Jamil Azzaini, Motivator Sukses Mulia yang Ingin Miliki 10 Ribu Kader Tahfidz Sebelum Meninggal

gomuslim.co.id – Siapa yang tak kenal Jamil Azzaini? Sosok motivator yang dikenal dengan inspirator sukses mulia ini telah banyak memberi motivasi di berbagai lembaga serta perusahaan di Indonesia.

Kepada gomuslim, Jamil menyampaikan bahwa hal tersebut dilakukannya karena memahami betul bahwa perubahan-perubahan besar ditentukan oleh para pemimpin.

“Maka kemudian  yang kita sentuh di training perusahaan adalah para pemimpin. Dengan harapan jika pemimpin produktif maka anggota teamnya turut produktif,” jelasnya saat ditemui setelah peluncuran Tahfidz Property beberapa waktu lalu.

 

Fokus Ciptakan Pemimpin

Selain melakukan banyak motivasi di berbagai perusahaan seperti, Bank Indonesia, Pertamina, MNC, Gramedia, Dirjen Pajak, Sharp Indonesia, dan masih banyak lagi. JamiL Azzaini juga melakukan banyak pembinaan intensif melalui Tahfiz Leadership.

“Ada juga pemimpin yang kita ciptakan, yaitu melalui tahfiz leadership. Mereka hafal quran, dan di saat yang bersamaan mereka akan jadi leader perubahan yaitu dengan belajar menjadi pemimpin,” ujarnya

 

 

Dia berharap, dengan diajarkannya ilmu kepemimpinan kepada para hafiz akan memberikan perubahan yang lebih baik.

“Untu pembinaan, programnya nge-camp selama 40 pekan. Dan hanya dua hal, yaitu sial hafalannya 30 juz juga leadership intensif,” lanjut pria kelahiran 09 Agustus 1968 ini.

Menurutnya, ilmu leaderhip tak bisa dipelajari dengan seminar. “Harus ada treatmen khusus, pembinaan intensif serta pendampingan dan kita lakukan selama 40 pekan,” katanya.

“Saat ini Tahfiz Leadership ada di 7 kota yaitu Jakarta, Bandung, Bogor, Klaten, Batulicin, Tenggarong Kalimantan Timur,”sambungnya

 

Ingin Peluk Rasulullah

Sebagai seseorang yang lahir tidak dalam keadaan berada, Jamil memiliki banyak motivasi dalam hidupnya demi kehidupan yang lebih baik. Saat kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) biayanya banyak disokong melalui pinjaman dari orang-orang terkaya di kampungnya.

Karena tekadnya yang kuat, Jamil akhirnya berhasil menempuh jenjang kuliahnya hingga strata dua. Bahkan ia bisa melampaui cita-citanya sejak kecil yakni menjadi insinyur pertanian. Tak hanya menjadi seorang insinyur pertanian, Jamil pun menjadi inspirator yang banyak menginspirasi jutaan orang melalui gerakan Sukses mulia yang berhasil ia kembangkan.

 

 

Kini, ia berhasil diundang tak hanya dari dalam negeri tapi juga negeri tetangga seperti di Singapore, Malaysia, Brunei Darusalam, Australia, Hongkong, Makao, Oman, Kuwait, Uni Emerates Arab, Jepang, Korea Selatan, Mesir hingga Amerika Serikat.

Ketika ditanya soal visi hidupnya, keinginan Jamil Azzaini kini hanya satu.

“Saya ingin memeluk rasulullah selain itu saya targetkan sebelum meninggal saya ingin memiliki sepuluh ribu kader para tahfiz,” tutur laki-laki yang berhasil menulis 6 buku ini.

 

Sebutan Inspirator Sukses Mulia

Seperti yang disebutkan di awal, Jamil Azzaini kerap disebut sebagai seorang inspirator Sukses Mulia. Julukan itu diberikan oleh rekan-rekannya didasari oleh kepiawaiannya mendorong orang untuk selalu meraih kehidupan terbaikyakni Sukses Mulia.

“Sukses adalah orang yang memiliki 4-ta (harta, tahta, kata dan cinta) yang tinggi, 4-ta itu diperoleh dengan memerhatikan etika dan agama yang dianutnya. Sementara mulia adalah memanfaatkan 4-ta yang sudah diperoleh untuk memberi manfaat kepada orang-orang di sekitarnya,” jelasnya.

Selain memimpin Kubik, Tahfiz Leadership, Mentoring  leader himpunan alumni IPB, Tahfiz property, Academi Trainer, Jamil Azzaini juga mendirikan sekolah murah tingkat menengah di Lampung.

 

 

Saat ini setiap tahunnya muridnya lebih dari 1.400 orang. Jamil juga mendirikan Pesantren Wirausaha Agribisnis Abdurrahman bin Auf secara cuma-cuma di Klaten Jawa Tengah.

“Lulusan Pesantren ini dimaksudkan untuk melahirkan para pengusaha baru di Indonesia sekaligus memutus rantai kemiskinan,” harapnya.

Ia juga menjadi penasehat di Komunitas Tangan Di Atas (TDA), sebuah komunitas wirausaha dan sebagian besar anggotanya adalah pengusaha muda.

Selain itu, ia juga menjadi penasehat di Yatim Mandiri sebuah lembaga sosial yang berupaya memandirikan anak-anak Yatim. (nov/gomuslim)


Back to Top