Kisah Hikmah #RamadhanSeries (16)

Bukanlah Ucapan Biasa, Fatal Adanya!

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak". Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. (QS. 19:88-93)

Salah satu ajaran tauhid agama Islam adalah tauhidullah, mengesakan Allah. Inilah kelugasan ajaran Islam yang amat mudah diterima. Konsep teologis yang jelas tanpa ambigu. Bahwa Allah adalah Esa, tiada beranak maupun diperanakkan.

Yahudi mengklaim bahwa Uzair adalah anak Tuhan. Sedang Nasrani meyakini bahwa Isa atau Yesus anak Tuhan. Konsep ini terus dipertahankan dengan dogma dan doktrin, meski semakin dipikirkan semakin tak jelas landasan teorinya.

Maka tauhidullah adalah jawaban yang tepat atas otoritas ketuhanan. Bahwa yang berhak disembah adalah Allah semata. Dia Yang Maha Kuasa tiada memerlukan makhluk dalam keagungan-Nya.

Syahadat atau kesaksian bahwa Tiada Tuhan selain Allah akan membuat manusia terhapus dosa-dosanya. Mereka yang mengucapkan syahadat akan dijamin surga.

Sebaliknya mereka yang melakukan syirik, mempersekutukan Allah, atau mengklaim bahwa ada tuhan selain Allah akan mendapat ancaman neraka dan tiada terhapus dosa-dosanya.

Kembali kepada pembahasan ayat 88-93 surat Maryam bahwa Isa putra Maryam diklaim sebagai anak tuhan.

Ketahuilah bahwa mereka yang mengklaim Isa anak tuhan maka jatuh pada dosa syirik meski hanya dengan ucapan saja! Siapa yang berucap atau mengatakan Isa anak tuhan maka akan mendapat murka Allah dan semua makhluk.

Perkataan Isa anak tuhan bukanlah perkara remeh. Dia bukan basa-basi, atau pelengkap muamalah. Dalam ayat 89, Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu menafsirkan kata 'idda' sebagai azhiim, atau perkara besar. Maknanya, klaim Isa anak tuhan bukan sekedar hal remeh. Tapi mengganggu akidah dan mendatangkan murka Allah.

Ayat 90 mendeskripsikan kepada kita semua betapa langit hampir pecah. Bumi terbelah dan gunung-gunung runtuh saat mereka semua mendengar anak manusia bilang bahwa Allah punya anak!

Bahkan Kaab al Ahbar menambahkan bahwa seluruh malaikat menjadi gaduh karena marah mendengar klaim manusia tadi. Dan neraka pun menggelegak mendengarnya!

Maka ketahuilah wahai anak manusia, bahwa berhentilah berkata bahwa Isa anak tuhan, sebab itu adalah perbuatan syirik yang akan mendatangkan murka Allah dan semesta alam.

Perbaikilah syahadatmu, Dan sembahlah Allah semata. Maka in sya Allah, engkau akan dapatkan keridhoan Nya.

Gantilah ucapan fatal tadi dengan ucapan terbaik yaitu syahadat. Kedua-duanya adalah ucapan. Namun yang pertama mendatangkan murka, sedang yang satunya lagi mendatangkan surga.

 

Wallahu A'lam.

Ustadz Bobby Herwibowo, Lc.

Founder Metode Kauny Quantum - Menghafal Alquran Semudah Tersenyum

Pendiri Yayasan Askar Kauny


Back to Top