#HUTRI73

Ini Hikmah Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia

gomuslim.co.id- Sebagian besar dari kita memang tidak pernah merasakan bagaimana hidup di masa penjajahan. Karena banyak di antara kita yang lahir setelah kemerdekaan. Meski begitu, catatan sejarah menyebutkan kemerdekaan bangsa Indonesia tidak diraih secara instan, tetapi melalui proses panjang dengan penuh perjuangan.

Ratusan tahun bangsa kita menderita karena penjajahan. Perlawanan demi perlawanan terus dilakukan untuk mengusir mereka yang menjarah kekayaan bumi pertiwi. Tidak sedikit dari buyut kita gugur di medan peperangan.

Para pendahulu kita rela mengorbankan apa saja untuk masa depan anak cucunya. Air mata, darah hingga nyawa mereka pertaruhkan hingga akhirnya bangsa kita melalui Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan pada hari tanggal 17 Agustus 1945.

Mungkin, sebagian diantara kita belum mengetahui bahwa tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan dengan hari Jumat, tanggal 9 Ramadhan 1364 H. Peristiwa yang sangat bersejarah bagi seluruh masyarakat Indonesia jatuh pada hari dan bulan mulia dalam Islam. Hari Jumat dan bulan Ramadhan.

Kemuliaan hari Jumat terlihat dari pemberian nama salah satu surah dalam Alquran yakni Al-Jumu’ah. Sementara, Ramadhan adalah bulan suci yang penuh dengan keberkahan dan keutamaan. Di bulan itu, semua amal manusia dilipatgandakan dan semua perbuatan baik diperhitungkan.

Ramadhan adalah bulan ketika seluruh umat Islam berpuasa penuh selama satu bulan lamanya. Pada bulan ini pula, Alquran pertama kali diturunkan. "Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)" (QS Al-Baqarah: 185).

Terlepas dari itu semua, sejatinya kemerdekaan Indonesia diraih karena kesungguhan para pendiri bangsa untuk mengubah nasib. Mengubah dari bangsa terjajah menjadi bangsa yang merdeka. Mengubah keadaan dari bangsa yang teraniaya menjadi bangsa yang disegani dunia.  

Kegigihan memperjuangkan kemerdekaan ini tentu disertai dengan iringan doa dan tawakal kepada Allah SWT. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan (nasib) suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri” (QS. Ar-Ra’d:11).

Dari sini, kita dapat mengambil hikmah besar untuk kehidupan selanjutnya. Bahwa peringatan 17 Agustus tidak hanya untuk menghormati para pejuang yang telah gugur demi kemerdekaan. Lebih dari itu, sebagi pengingat untuk kita bahwa perjuangan bangsa Indonesia belumlah selesai.

Tugas kita sebagai penerus bangsa adalah mempertahankan kemerdekaan dengan menjaga semangat persatuan dan kesatuan. Melakukan perubahan-perubahan besar lainnya untuk Indonesia yang lebih baik. Menjadi generasi terbaik dengan karya dan aksi nyata agar bermanfaat bagi semua manusia.

Selanjutnya, peringatan kemerdekaan ini juga mengingatkan bahwa sebesar dan setinggi apa pun impian dan cita-cita kita, bisa diraih. Asalkan niat kuat, sungguh-sungguh memperjuangkannya dan tentu atas izin dari Yang Maha Kuasa.

Seperti dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 45 alinea ketiga yang menyebutkan bahwa kemerdekaan bangsa kita adalah atas kuasa Allah SWT. “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-73. Semoga bangsa kita senantiasa yang pandai bersyukur dan mendapat ridha Allah SWT. Menjadi negara yang aman, damai, berdaulat, adil dan makmur sehingga kelak menjadi negeri impian semua umat, Baldatun Thoyyibatun wa rabbhun ghaffur. (njs)


Back to Top