Pendiri Salon Muslimah Moz5, Yulia Astuti: Happy Mom is Happy Family

gomuslim.co.id - Happy Mom is Happy Family, itulah yang dipercaya Yulia Astuti saat mendirikan Moz5 Salon Muslimah. Baginya, seorang perempuan haruslah berhati senang dan bahagia. Karena menurutnya, perempuan adalah tiang agama dan negara maka sebelum kuat perlu bagi perempuan untuk senang hatinya.

“Kalau dia happy, senang, impactnya akan besar ke llingkungan, keluarga, anaknya, jadi aku percaya bahwa Happy Mom Happy Family makanya dimulai dari ibu, happy itu harus gimana, nggak melulu belanja, bisa juga dengan perawatan, ngeliat diri sendiri cantik, dipijit, wangi, terus kulitnya lembut harum pasti akan senang dan happy,” paparnya kepada gomuslim pasca Grand Opening Moz5 Beauty Parlour Tebet baru-baru ini.

Hal tersebut yang menjadikan wanita kelahiran Jakarta, 17 Juli 1976 ini semangat merintis usahanya, meski awalnya ragu karena belum banyak yang memakai hijab. Saat itu, hanya ibu haji, nenek-nenek dan sebagian sedikit perempuan memakai hijab.

“Jadi tahun 2000 aku sulit banget kalau cari salon yang khusus muslimah, jangankan salon muslimah, salon wanita aja susah banget. Jadi kepikiran aja untuk buat salon muslimah, walau waktu itu belum jelas marketnya, baru ibu-ibu haji, bahkan nenek-nenek ya beberapa aktivis kampus yang berhijab. Tapi waktu itu aku ngerasa, akan ada aja pasarnya, akan ada orang yang sama yaitu kesulitan mencari salon yang aman dan nyaman,” jelasnya.

Yulia mengaku, memang ada banyak pilihan salon pada saat itu namun kebanyakan salon rumahan yang terbuka bagi orang asing.  “Ada salon, tapi ya rumahan yang nanti ada suami pemilik ada siapa aja yang lewat gitukan,” ujarnya

 

 

Cerita Membangun Bisnis Salon Muslimah

Ia pun akhirnya mulai membangun bisnis salon muslimah dengan nama Moz5 pada tahun 2002 tepatnya pada Mei 2002 berdiri Moz5 Salon Muslimah pertama kali di Margonda Depok, Jawa Barat.

“Aku pilih outlet pertama di Depok karena aku lihat komunitas muslim di depok cukup kuat, dan bener aja kan waktu kita buka dan yang pertama antusiasmenya bagus. Bahkan dari Tangerang, Bekasi, Jakarta pada dateng ke Depok. Di situlah mereka tau dan menyebar,” kata lulusan S1 Sastra Jepang UI ini.

Tak jarang ia menerima permintaan dari klien-kliennya untuk membuka cabang di daerah. “Ada juga yang tadinya kost dan kuliah di Depok pas balik ke daerahnya nanya, kok ngga ada di daerah kita akhirnya menyebarlah Moz5,” tambahnya.

Saat ini, di usia 17 tahun Moz5 memiliki 25 cabang outlet yang menyebar di seluruh Indonesia dan memperkerjakan lebih dari 400 karyawan. Diakui ibu 3 orang anak ini, usahanya bukan tanpa tantangan, tak jarang challenge seringkali datang dari SDM.

“Mungkin karena kami ini menawarkan jasa, jadi memang benar-benar mengandalkan front liner, SDM kita untuk melayani sesuai dengan visi misi kita. Awalnya memang berbisnis itu melihat potensi pasar, tapi semakin kesini dengan membawa nama muslim, otomatis kita membawa nilai tersendiri. Salon Muslimah kan, jadi kita harus bertanggung jawab moral. Ini sebagai salah satu windows orang dalam mengenal Islam,” tuturnya.

Lebih lanjut, Yulia menganalogikan jika di salon umum pelanggan mungkin dapat memaklumi jika pelayanan dirasa kurang memuaskan. Namun, berbeda halnya jika terjadi di salon muslimah.

“‘Katanya salon muslimah, kok jutek amat’ akan ada demanding gitu kan. Lalu saya sadar ‘oh ya saya harus lebih terapkan nilai-nilai islami di sini’. Makanya challengenya di situ. Lebih dari hardskill pada umumnya yaitu gunting rambut, massage, tapi dia harus merepresentasikan nilai-nilai islam. Akan lebih berat di situ,” jelasnya.

 

 

Selain tantangan, banyak juga suka duka yang dialami Yulia. Ia juga menceritakan, suatu ketika Moz5 nyaris dituntut seorang mahasiswi hukum UI karena rambutnya rontok hingga botak seketika saat sedang menjalani perawatan rebonding.

“Akhirnya untung aja, kami punya SOP yaitu sebelum treatment kita harus tanya, ada alergi enggak, apa ada obat tertentu yang harus dihindari atau engga. Ternyata dia alergi terhadap obat rebonding dan dia bohong, artinya itu diluar tanggungjawab kita,” paparnya.

Karena masalah bukan dari salon, lanjutnya, mahasiswi tersebut mengurungkan niatnya untuk menuntut Moz5. Namun, sebagai bentuk simpatik Moz5 memberikan kesempatan untuk menjalani perawatan setelah botak karena rontok selama 6 bulan dengan 3 kali keramas dalam seminggu.

“Dan alhamdulillah, dari yang tadinya botak karena rontok, rambutnya tumbuh dan lebih sehat dari sebelum ada masalah itu. Sampai dengan 6 bulan rambutnya ternyata bagus dan sehat, dia kaya langsung testimony bagus dan promosi moz5 kemana-mana. Buat aku waktu itu berkesan banget, karena posisinya bukan salah kita dan kita mau tanggungjawab. Hasilnya ternyata hasilnya bagus. Sejak itu dia jadi pelanggan setia,” tutupnya. (nov/gomuslim)

 

 

Baca juga:

Perawatan Tubuh yang Aman dan Nyaman bagi Muslimah


Back to Top