Kisah Hikmah #RamadhanSeries (22)

Mereka yang Mempelajari Alquran dan Mengajarkannya

Edi, seorang pegawai swasta di Cikarang. Sore itu ia pulang dari Pelatihan Mengajar Tahfizhul Quran. Ia merasakan bahwa kenikmatan menghafal Alquran tiada tertandingi. Ia pun bersemangat untuk menghafal Alquran lagi.

Sampai di rumah benar ia praktekan menghafal Alquran bersama keluarga. Kenikmatan belajar bersama keluarga membuat ia berani mengajarkan tahfizh ke beberapa tetangga.

Masya Allah, di luar dugaan para tetangga meminta Edi untuk terus ajarkan mereka Alquran. Salah satu dari mereka adalah Mukidi, petugas air isi ulang keliling.

Mukidi —yang amat antusias belajar tahfizh Alquran bersama Edi, berkeliling menjajakan air isi ulangnya ke banyak perumahan di Cikarang.

Sembari mengambil atau mengantar air, Mukidi menawarkan kepada pelanggannya layanan yang tidak biasa, yaitu Tahfizhul Quran!

Cahaya Allah begitu menyebar....

Banyak warga yang menyambutnya. Maka Mukidi pun meminta Edi untuk hadir mengajarkan. Persis seperti warga perumahan dimana Edi tinggal, maka warga di perumahan lain pun ingin terus belajar menghafal Alquran.

Tak kenal umur, tak kenal waktu! Mau pagi, petang, siang dan malam... mulai dari anak-anak, remaja, dewasa maupun lanjut usia turut menghafal Alquran...

Allahu Akbar!!!

Edi menyampaikan dengan nada suara bergemetar bahwa kini ada 30an markaz tahfizul Quraan yang ia dan kawan-kawan bina di Cikarang. Sedang jumlah mereka yang rutin menghafal Alquran kini bersamanya lebih dari 1600an orang.

Masya Allah....

"Saya awalnya ragu apakah bisa mengajarkan Alquran karena saya adalah orang biasa. Tapi rupanya satu ayat yang saya ajarkan, membuat saya semakin semangat untuk terus menghafal Al Quraan," jelas Edi.

Saya tertegun menyimak kisah luar biasa yang Edi tuturkan. Terbayang oleh saya bagaimana Allah bahagiakan ia dan keluarga dengan cahaya Alquran.

Maka itulah manusia terbaik yang terus mempelajari Alquran dan tiada jemu mengajarkannya.

 

Wassalam,

Ustadz Bobby Herwibowo


Back to Top