#DakwahWithStyle

H Ardju Fahadaina: Maknai Hijrah Lewat Air Mineral Syariah

gomuslim.co.id – “Saya ingin mengubah mindset banyak orang bahwa sedekah itu mudah, gak berat. Dengan minum air kemasan Ufia, itu sudah otomatis sedekah”.

Itulah salah satu motivasi H Ardju Fahadaina MSc mendirikan perusahaan PT Ufia Tirta Mulia (UTM) di Desa Cinagara, Caringin Kabupaten Bogor. Air Minum Dalam kemasan (AMDK) merek Ufia ini merupakan air mineral syariah pertama di Indonesia.

Kepada gomuslim, H Ardju bercerita bahwa dirinya ingin memberikan maslahat bagi umat lewat perusahaan Ufia. “Jadi Ufia ini sebenarnya hijrah saya dari perusahaan konvensional ke syariah. Tujuannya untuk menegakan syariat Islam, ekonomi Islam yang penekanannya pada zakat infak dan sodaqoh,” ujarnya.

Awal Dirikan Ufia

H Ardju mulai berkecimpung dalam dunia usaha sejak tahun 1997. Saat itu, bidang usaha yang ia jalani adalah stasiun pengisian LPG yang berlokasi di Lampung dan Jambi. Namun, seiring berjalannya waktu, dirinya merasa ada yang kurang dalam menjalani usahanya. Sampai akhirnya dia berpikir untuk membuat perusahaan baru yang sepenuhnya dia kuasai.

“Kalau di bisnis lama, saya merasa ada sedikit ganjalan, karena pelaksanaan syariat Islam di perusahaan itu, terutama dalam mengeluarkan zakat infak dan sodaqoh yang kurang. Waktu itu, saya berpikir ingin membuat perusahaan agar bisa laksanakan secara full syariah. Akhirnya di sinilah, di lereng gunung ini Allah tunjukan jalannya, saya dirikan Ufia,” ungkapnya.

Konsep Syariah

Ufia sendiri diresmikan pada 15 April 2009. Saat peresmian, H Ardju mengundang ribuan masyarakat sekitar untuk berdzikir dengan dipimpin langsung oleh Ustadz Arifin Ilham. Sejak saat itu, setiap hari selesai shalat Maghrib sampai Isya, seluruh karyawan Ufia diwajibkan shalat dan berdzikir bersama yang diiringi dengan bacaan ayat-ayat suci Alquran.

Tidak hanya itu, sepanjang waktu di pabrik Ufia di Caringin, Bogor, selalu dilantunkan ayat-ayat suci Alquran secara murotal. Mulai proses produksi dari mata air sampai pengemasan. Setiap tetas air Ufia selalu diiringi dengan doa, sehingga Ufia dikenal sebagai air doa.

Bahkan ketika air diangkut ke mobil untuk dipasarkan, di dalam mobil juga selalu dilantunkan ayat-ayat suci Alquran yang dibacakan secara murotal. “Itu sudah dibuktikan oleh dr. Yamoto bahwa air yang didoakan, dia akan membentuk kristal beraturan dan kualitas airnya jadi bagus. Bahkan bisa memberikan kesehatan tubuh,” jelasnya.

Menurut H Arjdu, konsep syariah sebenarnya adalah mengikuti aturan hukum Islam yang ada dalam Alquran dan Hadits. “Kalau pedomannya kedua hal ini, insya Allah syariah. Ufia ini kegiatannya, usahanya didasarkan pada Alquran dan Hadits,” katanya.

 

Baca juga:

Ufia, Air Minum Kemasan Syariah dengan Metode Ibadah

 

Kekuatan Rp15

H Ardju menambahkan, setiap pelanggan dan konsumen Ufia secara otomatis berdonasi Rp 15 untuk setiap liter air minum. Donasi tersebut nantinya diserahkan kepada Baznas untuk disalurkan kepada fakir miskin dan anak yatim yang membutuhkan.  

“Jadi misalnya kapasitas air disini 70 juta liter per tahun, maka infak yang bisa kita serahkan ke Baznas untuk kemaslahatan umat itu Rp 15 dikali 70 juta liter, berarti sekitar 1 miliar. Inilah yang kita sebut dengan the power of Rp 15,” jelasnya.

Perusahaan Ufia sendiri mengeluarkan untuk zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS) sebesar 35 persen dari keuntungan. Pembagiannya, 2,5 persen untuk zakat, dan 32,5 persen sisanya untuk infak dan shodaqoh.

“Kita selalu yakin, dengan memperbanyak ZIS maka rejeki akan semakin bertambah, halal dan berkah. Ini kita nabung untuk akhirat. Karena apa-apa yang ada pada diri kita semua akan lenyap. Tapi apa-apa yang ada pada Allah itu kekal. Makanya, lewat perusahaan ini mudah-mudahan bisa menggugah orang-orang untuk lebih giat berzakat,” tuturnya.  

Nama Ufia

Pemberian nama atau merek Ufia pada awalnya merupakan gabungan dari inisial nama-nama keluarga H Arjdun. Namun, menurut Guru Besar Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Prof Dr Didin Hafidudin, kata Ufia ini ada artinya dalam gramatika bahasa Arab.

“Kata beliau, Ufia ini artinya adalah aku ingin memenuhi janji secara sempurna. Janjinya apa ? itu tadi, hijrah dari perusahaan konvensional ke perusahaan syariah untuk menegakan ekonomi Islam dengan zakat infak dan shodaqoh,” paparnya.

Tips Berbisnis dari H Ardju

Dalam menjalankan bisnisnya, H Ardju selalu memegang prinsip pada Alquran dan Hadits. Motivasinya dalam berbisnis datang dari Hadits yang menyebutkan bahwa sembilan dari sepuluh pintu rejeki itu ada dalam perniagaan/bisnis.

“Dalam ayat Alquran disebutkan, ‘setiap kesulitan, pasti selalu ada kemudahan’. Jadi gak usah takut berbisnis, karena semua kesulitan pasti akan ada jalan keluarnya. Yang penting faidza faragta fanshab, kalau udah selesai dalam satu pekerjaan, jangan terus leha-leha. Kerjakan pekerjaan lain dengan sebaik mungkin,” pesannya.

Menurutnya, Rasulullah juga telah memberikan kunci kesuksesan seorang entrepreneur adalah dengan infak dan shodaqoh. “Dari hasilnya, sepertiga di makan, sepertiga diinfakkan dan sepertiga lagi diinvestasikan untuk pengembangan usaha. Lakukan secara ikhlas dan tawakal kepada Allah,” tutupnya. (njs)

 

 

Tonton juga videonya di Youtube Channel #gomuslimOfficial:

Ngulik Air Minum Syariah Bareng Owner Ufia Water


Back to Top