Risa Maharani, Desainer Muda yang Usung Trend Warna Nyentrik untuk Mode 2019

gomuslim.co.id - Muda, kreatif, unik, dan jago gambar. Dialah Risa Maharani, meski usianya baru menginjak 20 tahun ia sudah menjadi desainer yang karyanya mampu bersaing di kancah fesyen internasional pameran busana di Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) yang dihadiri 200 exhibitor dari 20 negara pada 4 hingga 7 Oktober di Hongkong.

Nama Risa mulai dikenal saat ia meraih Pemenang Pertama Modest Young Designer Competition (MYDC) yang diselenggarakan oleh Muslim Fashion Festival Indonesia (MUFFEST) yang berkolaborasi dengan brand fashion Muslim ZOYA di tahun 2017.

Perempuan lulusan SMK NU Banat ini dikenal sebagai talenta muda yang kreatif dan inovatif. Pada saat mengikuti ajang kompetisi MYDC, peserta wajib mengirimkan enam sketsa desain modest ready to wear dengan tema Svarga yang menerapkan inovasi desain, mengeksplorasi kekayaan konten lokal, dan mengaplikasi tren warna, motif, serta material tekstil.

Risa terpilih meraih juara pertama berkat koleksi busana modestnya yang mengambil tema "IKATTEN" yang sebelumnya kata tersebut dipopulerkan oleh Dr Zein pada 1990-an. Ikatten sendiri bermakna teknik mengikat. Di koleksi yang baru, Gitingger, koleksi Ikatten diperbaharui dengan menambahkan sesuatu yang berwarna.

 

Bicara mengenai koleksinya, busana yang dibuat Risa memang terkesan sporty-simple dan ready to wear pakaian dengan one-colour outfit yang cenderung terasa vintage dan retro look mendominasi koleksi. Menariknya, di setiap koleksi terselip warna kuning sebagai statement yang tajam.

“Sementara, untuk trend forecasting koleksi 2019 aku masih terinspirasi dari koleksi sebelumnya Ikatten yang mengambil warna-warna ngejreng dari era 80 dan 90 an,” tutur desainer muda yang masih berusia 20 tahun ini.

Sedangkan, untuk aksesoris lainnya Risa mengaplikasikan syal yang terinspirasi dari fabric moluculation, yakni tema koleksi Excuberance spring summer yang masih menggunakan warna-warna nyentrik. Menariknya, pada syal kali ini Risa memanfaatkan limbah kain-kain perca sebagai isi syal dan tambahan di luarnya.

Pada koleksi terbarunya, Risa juga menambahkan tas reusable bag yang terbuat dari terpal sebagai tambahan aksesoris.

“Tambahan tas dari terpal ini sengaja dibuat supaya kita bisa mengurangi penggunaan plastk, aku punya mimpi besar Indonesia bisa bebas sampah plastik, dan ini salah satu upaya aku ganti plastik packaging jadi tas yang bisa dipakai berulang,” tutur Risa. (nat/foto:gomuslim)

 

Baca juga:

Ini Empat Tema Trend Forecasting 2019/2020 Karya Desainer Indonesian Fashion Chamber

 

 

 

 

 

 


Back to Top