dr Zaidul Akbar, Dokter Umum Penggagas Jurus Sehat ala Rasulullah

gomuslim.co.id – Perkembangan pembangunan rumah sakit, teknologi pengobatan terbaru tak melulu menjadi kabar yang baik, karena hal itu juga berbanding lurus dengan jumlah banyaknya pasien yang membutuhkan pertolongan. Hal tersebut yang menjadi kegelisahan tersendiri bagi dr. Zaidul Akbar, penggagas Jurus Sehat ala Rasulullah yang sebelumnya menjadi dokter umum di sebuah rumah sakit di Balikpapan dan Jakarta.

 

Awal Mula Pelajari Kesehatan Islam

Baginya, semakin bagus badan seseorang muslim maka akan semakin bagus juga kekuatannya untuk melaksanakan amal ibadah. “Sejak sekitar 7-8 tahun lalu saat saya masih praktik sebagai dokter umum sempat mikir apa Islam nggak punya konsep untuk kesehatan yang mudah dan murah, atau gratis bahkan. Karena rasanya pasien ini nggak habis-habis, malah semakin banyak,” ungkapnya saat ditemui gomuslim setelah mengisi kajian Muslim Lifefest di Jakarta Convention Center, Sabtu (31/09/2019).

 

 

Hal tersebut yang membuatnya mulai belajar, konsultasi, dan baca buku baik dari literatur barat maupun Arab, Indonesia dan negara lain. Hingga ia menyimpulkan bahwa saat ini dunia kesehatan justru lebih banyak dikuasai dan berkiblat barat.

“Kiblat kita malah ke sana, dan ini jadi PR besar. Kata kuncinya adalah semua syariat Islam itu menyehatkan, tapi kita memang melakukannya bukan untuk sehat tapi kewajiban. Shalat itu apa kurang sehat? Apa kurang sehatnya haji? Apa kurang sehatnya puasa? Bahkan apa kurang sehatnya sedekah? Allah sudah tau bahwa kebutuhan manusia itu ada dalam rukun Islam,” papar pria asal Jambi ini.

Jalan panjang mempelajari pengobatan ala Islami membawanya hingga menjadi Ketua Asosiasi Bekam Indonesia.

“Kalau kata Imam Syafii, setelah ilmu agama maka ilmu yang harus umat Islam dalami adalah Ilmu Kesehatan,” ujar Alumni Fakultas kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang ini.

 

Ciptakan Jurus Sehat Rasulullah

dr Zaidul Akbar menegaskan bahwa tubuh manusia adalah anugerah Allah. Karunia yang manusia tak mampu ciptakan. “Kita mau ciptakan sehelai alis aja ngga bisa, artinya mari kita jaga baik-baik, beri dia asupan yang terbaik sebagai bentuk pertanggungjawaban,” tutur pria kelahiran  30 November 1977.

Sebagai seorang dokter yang memang banyak mempelajari dunia kesehatan, dr Zaidul banyak belajar dari berbagai referensi akan pengobatan Islami. Sampai pada keyakinan bahwa Produk Allah lah obat yang paling baik bagi tubuh manusia. dr Zaidul juga bahkan menulis sebuah buku Jurus Sehat Rasulullah yang laris di pasaran.

“Kita melihat bagaimana Allah menjelaskan bagaimana fenomena alam, dari malam, siang dan tumbuh-tumbuhan beraneka ragam, intinya kita belajar obat-obatan. Dan obat-obatan itu pada akhirnya berasal dari kunyit, tomat yang mudah sekali didapat dan sesuai dengan kebutuhan kita,” tegasnya.

 

 

Asupan terbaik, lanjutnya, tak perlu mahal apalagi Indonesia punya sumber daya alam yang sangat murah dan mudah mendapatkannya.

“Sebenarnya yang saya sampaikan (jurus sehat rasulullah, red) gitu-gitu aja, kunyit, rimpang-rimpangan, jeruk nipis, asem jawa, tinggal bagaimana kita mengkombinasikan seperti apa yang disampaikan Alquran. Seperti saat kita makan tempe, blender dengan kurma itu kombinasi antara prebiotik dan probiotik. Jadi, tempe itu probiotik dan kurma itu prebiotic. Dan itu ketika kita menggabungkan itu efeknya ke badan sangat luar biasa,” paparnya.

 

Makanan adalah Obat

Setelah tidak lagi bekerja di rumah sakit umum dan mendalami pengobatan islami, dr Zaidul Akbar lebih sering mengisi seminar dan kajian yang digelar di berbagai lembaga. Hal yang selalu ia tegaskan adalah untuk menjadikan makanan tapi obat.

“Kalau lagi makan, mulailah berfikir makanan ini bisa jadi masalah ke badan atau bisa jadi manfaat buat badan kita. Kalau kita sudah mikir kaya begitu, kita akan hati-hati dalam makan,” tuturnya.

Menurutnya, semua jenis bumbu itu obat baik kayumanis, cengkeh, jahe dan lain sebagainya. Hal tersebut sebaiknya menjadi peluang tersendiri dalam dunia usaha.

“Orang paling kaya di negeri ini, harusnya orang yang bisa memproduksi produk sehat, agar semua orang sehat.  Sehingga kalau produknya sehat otomatis negeri itu akan sehat. Tergantung siapa yang mau ambil peluang itu,” ujarnya.

Hal itu, katanya, sebagai bentuk ikhtiar amar ma’ruf nahi mungkar. “Siapa tau akan ada infus kunyit, injeksi kunyit, suatu hari akan ada seperti itu,” tambahnya.

 

 

Mens sana in corpore sano kutipan yang berarti di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat seolah sejalan dengan apa yang seringkali dr Zaidul Akbar tegaskan bahwa hidup sehat berarti akan lebih maksimal dalam beribadah serta menjaga amanah tubuh yang Allah titipkan sebagai karunia. (nov)

 

Baca juga:

Isi Kajian di Muslim LifeFest 2019, Ini Tantangan Hidup Sehat dari Dokter Zaidul Akbar


Back to Top