Suka Kentut Sembarangan, Pria ini Dapat Balasan di Masjidil Haram

gomuslim.co.id – Tahun lalu merupakan waktu yang sangat ditunggu-tunggu oleh Pak Aan Anshari. Pasalnya, pria berusia 30 tahun ini dapat melaksanakan ibadah haji bersama istrinya. Mereka pun berharap agar ibadah haji yang dilaksanakannya pada 2016 itu diterima di sisi Allah Swt. dan dicatat sebagai haji mabrur. Selain itu, terselip kesan dan cerita yang dapat diambil hikmahnya. Salah satunya mengenai kisah temannya yang juga melaksanakan rukun Islam yang kelima ini. Temannya itu bernama Pak Deni atau biasa dipanggil Kang Deden.  

Kang Deden, sapaan akrab pria berusia 36 tahun ini, suka usil kentut sembarangan. Bahkan kentut sembarangannya itu biasa dijadikan bahan guyonan dan humor dengan teman-temannya. Bagi teman akrabnya, memang prilaku Kang Deden itu dianggap biasa saja dan bahkan lucu. Namun mungkin orang lain yang belum mengenalnya menganggap kentut sembarangan itu kurang sopan itu atau bahkan tidak sopan.

Kata Pak Aan, perbuatan buruk Kang Deden itu dapat balasan saat dirinya berada di Masjidil Haram. “Usai salat di Masjidil Haram, mohon maaf, orang berbadan besar dan berkulit hitam tepat berada di depannya. Saat itu, orang hitam itu bangun dari duduknya. Pas hendak berdiri, tepat berhadap-hadapan dengan wajah Kang Deden, orang hitam itu kentut,” cerita pria asal Karawang ini.

Orang yang melakukan kentut sembarangan itu pun pergi begitu saja tanpa meminta maaf atau berbasa-basi. Kang Deden memang tidak marah. Dia malah cengar-cengir saja. Kang Deden ingat perbuatan buruknya yang suka ngerjain teman-temannya di tempat kerja. “Mereun eta jelma hideung nyahoan urang sok hitut sembarangan (Mungkin orang hitam itu tahu kali ya saya suka kentut sembarangan),” gumamnya dalam hati saat itu.

Terlepas dari penilaian sopan atau tidaknya kebiasaan buruk Kang Deden, Islam mengajarkan etika sekecil dan seremeh apa pun, termasuk etika membuang angin dari dubur itu. Masih diberikan dapat kentut memang sebuah anugerah dari Allah Swt. Bahkan menahan kentut saat salat itu hukumnya makruh. Namun demikian, bukan berarti kita boleh kentut sembarangan, apalagi dijadikan bahan lelucon atau guyonan.

Imam at-Thabari dalam tafsirnya menjelaskan al-munkar yang dimaksud dalam surah al-Ankabut ayat 29. Ayat tersebut menceritakan tentang kebiasaan buruk kaum Nabi Luth. Al-munkar dalam ayat itu maksudnya adalah kentut sembarangan di ruang publik. Artinya, orang yang suka kentut sembarangan itu sama seperti perbuatannya kaum Nabi Luth. Padahal Islam mengajarkan bahwa malu itu bagian dari iman.

Bahkan Rasulullah Saw. pernah menegur para sahabat yang tertawa karena ada ada sahabat yang kentut. “Kenapa kalian tertawa karena orang itu kentut?” (HR Bukhari dan Muslim). Menurut imam an-Nawawi hadis ini mengajarkan kepada kita agar tidak menertawai kentut orang lain. Bila perlu, kita pura-pura tidak tahu atas kentut itu. Barangkali saja orang itu kelepasan dan tidak kuat lagi menahan kentutnya. Kita pura-pura tidak tahu barangkali orang itu malu bila kita tahu. Apalagi yang kentut itu wanita dan didengar pria yang belum dikenalnya. (ihs/foto: ilustrasi)     


Back to Top