Berkah Doa Tulus Ibunda, Pria Ini Rasakan Kemudahan dalam Hidup

gomuslim.co.id– Ibu memiliki posisi tertinggi dalam nilai-nilai moral Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. Selain mengandung, melahirkan, ibu juga yang menyusui kita sampai batas usia dua tahun pada umumnya. Karena itu, Nabi berpesan pada seorang sahabat yang bertanya siapa yang harus ia dahulukan untuk berbuat baik kepadanya.

Nabi menjawab, “Berbuat baik lah pada ibumu dulu.” Sahabat yang bertanya itu sampai mengulang pertanyaannya tiga kali, namun jawaban Nabi tetap sama. Barulah pertanyaan yang keempat kali dijawab Nabi dengan jawaban lain, “Berbuat baik lah pada bapakmu.”

Karena benar-benar mengingat dan mengamalkan hadis ini, Luqman Hakim selalu merasakan kemudahan dalam urusan duniawinya. Sejak lulus dari pesantren, pria asal Palembang ini mendapatkan beasiswa di salah satu universitas di Jakarta. Tidak tanggung-tanggung, Luqman mendapatkan beasiswa jurusan kedokteran. Kuliahnya pun dijalani tanpa hambatan serius. Hingga selesai spesialis penyakit dalam, Luqman masih tetap mendapatkan beasiswa.

Luqman merupakan anak bontot dari tiga bersaudara. Dua kakaknya kini telah menikah dan tinggal terpisah dari kedua orangtuanya. Namun menurut Luqman, kedua kakaknya sedikit kurang perhatian pada orangtua mereka. Karena itu, Luqman lah yang kini mem-back up semua kebutuhan kedua orangtuanya.

Suatu saat, Luqman pernah bertanya pada ibunya, “Bu, alhamdulillah ya Luqman selalu dimudahkan urusan duniawi, dari sejak kuliah dulu sampai sekarang ketika sudah terjun berkarir?”  Ibu Luqman pun terdiam dan mencoba menjelaskan, “Alhamdulillah, Nak. Orang itu tergantung menanamnya. Kalau kamu sering menanam kebaikan, ya nanti kamu juga suatu saat akan memetiknya. Begitupun sebaliknya.”

“O, iya, Ibu dulu dengar ceramah ustad di kampung kita. Kata ustad itu, amal saleh orangtua itu bisa berbekas pada anaknya,” cerita Ibu Luqman. Ternyata ibu Luqman rutin melakukan salat-salat sunah dan selalu mendoakan khusus buat anak-anaknya, terutama Luqman.

“Kedua orangtua memang selalu harus kita dahulukan dalam segala hal apapun. Menyakiti kedua orangtua merupakan dosa besar yang deritanya tidak hanya dirasakan di akhirat, namun juga bisa dirasakan ketika masih hidup, apalagi menyakiti ibu,” jelas Luqman mengingat pesan ustadnya ketika masih di pesantren.  

Luqman juga bercerita tentang sahabat yang disuruh pulang kembali ke rumahnya oleh Nabi saat hendak izin ingin berjihad. “Apakah kedua orangtuamu masih ada?” ungkap Luqman meniru pertanyaan Nabi pada sahabat yang ingin berjihad itu.

Berbeda dengan Luqman, kedua kakaknya memang sejak muda sering membantah kedua orangtua mereka. “Disuruh mesantren gak mau, salat susah, sering keluyuran, bapak dan ibu seringkali jengkel akibat ulah kedua kakak saya,” pungkas Luqman. (ihs)   


Back to Top