam. Ia mengatakan jika seseorang mau berusaha, pintu rejekinya ada dalam bisnis.

“Kita gak ada halangan untuk berniaga dengan siapa pun. Kita harus open minded. Gimana caranya yang ada, kita bukan cuma menjadi pasar, tapi jadi produsen. Berpikirnya kita bisa memberikan apa nih buat konsumen. Jangan cuma berpikir, besok mau pake apa ya, tapi besok kita ciptain apa ya?,” imbuhnya.      

Apalagi, kata dia, di Indonesia, 90 persen populasinya adalah muslim. Tetapi dalam penguasaan ekonomi, umat masih dikatakan minoritas. Ia pun mendukung program Dewan Masjid Indonesia yang ingin kembali menjadikan masjid sebagai pusat peradaban, bukan hanya sebagai tempat ibadah semata.

“Mungkin ini yang banyak kita terlupakan. Masjid yang kita kunjungi hanya sebatas shalat aja. Bahkan seminggu sekali hanya pas Jumatan aja, padahal fungsi masjid bisa lebih dari itu. Bisa untuk pemberdayaan ekonomi juga. Saya merasa punya tanggungjawab untuk ikut menyukseskan program sebagai solusi bagi permasalahan umat,” tandasnya. (njs/foto:indonesiapreneur/instagram @haykalkamil)

 


Back to Top