Sering Tolak Pengemis, Ibu Ini Alami Hal Aneh Saat Ibadah Haji

gomuslim.co.id– Salah satu misi Nabi Muhammad Saw. diutus ke bumi oleh Allah Swt. adalah untuk menyempurnakan moral umat manusia. Manusia sebagai makhluk sosial tentunya saling membutuhkan satu sama lain, tak terkecuali orang kaya. Sekaya apa pun manusia pasti dia membutuhkan yang lain. Dia membutuhkan asisten rumah tangga, driver, guru private untuk anaknya, dan lain sebagainya.

Karena itu, tidak dibernarkan seseorang menyombongkan dirinya sebab kekayaan atau jabatan yang dimiliknya. Di atas yang kaya ada yang lebih kaya yaitu Allah Yang Maha Kaya.

Pada tahun 2006, seorang ibu bernama Yuyum mendapatkan kesempatan menunaikan rukun Islam yang kelima ini. Semua perjalanan yang dilakukan dari rumah hingga pulang kembali diberikan kelancaran dan kemudahan oleh Allah Swt. Namun ada pelajaran menarik yang dapat kita petik di sela-sela ibu asal Karawang ini menyempurnakan ibadah hajinya.

Ceritanya ibu beranak tiga ini ingin mengambil air panas yang disediakan tenda darurat di sekitar Arafah. Saat itu, dikabarkan bahwa jamaah Indonesia tidak mendapat layanan yang baik, bahkan kelaparan. Namun kabar itu sebenarnya tidak valid. Jamaah Indonesia memang tidak mendapatkan tenda darurat dari Pemerintah Indonesia. Konon tenda terbatas itu disediakan Kerajaan Arab Saudi. Saat sudah dekat lokasi tempat disediakannya air, tiba-tiba tenda itu tertutup sendiri. Secara logika tidak mungkin hal itu terjadi. Pasalnya, jarak antara ibu kelahiran 70-an ini dengan tenda hanya beberapa jengkal saja.

Ibu itu pun kaget dan merasa bersedih bukan main. Ibu ini pun mencoba mengingat-ingat perbuatan yang pernah dilakukannya sebelum haji. Ia ingat pesan kiai yang pernah mengajarnya di rumah, “Perbuatan orang haji itu akan dibalas sesuai perbuatannya saat berinteraksi dengan masyarakat.”  Ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini tidak jarang menolak pengemis yang meminta-minta di depan rumahnya. Bahkan ibu itu seringkali menutup pintu rumahnya. Tentu akhirnya ibu ini pun bertobat dan menyesal atas perbuatannya.

Karena itu, kita perlu menghayati firman Allah Swt. ini, “Jangan sekali-kali Anda mengusir pengemis” (QS Ad-Duha (93): 10). Menurut Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya, jika Anda terpaksa tidak bisa atau tidak ingin memberikan sepeser uang atau sesuap nasi, maka tolaklah pengemis itu dengan lemah lembut dan santun.

Namun selagi kita mampu memberi, tidak ada salahnya kita sisihkan sebagian harta kita untuk pengemis itu. Hal ini karena salah satu ciri manusia yang berakhlak mulia itu sebagaimana firman Allah, “Mereka yang menyisihkan hartanya untuk pengemis dan pengangguran” (QS Al-Ma’arij (70): 24-25). Ini pula yang selalu dilakukan Nabi Saw. selama hidupnya. Beliau tidak pernah menolak siapa pun yang meminta.  

Bagaiamana jika pengemis itu setiap hari bolak-balik mengemis di lingkungan tempat tinggal kita? Bahkan tidak jarang bahwa mengemis dijadikan sebuah profesi yang menguntungkan? Orangnya kaya, tapi kekayaanya itu hasil mengemis. Bukankah secara manusiawi kita wajar menolaknya? Ya betul, itu hal yang wajar. Nabi Muhammad Saw. pun pernah bersabda, “Orang yang meminta karena untuk memperkaya diri dan dengan memaksa itu sama saja seperti meminta bara api. Banyak atau dikit yang diterima sama saja. Orang itu akan celaka” (HR Muslim).

Peristiwa yang dialami ibu asal Karawang itu semoga dapat kita jadikan pelajaran dan pedoman hidup. Sebagaimana misi diutusnya Nabi untuk menyempurnakan akhlak manusia, kita pun harus terus selalu berusaha santun pada siapa pun tanpa memandang status sosial orang tersebut, sekalipun pengemis. (ihs) 


Back to Top