Pernah Fitnah Tetangganya, Ibu Ini Alami Kecelakaan Saat Haji

gomuslim.co.id– Kisah ini bermula beberapa tahun lalu, seorang gadis bernama Euis pernah difitnah salah seorang tetangganya yang usianya jauh lebih tua di atasnya. Sebut saja Reni namanya. Reni memang dikenal masyarakat setempat sebagai tukang fitnah dan penyebar gosip. Mereka tinggal di salah satu desa di daerah Rengsodengklok.

Tidak disangka, Euis dan Reni yang dulu pernah memfitnahnya berkesempatan pergi haji dalam satu rombongan pada tahun 2006. Saat itu Euis sudah memaafkan perbuatan Reni yang pernah memfitnahnya.

Singkat cerita, Reni tertabrak mobil, namun hanya jari kakinya yang terluka parah. Padahal mobil yang menabraknya hanya berjarak berapa jengkal lagi dengan tubuhnya. Secara logika, seharusnya Reni terpental tertabrak mobil itu. Saat itu kejadiannya di sekitar kota Mekah, tapi Euis lupa di mana persisnya kejadian itu.

Wanita yang kini memiliki tiga anak itu teringat lagi kisah pilu masa lalunya yang pernah difitnah Reni. Saat itu, Reni memfitnah Euis menendang-nendang rumah pintu Nani yang juga tetangga Euis dan Reni. Euis memang sedang mencari kebenaran berita yang melibatkan ayahnya.

Waktu itu, ayahnya digosipkan selingkuh dengan salah satu keluarga Nani. Kenyataannya, Euis waktu itu hanya melihat kondisi rumah Nani dari kejauhan untuk menyelidiki benar atau tidak berita buruk yang menimpa ayahnya, tidak sampai menendang-nendang rumah Nani.

Gara-gara ucapan Reni yang memfitnah Euis mengamuk di rumah Nani, Euis menduga-duga mungkin kecelakaan itu balasan dari perbuatannya yang pernah dilakukannya dulu sebelum berhaji. Biasanya orang yang berhaji suka mendapatkan balasan setimpal sesuai perbuatannya yang dilakukan sebelum haji.  

Cerita di atas semoga menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak berdusta karena alasan benci atau dendam. Marah atau tidak suka terhadap seseorang adalah watak alamiah manusia ketika merasa disakiti. Reni melakukan itu karena tidak suka terhadap keluarga Euis.  

Namun, sebagai Muslim yang baik, tentunya kita berusaha menghindari sekuat tenaga untuk tidak marah, benci, dan dendam, bahkan menyebarkan berita buruk yang tidak sesuai dengan fakta terkait orang yang kita benci tadi.

Rasulullah Saw. pernah bersabda: “Orang dikategorikan berdosa itu ketika ia menceritakan segala yang didengarnya (tanpa mempertimbangkan maslahat dan madarat ceritanya)". (HR Abu Daud dan Ahmad).

Menceritakan apa yang kita dengar dari orang lain saja harus dipilih, ada manfaatnya atau tidak jika diceritakan lagi ke orang lain. Apalagi jika kita menyebarkan berita bohong ke orang lain. Selain kita berdosa, orang lain yang mungkin akan menceritakannya lagi ke pihak lain juga akan mendapatkan dosa. Berlipatlah dosa orang yang pertama kali menyebarkan berita bohong. (ihs)

 


Back to Top