Sedekah Lima Puluh Ribu, Dibayar Lunas Biaya Asrama

gomuslim.co.id - Depok, pagi itu hujan turun di pelataran salah satu universitas di kota Depok.  Ibu Yulita saat itu hendak mengantarkan anaknya untuk verifikasi dan daftar ulang masuk kuliah. Sebab baru pertama kali pergi ke daerah tersebut, beliau hampir salah mengambil rute perjalanan. Akibatnya, ia harus mengambil jalan untuk balik arah dan lokasinya cukup jauh.

Ketika itu, motor yang dikendarainya bersama sang anak tiba-tiba saja mati. Alhasil, ia harus mendorong motor tersebut sejauh beberapa meter. Seorang bapak petugas kebersihan yang sedang menyapu jalanan saat itu merasa iba. Lalu bapak yang umurnya kira-kira sudah setengah abad itu menghampiri Ibu Yulita.

"Kenapa Bu, motornya? "

Tanya beliau dengan senyum terkembang.

"Ini, Pak saya tadi gak lihat plang penanda jalan. Ini satu arah ya, Pak?"

Jawab Ibu Yulita sembari mengusap keringat yang mengucur dari dahinya,  hampir mengenai mata.

"Iya, Bu ini arahnya ke Pasar Minggu" Ucapnya

"Wah gimana Mbak, mana motornya mati"

Ibu Yulita memandang anak gadisnya yang hanya bisa pasrah pada situasi tersebut.

"Gini aja, Mbaknya tunggu di sini, saya antar Ibu ke bengkel terus nanti saya kasih tau arahnya"

"Oh, memang gak apa-apa, Pak?"

"Ya tidak apa-apa, Bu"

"Yaudah, Mbak tunggu di sini dulu ya"

 Jelas Ibu Yulita pada anaknya yang dijawab engan anggukan.

 

Bapak tua itu mencoba menyalakan motor

"Bismillah" ucapnya

Ternyata motor yang tadinya sempat mati, tiba-tiba saja menyala.

"Alhamdulillaah nyala, Bu"

"Wah alhamduliah jadi gak perlu ke bengkel ya, Mbak"

Kemudian Bapak itu mengantarkan Ibu Yulita untuk mengambil rute arah putaran. Kira-kira 10 menit, mereka sudah kembali lagi di gerbang utama. Sang ibu langsung disambut senyum oleh anaknya. Tak henti hanya mengucapkan terima kasih kepada Bapak petugas kebersihan, Ibu Yulita mengeluarkan satu lembar uang rupiah berwarna biru.

"Wah, ndak usah Bu saya cuma bantu antar saja, saya ikhlas kok Bu"

Tolak Bapak itu

"Gak apa, Pak buat Bapak ngopi saya terima kasih sekali"

Ucap Ibu umur 38 tahun itu, sembari memberikan uang tersebut ke genggaman si Bapak"

"Waduh terima kasih banyak Bu semoga Allah balas kebaikannya"

"Aamiin"

Setelah selesai mengurus segala pemberkasan, Ibu Yulita berpikir dan sedikit khawatir karena jarak kampu dari rumahnya cukup jauh. Akhirnya, Ibu dan anak itu diskusi dan memutuskan untuk mencarikan tempat kos bagi anaknya. Tapi pihak kampus memberikan saran untuk tinggal di asrama. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke asrama kampus yang jaraknya pun tidak terlalu jauh.

Setelah mengisi biodata dan rampung memberikan kelengkapan data lain. Mereka diminta untuk membayar biaya kamar asrama melalui bank atau mesin ATM. Dengan memasukkan kode serta nomor ID, betapa terkejutnya mereka karena tulisan di layar mesin ATM tertulis jelas "sudah terbayar"

Ibu Yulita yang penasaran mencoba mengulanginya beberapa kali namun tetap sama. Mesin ATM menyatakan bahwa pembayaran asrama sudah terbayar. Pihak asrama pun akhirnya menyatakan demikian.

Maasyaa Allah, Ibu dan anak itu hanya bersyukur atas hikmah yang didapat mereka hari itu. Berkah dari sedekah satu lembar lima puluh ribu yang langsung dlipatgandakan Allah  hari itu juga. (foto: ilustrasi)

 

Wallahua'lam Bisshawab

 

Penulis:

Hafsha Hurat Fadita

Ketua Keputrian Forum Studi Islam Khidmatul Ummah UNJ

Mahasiswi Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta

 


Back to Top