#IdulAdha1439H

Hikmah Hari Raya Idul Adha: Berkurban dalam Kebaikan

gomuslim.co.id- Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriyah tahun ini bertepatan dengan Rabu tanggal 22 Agustus 2018. Selain Idul Fitri, Hari Raya yang identik dengan hewan kurban ini memiliki banyak hikmah di dalamnya. Salah satunya adalah kisah Nabi Ismail ‘alahissalam yang memiliki ketaatan luhur kepada kedua orang tuanya, yaitu Nabi Ibrahim A.S ( ayahnya) dan Siti hajar (ibunya). Sebagaimaan dikisahkan sewaktu ketika Nabi Ismail harus ridho untuk mengorbankan dirinya guna memenuhi perintah Allah SWT. Perintah itu datang dikabarkan lewat mimpi sang Ayah, atas seruan dari Allah SWT, agar Nabi Ibrahim segera memenuhi nadzar-nya, yaitu berkenan menyembelih anaknya bernama Ismail.

Padahal beliau amat sayang dengan putranya tersebut, apalagi kala itu Ismail kecil masih berumur 7 tahun. Tapi karena itu semua adalah perintah Allah SWT, akhirnya pengorbanan tetap dilakukan dengan dasar ketaatan. Tidak ada rasa nikmat sedikit pun jika tidak menaati perintah dari Sang pencipta alam semesta. Karena itulah dibalik sebuah ujian berat itu, akhirnya Allah SWT telah mengganti Ismail dengan satu ekor domba, yang sampai hari  ini kita peringati dengan sebutan Hari Raya Kurban atau Hari Raya  Idul Adha.  Pada hari ini, di mana setiap orang muslim dianjurkan untuk berkurban dengan menyembelih hewan berupa kambing, sapi, dan domba, sebagaimana tuntunan / risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

Berikut adalah tiga hikmah Hari Raya Idul Adha yang bisa menjadi pelajaran dan pemaknaan yang baik bagi kita:

Pertama, Saling Berbagi Rizki.

Pada hari raya ini, umat muslim yang mampu akan membeli dan menyerahkan hewan kurban kepada masjid terdekat atau enyetorkan uang atau dana pembelian hewan kurban ke lembaga ZIS nasional untuk dibagikan kepada kaum dhuafa yang membutuhkan. Hal ini menjadi momentum yang baik di mana setiap muslim bisa saling berbagi, saling membantu, dan saling berbagi rezeki, lewat hewan kurban yang dibagikan tersebut.

Kedua, Ikhlas dalam Semua Cobaan.

Ketika datang perintah dari Allah untuk Nabi Ibrahim agar menyembelih Nabi Ismail, ada sikap yang perlu dicontoh dari kedua nabi tersebut, yaitu keikhlasan saat cobaan sedang datang. Baik sang ayah, Nabi Ibrahim, maupun sang anak, Nabi Ismail tidak ada sepatah keluh kesah pun keluar dari mulut mereka. Hal ini bisa menjadi pelajaran kita semua bahwa siapaun kita, Nabi dan Rasul sekalipun pasti diuji oleh Allah. Tapi jangan menyerah dan mengeluh, tetap ikhlas dan terus berusaha. Sebagaimana firman Allah SWT:

Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa) : Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami ; ampunilah kami ; dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. (Q.S. Al-Baqarah: 286)

Ketiga, Berkurban Jadi Jalan Ketaqwaan.

Jika sebelumnya kita merasa kesulitan untuk memiliki ketaqwaan tinggi kepada Allah SWT, seperti sulit meninggalkan larangan-Nya, dan merasa hati gundah gelisah karena sering kali meninggalkan perintah-Nya. Karena itu, pada hari raya Idul Adha memberi keutamaan untuk menghadapi permasalahan tersebut. Sebagaimana Allah SWT. berfirman:

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. Al Hajj: 37)

Wallahu A’lam Bishowab.


Back to Top