Berkah Shalat Tahajud, Karyawan Ini Dapat Kemudahan Saat Persalinan Isteri

gomuslim.co.id- Selalu ada hikmah dan pertolongan Allah bagi hambanya yang taat beribadah. Apalagi jika ibadahnya dilengkapi dengan ibadah-ibadah sunnah seperti shalat tahajud. Seperti yang dialami oleh seorang hamba Allah yang satu ini. Sebut saja namanya Ahmad.

Ahmad sendiri merupakan seorang karyawan swasta yang gajinya hanya mencukupi kebutuhan keluarga. Tentu saja, ketika ada kebutuhan genting yang mendadak, Ahmad cukup kerepotan. Apalagi jika berkaitan dengan uang, karena Ahmad masih belum mempunyai tabungan yang banyak.  

Kisah Ahmad berawal saat isterinya hendak melahirkan. Masalah muncul ketika beberapa hari sebelum kelahiran anaknya, dokter kandungan mengatakan bahwa posisi bayi dalam kandungan istrinya terbalik. Hal ini pun bisa mengharuskan saat lahir nanti, isterinya harus melewati operasi cesar.

Tentu saja operasi lewat cesar membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ia berharap ada orang yang dapat membantu memberikan bantuan untuk biaya cesar tersebut.

Ahmad yang biasa mengikuti kajian bersama Ustadz pun mengadukan masalahnya. Ia menceritakan tentang kegelisahan dan kekhawatirannya jika nanti isterinya benar-benar harus dioperasi cesar.  

Ustadz yang mendengarkan kisah Ahmad pun memberikan saran dan nasihat. Ia meminta Ahmad untuk tetap tenang menghadapi persoalan. Karena sejatinya, Allah akan selalu menolong hambanya yang membutuhkan.

“Yakinkan hati bahwa Allah mampu membalikkan apa yang manusia tidak mampu melakukannya. Jadikanlah Allah di garis depan. Mintalah pertolongan Allah. Kalo Ahmad mau meminta, Allah pasti mengabulkan. Kuncinya adalah shalat tahajjud (qiyamullail). Qiyamullail itu kondisi di mana Allah tidak akan menolak permintaan hambanya,” kata Ustadz.

Nasihat ini pun benar-benar dipraktikan Ahmad sampai hari mendebarkan tiba. Selama berhari-hari, setiap malam Ahmad tidak pernah luput melaksanakan Shalat Tahajud. Ahmad terus berdoa memohon kepada Allah agar dilancarkan proses persalinan isterinya.

Beberapa hari setelah isterinya melahirkan, Ahmad pun kembali menemui ustadz yang memberikannya nasihat.  

“Alhamdulillah, puji syukur. Benar sekali apa yang ustadz katakan bahwa berdoa saat shalat tahajud mustajab. Isteri saya bisa lahir dengan normal. Dokter juga sampai kaget. kok bisa? wah ini bisa lahir tanpa cesar. Gitu katanya. Sehari sebelum melahirkan saya bawa ke dokter tempat biasa istri periksa,” kisah Ahmad.

“Dokter kaget dan terheran-heran, kok bisa poisisnya berubah 180 -360 derajat. Entahlah berapa derajat yang jelas waktu di cek dokter menyatakan bisa lahir normal. Pada saat ketuban pecah saya telpon dokter, dokter langsung menyuruh di bawah kerumah sakit saja. Langsung saat itu saya bawa kerumah sakit. Pada bukaan keempat sudah dirangsang agar bayinya keluar. Tapi belum keluar juga. Sama dokter disuruh jalan-jalan dulu. saya bawa istri jalan-jalan. Istri saya kesulitan melahirkan. Dokter rumah sakit bilang jika lima menit lagi tidak lahir juga, mau tidak mau harus operasi cesar, karena jika tidak, akan membahayakan janin. Saya terus membaca ayat-ayat Alquran. Kebetulan saya sedikit-dikit hafal surat Alwaqiah. Alhamdulillah, saya ulang-ulang terus. Tepat pada menit kelima, saat itu adzan dzuhur, entah sedang bunyi hayya’alasshalah entah hayya’alal falah..saya gak ingat persis, soalnya udah gak konsentrasi lagi. Alhamdulillah istri bisa melahirkan. Pas jam 12.25,” sambung Ahmad.

“Ya begitu. Allah sering memberikan pertolongan pada saat-saat kritis. Ibaratnya penalty,” sahut ustadz.

“Kalo kita sudah berusaha dan meminta sedemikian rupa namun tidak dikabulkan juga, berarti ada hikmah di balik itu. Mungkin Allah sedang menguji kita atau justru sedang menegur kita” tambahnya. (njs/fadhilza/foto:ilustrasitahajud)


Back to Top