Founder Komunitas Wisata Panti, Danu Setyo Nugroho: Traveling Itu Obat Jiwa, Apalagi Bareng Anak Yatim

gomuslim.co.id – Islam menempatkan kedudukan anak yatim pada posisi yang istimewa. Agama-Nya juga mengatur dengan baik segala yang berhubungan dengan anak yatim, serta mengecam keras bagi –orang-orang yang menyentuh harta anak yatim dan mengimbau untuk menyantuni anak yatim.

Seluruh umat Islam diwajibkan untuk menyantuni anak yatim yang miskin. Bahkan, anak yatim mendapat bagian, baik dari fai', yakni harta musuh yang diambil tanpa perang terlebih dahulu, maupun dari ghanimah, yakni harta rampasan perang juga bagian dari infak dan sedekah.

Selain itu, pemeliharaan dan pembinaan anak yatim tak terbatas pada hal-hal yang bersifat fisik, seperti harta, tetapi secara umum juga mencakup hal-hal yang bersifat psikis. Dalam surah ad-Duha ayat 9, Allah SWT berfirman:

“Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang”

 

Sedekah Kekinian dan Kreatif

Adalah Danu Setyo Nugroho, seorang lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid yang sempat bekerja di kapal pesiar dan telah keliling Amerika hingga Alaska menginisiasi sebuah komunitas yang mengajak anak-anak di panti asuhan untuk berwisata. Komunitas yang lalu diberi nama Komunitas Wisata Panti ini, ia dirikan bersama 5 orang lainnya yang merupakan sahabat dan istrinya sejak 15 November 2015.

“Jalan-jalan dan berwisata adalah hobi saya bersama istri, bahkan dari kecil ya. Saya juga bekerja di bidang yang tepat, lalu kenapa enggak saya buat sesuatu yang bisa menyenangkan anak-anak dari panti asuhan yaitu mengajak berwisata,” tuturnya kepada gomuslim saat ditemui di kawasan wisata JungleLand, Bogor.

 

 

 

Lebih lanjut, ia mengatakan tujuan komunitas ini adalah untuk membahagiakan adik-adik panti melalui kegiatan wisata yang menyenangkan dan bernilai edukasi.  Dengan kata lain, berwisata sambil beramal dengan kekinian dan kreatif.

“Jalan-jalan bikin kita senang liburan atau bekerja,” katanya.

Danu mengaku, hal ini dilakukan juga karena mengingat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al Bukhari.

“Dari Sahl bin Sa’ad Radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.” (HR al-Bukhari)

“Lalu kenapa engga, tiap bulan kita ajak anak-anak berwisata, bersenang-senang dan memperbanyak anak” ujar laki-laki kelahiran 17 Juni 1984 ini.

 

Be Miracle for Them

Danu mengatakan, awalnya tak mengenal adik-adik panti asuhan. Namun, setelah mencoba menjalani agenda berwisata bersama anak panti, justru kini kegiatan tersebut menjadi momen yang selalu ia tunggu.

”Kita bisa merasakan, betapa senangnya mereka terhadap hadirnya kita. Ngobrol, bermain, makan bareng dan menjadi hubungan keluarga. Mungkin akan berbeda jika kita hanya datang ke panti asuhan membawa makanan sembako dan lainnya. Dengan begini jadi terasa dekat dan akrab,” tambahnya.

 

 

Komunitas dengan tagline Be Miracle for Them ini, konsisten mengadakan agenda berwisata setiap bulannya dengan mengajak panti asuhan yang berbeda. Saat ini, menurut Danu Komunitas Wisata Panti telah menjangkau lebih dari 30 panti asuhan yang sebagian besar wilayah Jabodetabek.

Selain itu, komunitas ini juga kerap mengadakan Wisata panti berkarya, yaitu kegiatan dengan tujuan menambah skill anak-anak panti asuhan. Dengan menggaet beberapa volunteer yang mau membagi ilmunya seperti;  menggambar, bermusik, mendongeng, dan lainnya.

 

 

Bahkan, di saat tertentu komunitas ini juga mengadakan Wisata panti berbagi, yakni menyantuni lansia, berbagi sembako, bantu korban bencana, kurban.

Sementara, pada saat milad Wisata Panti, Danu mengatakan komunitasnya mengajak adik-adik dari panti asuhan untuk berwisata lebih jauh dari biasanya. “Kalau biasanya wilayah Jabodetabek dan Bandung, tiap 15 November yang bertepatan dengan milad kami ajak adik-adik panti untuk ke luar kota,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Danu, setelah tahun-tahun sebelumnya adalah Jogjakarta, Malang, Surabaya, di tahun 2019 Komunitas Wisata Panti ingin mengajak adik-adik panti asuhan untuk ke Lampung.

“Kami dengar, banyak destinasi yang bagus ada Taman Nasional Way Kambas atau Pahawang masih kami bicarakan tempat wisata yang cocok untuk adik-adik” ujarnya.

 

Makna Traveling Bagi Danu

Sebagai sosok yang sering melakukan traveling baik karena pekerjaan ataupun bersama keluarga, Danu mengatakan Traveling adalah bagian dari obat jiwa.

“Traveling is my life!” serunya. Karena, menurut Danu, siapapun yang telah melakukan perjalanan pasti akan senang hatinya, senyum wajahnya, menjadi saling kenal dengan orang lain, lingkungan dan sebagainya.

 

 

“Karena di usia semakin ke depan, kita akan mengalami krisis pertemanan. Namun, dengan berwisata apalagi mengajak anak yatim justru membuat lingkaran pertemanan semakin luas. Begitupun saat mengajak adik-adik dari panti asuhan, mereka malah bisa menjadi penyejuk jiwa” papar suami dari Qurota Ayunin ini.

Selain itu, karena hobi berwisata dan latar belakang pendidikan yang klop membuat gerakan kecil yang ia lakukan ini semakin menyenangkan. (nov/gomuslim)

 

 

Informasi dan kontak

Web : https://www.komunitaswisatapanti.org/

Instagram : @wisatapanti

Grup Facebook : wisata panti family

Email : wisatapanti@gmail.com 

Kontak : 081314317421 (Kak Danu)

 

 


Back to Top